Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 Pedoman Belajar Jarak Jauh

Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) melalui penyelenggaraan Belajar dari Rumah sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) Sekretari Jenderal Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020


Tujuan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah


Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19 bertujuan untuk:

  1. memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19;
  2. melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19;
  3. mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan; dan
  4. memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.

Prinsip Pelaksanaan Belajar Dari Rumah


BDR dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID 19), yaitu:

  1. keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR;
  2. kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum;
  3. BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi COVID-19;
  4. materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik;
  5. aktivitas dan penugasan selama BDR dapat bervariasi antar daerah, satuan pendidikan dan Peserta Didik sesuai minat dan kondisi masingmasing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR;
  6. hasil belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif; dan
  7. mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua/wali.

Metode dan Media Pelaksanaan Belajar Dari Rumah


BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam 2 (dua) pendekatan:

  1. pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring)
  2. pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring)
Dalam pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan dapat memilih pendekatan (daring atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana.

Media dan Sumber Belajar Pembelajaran Jarak Jauh Daring Pembelajaran di rumah secara daring dapat menggunakan gawai (gadget) maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring.

Media dan Sumber Belajar Pembelajaran Luring Pembelajaran di rumah secara luring dalam masa BDR dapat dilaksanakan melalui:

  1. televisi, contohnya Program Belajar dari Rumah melalui TVRI; 
  2. radio;
  3. modul belajar mandiri dan lembar kerja;
  4. bahan ajar cetak; dan
  5. alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.
Selengkapnya mengenai Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 bisa diunduh melalui link berikut : Unduh

Kumpulan Film Anak Anti Korupsi (AACF) Tayang di TVRI 18-24 Mei 2020

Kegiatan Belajar dari Rumah TVRI di minggu ke enam 18-24 Mei 2020 untuk kelas 4-6 SD akan menayangkan deretan film anak hasil Anti Corruption Film Festival (ACFF). Melalui film-film tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan benih-benih anti korupsi bagi generasi muda. Beirkut merupakan Kumpulan Film Anak Anti Korupsi (AACF) Tayang di TVRI 18-24 Mei 2020.

Kumpulan Film Anak Anti Korupsi (AACF) Tayang di TVRI 18-24 Mei 2020


1. Anti-Corruption Film Festival: Andaka Janu


Sinopsis:

Putu Janu (10), tinggal bersama Ibu dan adiknya, Dek Aya yang sedang sakit. Ia Bekerja memelihara ayam dan memanen telur di peternakan Pak Gede. Istri Pak Gede menemukan banyak telur yang hilang dan mencurigai Putu Janu yang mengambilnya. Pak Gede tidak mempercayai tuduhan itu. Pak Gede yang selalu ingat kebaikan almarhum ayah Putu Janu, tetap memberikan kepercayaan Putu Janu bekerja di peternakan ayam miliknya. Hingga suatu hari, Putu Janu dan Dek Aya datang ke rumah Pak Gede untuk mengembalikan telur.


2. Anti-Corruption Film Festival: Subur itu Jujur


Sinopsis:

Subur adalah seorang siswa kelas 6 SD, berbadan gemuk. Hari ini ada ujian mata pelajaran olah raga, yaitu lari jarak jauh dengan mengelilingi dusun yang berada di dekat sekolah. Berbagai godaan menghampiri Subur ketika mengikuti ujian lari. Akankah Subur berhasil mengatasi godaan-godaan tersebut?

Dalam rangka pencegahan korupsi melalui media film, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2018. Film dipilih menjadi salah satu media dalam pencegahan korupsi mengingat film merupakan medium audiovisual yang paling efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada seluruh lapisan masyarakat. Melalui film, nilai-nilai antikorupsi lebih cepat dan mudah dipahami oleh masyarakat.  


3. Anti-Corruption Film Festival: Rapor


Sinopsis:

Arman (9 tahun) dimarahi wali kelasnya karena rapornya belum ditanda tangan. Ayahnya, Bimo (41 tahun) tidak mau menandatangani karena nilai rapornya jelek. Arman kemudian melihat Yanto (27 tahun) memberikan proposal yang diselipkan uang kepada Bimo. Berpikir bahwa selipan beberapa lembar uang kertas akan memperlancar urusan, keesokan harinya Arman menyerahkan rapornya dengan selipan beebrapa lembar uang kepada wali kelasnya.



4. Anti-Corruption Film Festival: Sekeping Tanggung Jawab


Sinopsis:

Kodrat, pemuda pincang yang bekerja sebagai Caraka ditugaskan mengantar amplop berisi uang sumbangan untuk anak yatim. Ditengah jalan sekeping uang koin jatuh dari celah sobekan amplop, lalu menggelinding. Berhasilkah Kodrat mendapatkan sekeping koin tersebut?

Dalam rangka pencegahan korupsi melalui media film, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2018. Film dipilih menjadi salah satu media dalam pencegahan korupsi mengingat film merupakan medium audiovisual yang paling efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada seluruh lapisan masyarakat. Melalui film, nilai-nilai antikorupsi lebih cepat dan mudah dipahami oleh masyarakat.


5. Anti-Corruption Film Festival: Zhafran


Sinopsis:

Seorang anak laki-laki yang bernama Zhafran tak sengaja menggores mobil yang sedang terparkir, saat itu Zhafran harus dihadapkan dengan pilihan yang sangat sulit.


6. Anti-Corruption Film Festival: Dompet Imajinasi


Sinopsis:

Asep dan Adul menemukan sebuah dompet berisi beberapa lembar uang kertas dan kartu tanda pengenal. Tekad yang kuat untuk berbuat baik akan menuntun mereka pada sebuah pengalaman imajinasi yang di luar kendali. Karena untuk dapat tida di rumah si pemilik dompet, mereka harus melewati ninja penjaga yang jahat.


7. Anti-Corruption Film Festival: Jimpitan


Sinopsis:

Poniman (30 tahun), seorang petugas ronda yang berusaha untuk mengganti jimpitan (iuran beras) yang dikumpulkannya dari rumah-rumah warga. Pasalnya, tanpa sepengatahuan dia beras tersebut telah dijadikan bubur oleh istrinya, Juminten (25 tahun) untuk sarapan dia dan anaknya, Septu (10 tahun) sebelum disetorkan ke Pak RT

Dalam rangka pencegahan korupsi melalui media film, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2018. Film dipilih menjadi salah satu media dalam pencegahan korupsi mengingat film merupakan medium audiovisual yang paling efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada seluruh lapisan masyarakat. Melalui film, nilai-nilai antikorupsi lebih cepat dan mudah dipahami oleh masyarakat. 



8. Anti-Corruption Film Festival: Kurang Dua Ons

Sinopsis:

Menceritakan tentang seorang anak kecil baru berumur 6 tahun yang sering membantu ayahnya berjualan sayur di pasar tradisional, bernama Dimas. Saat Dimas disuruh menimbang sayur pesanan orang, dia menirukan apa yang sering dilakukan ayahnya, yaitu mengurangi sedikit jumlah timbangannya. Hingga pada suatu ketika, Dimas bertemu dengan seorang ibu yang cerewet dan teliti, yang mendapati bahwa sayuran pesanannya tidak sesuai dengan timbangan. Dimas akhirnya belajar bahwa tindakannya itu tidak benar.

Dalam rangka pencegahan korupsi melalui media film, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2018. Film dipilih menjadi salah satu media dalam pencegahan korupsi mengingat film merupakan medium audiovisual yang paling efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada seluruh lapisan masyarakat. Melalui film, nilai-nilai antikorupsi lebih cepat dan mudah dipahami oleh masyarakat.  


9. Anti-Corruption Film Festival: Repitisi Ilusi


Sinopsis:

Minah (25 tahun) seorang pekerja kebersihan kantor yang melakukan kesehariannya seperti biasa. Hingga suatu malam, disaat ia sedang menyiapkan semangkuk soto mie untuk Jodi (26 tahun), salah satu karyawan kantor, Minah berpikir untuk melakukan tindakan korupsi dengan menyisihkan beberapa uang kembalian milik Jodi tanpa sepengetahuannya. Dari situlah fenomena aneh pun terjadi kepada dirinya, membuat ia selalu kembali ke peristiwa korupsi yang ia lakukan.


10. Anti-Corruption Film Festival: Sebuah Nama

Sinopsis:

Dina (9 tahun) ditugaskan gurunya untuk mencatat nama murid yang gaduh saat pelajaran berlangsung. Hal ini menimbulkan konfilk antara Dina dan teman-teman sekelasnya. Bagaimana respon Dina, dalam menghadapi konflik tersebut?


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Keenam 18-24 Mei 2020

Kegiatan Belajar dari Rumah di Stasiun TVRI sudah memasuki minggu keenam. Berikut merupakan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Keenam 18-24 Mei 2020.

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Keenam 18-24 Mei 2020


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Senin, 18 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-08.30 Jalan Sesama: Itu Aku (PAUD)
  2. 08.30-09.00 Si Kumbi Anak Jujur: Keranjang untuk Osyi,  Byur! Bimo Kecebur (Kelas 1-3 SD)
  3. 09.00-09.30 Anti-Corruption Film Festival: Andaka Janu, Subur itu Jujur (Kelas 4-6 SD)
  4. 09.30-10.00 Festival Video Edukasi: Kalimat Sakti Bapak (SMP)
  5. 10.00-10.30 Blogger Putih Abu-abu: Ban Bekas PunyKelas (SMA/SMK)
  6. 10.30-11.00 Keluarga Indonesia: Mengajarkan Anak Kelola Uang Saku, Terlanjut Terlilit Utang, Harus Bagaimana?
  7. 19.00-21.00 Film Anak: Iqra
  8. 21.30-23.30 -


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Selasa, 19 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-08.30 Jalan Sesama: Tanding di Jalan Sesama (PAUD)
  2. 08.30-09.00 Si Kumbi Anak Jujur: Kue Santan Kenari Tamu Masa Depan (Kelas 1-3 SD)
  3. 09.00-09.30 Anti-Corruption Film Festival: Rapor , Sekeping Tanggung Jawab (Kelas 4-6 SD)
  4. 09.30-10.00 Festival Video Edukasi: Pikulan Lan Tali (SMP)
  5. 10.00-10.30 Blogger Putih Abu-abu: Terangnya si Lampu Hias (SMA/SMK)
  6. 10.30-11.00 Keluarga Indonesia: Apa sih Zero Waste Itu?
  7. 19.00-21.00 -
  8. 21.30-23.30 Film: 1000 Potret: Diantara 2 Sosok


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Rabu, 20 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-08.30 Jalan Sesama: Klub Membaca Tantan (PAUD)
  2. 08.30-09.00 Si Kumbi Anak Jujur: Sayap Kecil Remi, Bermain Bola (Kelas 1-3 SD)
  3. 09.00-09.30 Anti-Corruption Film Festival: Zhafran, Dompet Imajinasi (Kelas 4-6 SD)
  4. 09.30-10.00 Festival Video Edukasi: Pancawaskita, Salam (SMP)
  5. 10.00-10.30 Blogger Putih Abu-abu: Laris Manis Bisnis Sandal (SMA/SMK)
  6. 10.30-11.00 Keluarga Indonesia: Pra Bencana, Saat Bencana, Melatih Anak, Siaga Bencana, Tas Siaga Bencana
  7. 19.00-21.00 -
  8. 21.30-23.30 Film: Musik dari Pesisir


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Kamis, 21 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-08.30 Jalan Sesama: Kembar (PAUD)
  2. 08.30-09.00 Si Kumbi Anak Jujur: Makhluk Angkasa Luar, Pasar Kaget (Kelas 1-3 SD)
  3. 09.00-09.30 Anti-Corruption Film Festival: Jimpitan, Kurang 2 Ons (Kelas 4-6 SD)
  4. 09.30-10.00 Festival Video Edukasi: Proses Ra Ji Ra Beh (SMP)
  5. 10.00-10.30 Blogger Putih bu-abu: Bisnis Boneka Bisnis Menggoda (SMA/SMK)
  6. 10.30-11.00 Keluarga Indonesia: Mendidik Anak di Era Digital, Orang Tua Gerbang Teknologi, Internet Aman untuk Anak, Anak dan Gadget
  7. 19.00-21.00
  8. 21.30-23.30 Kumpulan Film Pendek: Kuncup, Har, Jalan-Jalan Sore, Kitorang Basudara


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Jumat, 22 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-08.30 Jalan Sesama: Bencana Alam (PAUD)
  2. 08.30-09.00 Si Kumbi Anak Jujur: Monster Dur Dur, Permen Adik (Kelas 1-3 SD)
  3. 09.00-09.30 Anti-Corruption Film Festival: Repetisi Ilusi, Sebuah Nama (Kelas 4-6 SD)
  4. 09.30-10.00 Festival Video Edukasi: 4 Sekawan (SMP)
  5. 10.00-10.30 Blogger Putih Abu-abu: Bisnis Gerabah Bisnis Berubah (SMA/SMK)
  6. 10.30-11.00 Keluarga Indonesia: Selamatkan Anak Pertama, Menyelesaikan Perselisihan Secara Adil, Bukan Sama Rata, Apa Arti Adil dalam Parenting Anak?
  7. 19.00-21.00 -
  8. 21.30-23.30 -


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Sabtu, 23 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-09.00 Cerita Sabtu Pagi Anak Seribu Pulau: Timor Timur
  2. 09.00-10.00 Asli Indonesia Gelar Wicara: Cagar Budaya, Jaga dan Lestarikan
  3. 10.00-10.30 Cerita Indonesia: Melestarikan Habitat Spesies Langka Indonesia
  4. 10.30-11.00 Ragam Indonesia: Nusa Rasa Palembang, Nusa Rasa Bali, Subak Bali
  5. 19.00-21.00 -
  6. 21.30-23.30 Film: Nada-Nada Kecil


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu, 24 Mei 2020 Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMK.


  1. 08.00-09.00 Cerita Minggu Pagi Film Komunitas: Benang Penumbra
  2. 09.00-10.00 Asli Indonesia Gelar Wicara: Cagar Budaya, Jaga dan Lestarikan
  3. 10.00-10.30 Cerita Indonesia: Dibalik Pesan Sang Teladan
  4. 10.30-11.00 Ragam Indonesia: Candi Ratu Boko, Kompleks Candi, Batu Jaya, Rekonsiliasi Candi Siwa
  5. 19.00-21.00 -
  6. 21.30-23.30 -


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Keenam 18-24 Mei 2020 Pdf dapat diunduh melalui link berikut: Unduh

Menulis di Guru Berbagi, Dapatkan Kuota Internet 30 GB

Kemendikbud melalui Guru Berbagi akan memberikan kuota internet gratis 30 GB bagi 10.000 guru di seluruh Indonesia. Namun, kuota internet tersebut hanya akan diberikan kepada guru yang artikelnya terpilih. Berikut merupakan persyaratan dan cara memperoleh kuota internet 30 GB dengan menulis di Guru Berbagi.

Menulis di Guru Berbagi Dapatkan Kuota 30 GB


Persyaratan Peserta


Untuk mendapatkan kuota internet 30 GB dari Kemendikbud, peserta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:


  1. Berprofesi sebagai guru. Persyaratan ini berlaku untuk semua jenis dan jenjang guru.
  2. Memiliki akun di portal Guru Berbagi dengan SIMPKB/SIMPATIKA. Cara untuk membuat akun di Guru Berbagi bisa dilihat di sini. (Baca: Guru Berbagi Tempat Guru Berbagi RPP Belajar Jarak Jauh)

Ketentuan Artikel


Setelah memenuhi persyaratan di atas, peserta harus membuat artikel yang di muat di Guru Berbagi. Ketentuan artikel sebagai berikut.
  1. Tulis artikel tentang refleksi pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan selama masa belajar dari rumah. Panjang artikel 300-1000 kata.
  2. Unggah juga RPP yang menjadi dasar dalam menulis refleksi pembelajaran tersebut di portal Guru Berbagi.
  3. Unggah artikel yang dibuat di Guru Berbagi paling lambat 20 Mei 2020.
Isi artikel yang dibuat meliputi:
  1. Bagaimana strategi pembelajaran daring yang anda lakukan? Tuliksan apa topiknya, tujuannya, dan strateginya).
  2. Bagaimana reaksi/pendapat peserta didik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan tersebut. Tuliskan juga mengapa peserta didik berpendapat seperti itu.
  3. Apa refleksi anda terhadap proses pembelajan tersebut? Adakah hal baru yang anda pelajari dari proses tersebut?
  4. Adakah hal-hal yang bisa diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya.

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI 11-17 Mei 2020

Tidak terasa, program belajar dari rumah yang digagas Kemendikbud dan bekerjasama dengan TVRI sudah memasuki minggu ke lima. Berikut ini merupakan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI 11-17 Mei 2020 Untuk Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI 11-17 Mei 2020


Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Senin, 11 Mei 2020

08.00-08.30 Jalan Sesama: Tumbuh Besar (PAUD)
08.30-09.00 Sahabat Pelangi: Karung Terdampar (Kelas 1-3 SD)
09.00-09.30 Gemar Matematika: Operasi Hitung Bilangan Pecahan (Kelas 4-6 SD)
09.30-10.00 Polusi Air di Sekitar Kita (SMP)
10.03-10.30 Tutorial Penulisan Skenario (SMA)
10.30-11.00 Manfaat Bercerita Untuk Anak (Parenting)
19.00-21.00 Bumi Tadulako
21.30-23.30 -

Jadwal Belajar Dari Rumah Selasa, TVRI 12 Mei 2020

08.00-08.30 Jalan Sesama: Alat Hebat (PAUD)
08.30-09.00 Khan Academy: Penjumlahan, Perkalian, Pembagian (Kelas 1-3 SD)
09.00-09.30 X-Sains: Bunyi dan Cahaya (Kelas 4-6 SD)
09.30-10.00 Matematika Mantul: Volume dan Luas Bangun Ruang Sisi Datar (SMP)
10.03-10.30 Matematika: Transormasi, Geometri, Translasi, dan Refleksi (SMA)
10.30-11.00 Pentingnya Nutrisi Untuk Perkembangan Anak (Parenting)
19.00-21.00 -
21.30-23.30 Sarmin

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Rabu, 13 Mei 2020

08.00-08.30 Jalan Sesama: Sehari-hari (PAUD)
08.30-09.00 Sahabat Pelangi: Chandra Oh Chandra (Kelas 1-3 SD)
09.00-09.30 Mengenal Masyarakat Bugis Makassar (Kelas 4-6 SD)
09.30-10.00 Membaca itu Asyik (SMP)
10.03-10.30 Matematika itu Menyenangkan (SMA)
10.30-11.00 Mendidik Anak (Parenting)
19.00-21.00 -
21.30-23.30 Mondok

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Kamis, 14 Mei 2020

08.00-08.30 Jalan Sesama: Hal-Hal yang Kusuka (PAUD)
08.30-09.00 Khan Academy: Bilangan (Kelas 1-3 SD)
09.00-09.30 Perjuangan Jenderal Sudirman (Kelas 4-6 SD)
09.30-10.00 Matematika: Garis dan Sudut (SMP)
10.03-10.30 Matematika: Transformasi, Geometri, Rotasi (SMA)
10.30-11.00 Menjadi Orangtua Hebat (Parenting)
19.00-21.00 -
21.30-23.30 Film-Film Pendek

Jadwa Belajar Dari Rumah TVRI Jumat, 15 Mei 2020

08.00-08.30 Jalan Sesama: berputar dan Terus Berputar (PAUD)
08.30-09.00 Belajar Menyimak (Kelas 1-3 SD)
09.00-09.30 Gemar Matematika: Volume Bangun Ruang (Kelas 4-6 SD)
09.30-10.00 Pesona di Balik Enceng Gondok (SMP)
10.03-10.30 Pembelajaran Usaha Kaus Tie Dye dan Furniture (SMA)
10.30-11.00 Ragam Orang Tua (Parenting)
19.00-21.00 -
21.30-23.30 -

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Sabtu, 16 Mei 2020

08.00-09.00 Cerita Sabtu Pagi: Anak Seribu Pulai-Toraja dan Merauke
09.00-10.00 Talkshow: Ekologi Pangan - Ani-ani Untuk Dewi Sri
10.03-10.30 Cerita Indonesia
10.30-11.00 Ragam Indonesia
19.00-21.00 -
21.30-23.30 Panggung Akhir Sekolah

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu, 17 Mei 2020

08.00-09.00 Cerita Minggu Pagi: Anak Seribu Pulau-Kalteng dan Maluku
09.00-10.00 Talkshow (rerun): Ekologi Pangan-Ani-ani untuk Dewi Sri
10.03-10.30 Cerita Indonesia
10.30-11.00 Ragam Indonesia
19.00-21.00 -
21.30-23.30 -

Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI 11-17 Mei 2020 dalam bentuk PDF dapat diunduh melalui link berikut:

Unduh Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI 11-17 Mei 2020 PDF

Tidak Semua Guru: Komik Viral di Media Sosial

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, di media sosial viral komik tentang guru. Komik tersebut merupakan karya dari Mr. Y. T dan diwarnai oleh Grace. T. Isi dari komik tersebut sedikit menggambarkan kondisi guru di tengah Pandemi Covid-19. Berikut merupakan "Tidak Semua Guru" komik tentang guru yang viral di media sosial.

Komik Tidak Semua Guru


Bagian 1:

Tidak semua guru tinggal dalam rumah yang nyaman serta dapat dengan mudahnya mereka tunjukkan melalui konferensi video saat mengajar maupun rapat dengan guru lainnya.

Tidak Semua Guru

Bagian 2:

Tidak semua guru mampu membeli perabot rumah tangga yang indah untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat belajar yang menyenangkan.

Tidak Semua Guru

Bagian 3:

Tidak semua guru punya cukup waktu dan uang untuk membeli kuota internet agar tetap dapat mengajar murid-muridnya secara instan.

Tidak Semua Guru


Bagian 4:

Tidak semua guru punya waktu leluasa untuk mengajar secara online di rumah. Mereka punya keluarga yang perlu diperhatikan juga.

Tidak Semua Guru

Bagian 5:

Tidak semua guru tinggal dalam lingkungan yang nyaman.

Tidak Semua Guru


Bagian 6:

Tidak semua guru memiliki penghasilan yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan wajib bekerja ekstra tanpa tambahan tunjangan.

Tidak Semua Guru
Bagian 7:

Namun, ada suatu hal yang semua guru miliki dalam setiap keterbatasannya. Meskipun terjadi pandemi, merekapun belajar menyesuaikan diri dengan membuat kelas online serta menyusun strategi pembelajaran, apapun bidangnya.

Tidak Semua Guru

Bagian 8:

Teruntuk para guru dan tenaga pendidik, ketahuilah bahwa: Meskipun jerih lelahmu tidak menjadikanmu terkenal, akan tetapi pekerjaan yang engkau emban setiap harinya amatlah vital.

Tidak Semua Guru

Bagian 9:

Teruntuk semua guru, sungguh kami amat berterimakasih.

Tidak Semua Guru

Ketentuan Pelaksanaan Upacara Yadnya dan Kegiatan Adat Dalam Status Pandemi Covid-19 di Bali

Guna mengantisipasi merebaknya penyebaran Covid-19 dan mengatur pelaksanaan Upacara Yadnya dan Kegiatan Adat di Bali, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali mengeluarkan keputusan bersama tentang Ketentuan Pelaksanaan Upacara Panca Yadnya dan/atau Kegiatan Adat Dalam Status Pandemi Covid-19 di Bali.

Ketentuan Pelaksanaan Upacara Yadnya dan Kegiatan Adat Dalam Status Pandemi Covid-19 di Bali


A. DASAR


  1. Arahan Presiden Republik Indonesia melalui pidato tanggal 15 Maret 2020, tentang perkembangan penyebaran penyakitvirus Corona (COVID-19) di Indonesia;
  2. Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor: Mak/2/111/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19);
  3. Data Penyebaran COVlD-19 di sejumlah daerah yang semakin meningkat harus diwaspadai dan diantisipasi agar tidak menimbulkan dampak yang semakin meluas demi penyelamatan umat manusia; dan
  4. Hasil Paruman Bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali tanggal 28 Maret 2020.
  5. Surat Edaran PHDI Pusat No. 312/SE/PHDI Pusat/IIl/2020 tentang PEDOMAN PERAWATAN JENAZAH DAN UPACARA PITRA YAJNA BAG[ JENAZAH PASIEN COVID- 19.

B. PRINSIP UPACARA PANCA YADNYA


  1. Yadnya dalam bentuk upacara wajib dilaksanakan sesuai dengan tiga kerangka agama Hindu, yang rncliputi: Tattwa, Susi/a, dan Acara. Dalam hal ini Acara mencakup: kitab suci, orang suci, tern pat suci, hari sucl, dan upacara suci.
  2. Upacara Yadnya dalam praktikagama Hindu di Bali menyediakan pilihan beragam, sebagai berikut: a. Kanistaning Kanista [kecil/inti], Madyaning Kanista, Utamaning Kanista; b. Kanistaning Madya; Madyaning Madya, Utamaning Madya; c. Kanistaning Utama; Madyaning Utama, dan Utamaning Utama.
  3. Dalam pelaksanaan Upacara Yadnya boleh dan dibenarkan ada penyesuaian sesuai dengan prinsip Desa (Tempat Pelaksanaan Upacara Yadnya), Kala (Waktu Pelaksanaan Yadnya), dan Patra (Kondisi Orang yang Melaksanakan Yadnya) dan berdasarkan sastra.
  4. Ada Upacara Yadnya yang pelaksanaannya harus mencari Dewasa Ayu, seperti mapandes, pawiwahan; ada pula Upacara Yadnya yang dilaksanakan tanpa mencari Dewasa Ayu, seperti upacara tiga bulanan, otonan, dan sejenisnya.
  5. Yadnya mesti didasari dengan niat, pikiran, dan hati yang lascarya nekeng twas (tulus ikhlas).

C. JENIS UPACARA PANCA YADNYA

Yadnya dalam bentuk upacara menurut agama Hindu terutama meliputi lima jenis yang disebut Panca Yadnya, yakni:

  1. Dewa Yadnya;
  2. Rsi Yadnya;
  3. PitraYadnya;
  4. Manusa Yadnya; dan
  5. Bhuta Yadnya.
Dalam setiap pelaksanaan Upacara Yadnya senantiasa ada Tri Manggalaning Yadnya, yakni:

  1. Sang Yajamana, yang melaksanakan Upacara Yadnya;
  2. Sang Tapini/Sarati, yang merancang dan membuat banten (tukang banten); dan
  3. Sang Wiku Pamuput, yang memimpin pelaksanaan Upacara Yadnya, biasanya sulinggih dwijati atau pamangku ekajati. Dalam hal ini Sang Yajamana dapat bermusyawarah untuk mufakat dengan Sang Tapini serta Sang Wiku Pamuput.


D. PELAKSANAAN UPACARA PANCA YADNYA

Pelaksanaan Upacara Panca Yadnya dalam kondisi Negara, termasuk Provinsi Bali, sedang menghadapi kondisi pandemi Virus Corona (COVID-19) saat ini, hendaknya diatur sesuai dengan prinsip ber-yadnya (Dharma A,gama) yang telah disebutkan pada huruf B dan huruf C dan prinsip Dharma Negara dengan mengikuti Arahan, lmbauan, lnstruksi, baik dari Pemerintah maupun Pemerintah Daerah, Lembaga, serta instansi yang berwenang lainnya.

Berdasarkan pertimbangan prinsip Dharma Agama dan Dharma Negara tersebut, maka Pelaksanaan Upacara Panca Yadnya selama berlangsung "Pandemi COVID-19" di Provinsi Bali, diberlakukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

1. Semua Upacara Panca Yadnya yang bersifat ngawangun ( direncanakan), seperti karya malaspas, ngenteg linggih, ngaben, ngaben massal, mamukur, maliqia, Rsi Yadnya (Padikshan), serta karya ngawangun yang lainnya, seperti "maajar-ajar, nyegara-gunung" dan lain-lain, supaya DITUNDA sampai batas waktu dicabutnya Status Pandemi COVID-19.

2. Upacara Panca Yadnya selain yang bersifat ngawangun ( direncanakan) sebagaimana dimaksud pada angka 1, dapat dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang terbatas.
Dalam setiap pelaksanaan Upacara Panca Yadnya sebagaimana dimaksud pada angka 2 agar mengikuti prosedur tetap penanggulangan pandemi COVID-19 dari instansi yang berwenang:

  • Tetap mengutamakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
  • Tetap menjaga jarak antar orang paling sedikit 1,5-2,0 meter;
  • Tersedia tempat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer); dan
  • Menggunakan masker.
4. Karya Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih
  • Pelaksana Upacara saking pangawit nqantos panyineban kamargiang olih Krama Desa Adat Besakih.
  • Malasti Ngubeng.
  • Karya Nyejer a wuku (7 rahina). 
  • Pangubaktian Krama Siosan (Panyungsung/Panyiwi) ngayat sakinq Merajan / Sanggah soang-soang.
  • Ring Padharman nganutin pamargi sekadi ring ajeng, nyejer tur kasineb a rahina.
5. Karya Ngusaba Kadasa di Pura Batur

  • Pelaksana Upacara saking panqawit ngantos panyineban kamarqianq olih Krama Desa Adat Batur.
  • Karya Nyejera wuku (7 rahina).
  • Pangubhaktian Krama Siosan ngayat sakinq Merajan / Sanggah soang-soang.
  • Krama Subak sane jagi ngaturang suwinih ke Pura Batur, wantah diwakili oleh utusan maksimal 2 orang. 
6. Karya di Pura selain Kahyangan Jagat

  • Pelaksana Upacara sakinq pangawit ngantos panyineban kamargiang olih Krama Pamaksan /Pangemong.
  • Malasti Ngubeng.
  • Nyejer paling suwe 3 rahina. 
  • Pangubhaktian Krama ngayat sakinq Merajan / Sanggah soang-soang.
  • Tidak diiringi seni wali/wewalen, seperti gambelan, rejanq, baris, topenq siddha karya miwah sane tiosan.
7. Pitra Yadnya
  • Upacara Pitra Yadnya, berupa Ngaben, bagi yang meninggal karena positif COVID-19, dilakukan dengan kremasi langsung atau makingsan di gni sesuai dengan Protokol Kesehatan COVID-19. 1) Jenasah diantarkan oleh petugas kesehatan. 2) Upacara makingsan di gni / kremasi disesuaikan. 
  • Bagi yang meninggal bukan karena COVID-19, supaya dilaksanakan Upacara makingsan di gni atau dikubur, kecuali Sulinggih dan Pamangku.
  • Apabila Ngaben tidak mungkin ditunda, dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut 1) Upacara dilaksanakan dengan sederhana dan jumlah peserta yang terbatas. 2) Tidak ada undangan, atau bentuk keramaian lainnya.
8. Manusa Yadnya

Upacara Manusa Yadnya yang terkait dengan kelahiran, seperti upacara bayi telu bulanan (tiga bulan), otonan (hari lahir/siklus enam bulanan) DAPAT DILAKSANAKAN dengan:

  1. Upacara dilaksanakan dengan sederhana dan jumlah peserta yang terbatas.
  2. Tidak ada undangan, atau bentuk keramaian lainnya.
Apabila Upacara Pawiwahan tidak dapat ditunda, maka pelaksanaannya dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Dihadiri hanya oleh kedua pihak keluarga inti dan saksi-saksi;
  2. Upakara paling inti berupa pakala-kalaan/pabyakaonan, tataban di Bale (Atma Kerthi), banten nunas Tirta Tri Kayangan Desa Adat, Tirta Mrajan, dan Tirta dari Sulinggih-cukup dilaksanakan oleh 2-3 orang.
  3. Pawiwahan cukup dipimpin Pamangku dibantu oleh Sarati Banten.
  4. TIDAK MENGGELAR RESEPSl-sampai batas waktu "Status Pandemi COVID-19" dicabut resmi oleh Pihak Berwenang.
Keputusan Bersama PHDI dan MAD Provinsi Bali  tentang Ketentuan Pelaksanaan Upacara Panca Yadnya dan/atau Kegiatan Adat Dalam Status Pandemi Covid-19 di Bali bisa diunduh melalui link berikut ini : Unduh Keputusan Bersama

Surat Edaran PHDI Pedoman Perawatan Jenazah dan Pitra Yadnya Pasien Covid-19

Melihat perkembangan wabah Covid-19 akhir-akhir ini, Parisadha Hindu Dhrama Indonesia (PHDI) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 312/SE/PHDI Pusat/III/2020 tentang Pedoman Perawatan dan Upacara Pitra Yadnya Bagi Jenazah Pasien Covid-19. Berikut merupakan isi dari Surat Edaran tersebut.

Surat Edaran PHDI Pedoman Perawatan Jenazah dan Pitra Yadnya Pasien Covid-19



  1. Dalam hal pasien COVID-19 meninggal dunia baik yang dirawat di rumah sakit (RS) maupun yang melakukan karantina/isolasi mandiri di rumah atau pasien dalam pengawasan (PDP), termasuk orang dalam pemantauan (ODP) maka perawatan jenazah tidak boleh ditangani sendiri secara tradisional, melainkan dilaporkan ke RS yang menangani COVID- 19, untuk selanjutnya ditangani oleh petugas yang berkompeten;
  2. Perawatan jenazah sejak di ruang rawat/kamar isolasi, ruang jenazah, menuju dan sampai di pemakaman/kremasi wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah. Penjelasan SOP dimaksud dapat diminta kepada petugas setempat yang berwenang;
  3. Proses upacara Pitra Yajna sebaiknya sampai "mendem/makingsan ring agni" melalui kremasi, atau "mendem ring prthiwi" (dikubur) dengan upakara/sesajen sederhana tanpa mengurangi makna/tattva agama Hindu, sehingga tidak melibatkan banyak orang;
  4. Tirtha Pabresihan, Panglukatan, dan Pangentas dimohonkan kepada Pandita/Sulinggih, yang diproses di geria Sulinggih/Pandita pamuput karya, sedangkan proses upacara di krematorium atau di pemakaman dilaksanakan hanya oleh Pinandita Lokapalasraya, Sarati Banten, dan pihak keluarga terdekat dengan jumlah yang sangat terbatas, dengan tetap mematuhi protokoler kewaspadaan terhadap COVID-19 guna mencegah terjadinya penularan;
  5. Jika pihak keluarga korban menginginkan langsung Ngaben, sebaiknya upacaranya dilaksanakan melalui proses kremasi/pembakaran jenazah, tetapi bagi komunitas umat Hindu yang menganut tradisi "mendem ring prthiwi" dapat melakukan upacara Pitra Yadnya di pemakaman dan upacaranya dipimpin (kapuput) oleh Pandita/Sulinggih, tidak melibatkan banyak orang serta wajib mematuhi protokoler kewaspadaan terhadap COVID-19;
  6. Bagi PDP dan ODP yang meninggal bukan di RS penanganan COVID-19, pihak keluarga wajib melaporkan kematian itu kepada pihak berwenang, terutama kepada pihak RS penanganan COVID-19 setempat (proses perawatan j enazah dan ritual/upakara dan upacaranya sama dengan perlakuan terhadap jenazah pasien COVID-19 yang meninggal di RS);
  7. Untuk komunitas umat Hindu yang memiliki/menganut tradisi atau budaya keagamaan yang berbeda makna proses perawatan jenazahnya tetap mengikuti dan mematuhi SOP Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 serta protokoler kewaspadaan terhadap COVID- 19;
  8. Kepada seluruh Pengurus Parisada Hindu Indonesia Provinsi dan Kabupaten/Kota agar melakukan sosialisasi/diseminasi kepada seluruh Ormas Keagamaan Hindu dan umatnya di wilayahnya masing-masing serta melaksanakan koordinasi dengan pihak yang berwenang; 
  9. Kepada seluruh umat Hindu sangat diharapkan untuk tetap waspada dan setia melaksanakan social distancing serta protokoler kewaspadaan terhadap COVID-19 guna mendukung kebijak:an Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran/penularan COVID-19 sehingga kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara segera pulih.
Surat Edaran PHDI tentang Pedoman Perawatan dan Upacara Pitra Yadnya Bagi Jenazah Pasien Covid-19 dapat diunduh melalui link berikut: Unduh Surat Edaran PHDI

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 6

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 6


Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 134


Evaluasi

Perubahan apa yang terjadi pada masa pubertas?
Jawaban :
Pada saat pubertas, terjadi perubahan fisik baik pada anak laki-laki maupun perempuan.
Perubahan fisik pada anak laki-laki

  1. Tumbuhnya jakun
  2. Tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh
  3. Dada membidang
  4. Suara membesar
  5. Otot-otot berkembang dengan pesat
Perubahan fisik pada anak perempuan
  1. Payudara membesar
  2. Pinggul membesar
  3. Suara melengking
  4. Tumbuhnya rambut dibeberapa bagian tubuh


Bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas?
Jawaban :
Cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas

  1. Setiap hari mengganti celana dalam
  2. Menjaga organ reproduksi agar tetap kering
  3. Makan-makanan yang bergizi
  4. Rajin berolahraga
  5. Tidak menahan kencing
  6. Membersihkan organ reproduksi


Apa nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila?
Jawaban :
Nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila
  1. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  2. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  3. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  4. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  6. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

Apa pendapatmu, jika kita selalu memberikan bantuan kepada seseorang sepanjang hidupnya? Mengapa?
Jawaban :
Kita tidak boleh selalu memberikan bantuan kepada seseorang sepanjang hidupnya, karena akan membuat orang itu malas dan tidak mau berusaha. Kita boleh membantu jika dia benar-benar memerlukan bantuan.

Bagaimana cara membuat patung dari sabun batangan?
Jawaban :
Cara membuat patung dari sabun batangan?

  1. Buat sketsa patung yang akan dibuat pada batang sabun
  2. Potong sabun sesuai dengan sketsa yang dibuat dengan menggunakan pisau atau cutter
  3. Haluskan patung


Apa yang harus disiapkan jika kita akan membuat patung dari bubur kertas?
Jawaban :

  1. Siapkan kertas bekas.
  2. Rendam kertas kira-kira selama 24 jam sampai lunak.
  3. Buatlah kerangka menggunakan kawat. Besar kecilnya kawat menyesuaikan besar kecilnya patung yang akan dibuat.
  4. Kertas yang sudah lunak dapat ditumbuk lagi, lalu diperas dan dicampur dengan lem kanji (sampai berbentuk seperti tanah liat).
  5. Tempelkan bubur kertas pada kerangka kawat sesuai dengan bentuk yang dinginkan.
  6. Untuk mendapatkan lapisan luar yang halus, lapislah dengan kertas yang berwarna putih dengan lem.
  7. Jemur patung di bawah sinar matahari. Setelah kering, warnai patung dengan cat kayu atau cat tembok, sesuai warna yang kamu sukai.

Apa saja bentuk kerja sama Indonesia dengan negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan?
Jawaban :
  1. Dibentuknya The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) tanggal 30 November 1965.
  2. Pensinkronisasian standar ijasah antar negara anggota ASEAN.
  3. Peningkatan ilmu pengetahuan kalangan pemuda ASEAN dalam proses integrasi regional.
  4. Pembentukan kelompok peneliti antar negara.
  5. Pertukaran pelajar antar negara anggota.
  6. Peningkatan kualitas sumber daya manusia negara anggota ASEAN agar mampu bersaing baik di tingkat regional maupun internasional.
  7. Pembentukan kurikulum sekolah di negara –negara ASEAN yang berprinsipkan demokrasi, berorientasi pada perdamaian, serta menghargai HAM.
  8. Pembentukan ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerjasama antar universitas terkemuka di ASEAN. 
  9. Penawaran Beasiswa Pendidikan. contohnya Singapura memberikan beasiswa latihan pengolahan jasa pelabuhan udara,kesehatan dan keselamatan kerja industri,komunikasi bahari dan lain². 
  10.  Negara² ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar diberbagai universitas dinegara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yg diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang)



Daftar Isi Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 5

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 5


Ayo Membaca


Pagi itu ayah dan ibu sudah menunggu Beni di kamar makan. Mereka biasa sarapan bersama di pagi hari. Ayah memanggil nama Beni, tetapi Beni tidak menyahut. Kemudian, ibu berjalan menuju kamar Beni. Tiba di depan kamar Beni, ibu mengetuk pintunya sambil berkata, “Beni, ayo kita sarapan.”

“Iya, Bu”, jawab Beni.

Ibu membuka pintu kamar Beni. Ibu melihat Beni sudah mengenakan seragam, tetapi belum menyisir rambutnya. Beni sedang memasukkan buku-buku dan perlengkapan sekolahnya ke dalam tas.

“Kamu tadi terlambat bangun, Beni?” tanya ibu,

“Iya, Bu. Tadi malam Beni mengerjakan tugas. Beni baru tidur pukul 11 lebih” jawab Beni.

“Kapan ibu guru memberikan tugas itu?” tanya ibu.

“Sebenarnya sudah seminggu yang lalu, Bu,” jawab Beni lirih.

“Hhmmm... jika kamu dapat memimpin dirimu sendiri, pasti pagi ini kamu tidak akan terlambat bangun,” kata ibu.

“Maksud Ibu?” tanya Beni.

“Maksud Ibu, jika kamu dapat memimpin dirimu sendiri dengan mengatur waktumu dengan baik, tentu tugas itu sudah selesai dari kemarin, bukan?” kata ibu.

“Iya, Bu. Besok-besok Beni tidak akan menunda mengerjakan tugas,” kata Beni.

“Baiklah. Tapi, Ibu senang kamu telah berusaha keras dan mengerjakan tugasmu sendiri tanpa perlu bantuan orang lain. Ayo, sekarang kita sarapan. Ayah sudah menunggu,” kata ibu.

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 130


Ayo Berdiskusi
Diskusikan dengan teman dalam kelompokmu hal-hal berikut.

Pernahkah kamu mengalami kejadian seperti Beni?
Jawaban : Pernah

Sikap apa yang tidak pantas ditiru dari cerita Beni di atas?
Jawaban : Beni tidak mampu mengatur waktu dengan baik. Dia harus bergadang untuk membuat PR sehingga terlambat bangun pagi.

Sikap apa yang dapat ditiru dari cerita Beni di atas?
Jawaban : Beni berusaha keras dalam mengerjakan tugas sekolah tanpa perlu dibantu oleh orang lain.


Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila.

  1. Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Suka bekerja keras.
  7. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 131


Ayo Menulis


Tuliskanlah contoh-contoh penerapan nilai-nilai keadilan dalam kehidupanmu sehari-hari.
Jawaban :
contoh-contoh penerapan nilai-nilai keadilan dalam kehidupanmu sehari-hari.
  1. Pembagian tugas di rumah yang adil
  2. Pembagian uang jajan yang adil
  3. Tidak curang saat bermain dengan teman
  4. Sportif saat bermain sepak bola

Tuliskan pendapatmu mengenai pelaksanaan keadilan di lingkungan sekitarmu.
Jawaban : 
Menurut saya pelaksanaan keadilan dilingkungan sekitar sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari jarangnya terjadi pertengkaran.

Daftar Isi Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7

Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942

Berkenaan dengan diselenggarakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942 pada tanggal 25 Maret 2020, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942. Berikut merupakan isi Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942.


Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942


RANGKAIAN UPACARA/UPAKARA


A. MELIS / MELASTI / MEKIYIS

Kegiatan Upacara Melis/Melasti/Mekiyis dapat dilaksanakan dari hari Minggu-Selasa, tanggal 22-24 Maret 2020, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan desa adat setempat dan diatur oleh Prajuru Desa masing-masing;

B. BHATARA NYEJER DI PURA DESA/BALE AGUNG

Sekembali dari Melis/Melasti/Mekiyis, Ida Bhatara nyejer di Pura Desa/Bale Agung sampai dengan Tanggal 24 Maret 2020, dan setelah selesai Ngaturang Tawur Kesanga, Ida Bhatara kembali ke Kahyangan masing-masing;

C. TAWUR KESANGA

Upacara Tawur Kesanga pada Tilem Kesanga Saka 1941, pada hari Selasa, Tanggal 24 Maret 2020 dengan acuan pelaksanaan sebagai berikut :

1. NUNAS TIRTA DAN NASI TAWUR

Tanggal 24 Maret 2020, perwakilan dari masing-masing desa/kecamatan agar datang ke Pura Besakih sekitar jam 10.00 Wita, dengan membawa Sujang untuk tempat Tirtha Tawur serta Daksina Pejati dan perlengkapan persembahyangan, guna mohon Nasi Tawur dan Tirtha Tawur untuk disebarkan dan dipercikkan di wilayah masing-masing.

2. TINGKAT KABUPATEN/KOTA

Menggunakan Upakara Tawur Agung dengan segala kelengkapannya. Dilaksanakan dengan mengambil tempat pada Catuspata pada waktu ”Tengai Tepet” (Sekitar Pukul 12.00 Wita). Apabila Kabupaten/Kota belum mampu melaksanakan Tawur Kesanga dengan menggunakan Upacara Tawur Agung, disarankan paling tidak, bisa melaksanakan Panca Kelud Bhuwana atau sesuai dengan kemampuan.

3. TINGKAT KECAMATAN

Menggunakan Upakara Caru Panca Sanak yaitu dengan lima ekor ayam (Panca Warna) ditambah itik belang kalung beserta kelengkapannya atau sesuai dengan kemampuan. Pelaksanaan upacara ini mengambil tempat di Catuspata pada waktu ”Tengai Tepet” (sekitar pukul 12.00 Wita).

4. TINGKAT DESA

Menggunakan Upakara Caru Panca Sata dengan lima ekor ayam (Panca Warna) beserta kelengkapannya atau sesuai dengan kemampuan desa masing-masing dengan mengambil tempat di Catuspata pada waktu ”Sandi Kala” (sekitar jam 18.30 Wita).

5. TINGKAT BANJAR

Menggunakan Upakara Caru Eka Sata yaitu Ayam Brumbun dengan olahan urip 33 (Urip Bhuwana) beserta kelengkapannya atau sesuai dengan kemampuan Banjar masing-masing, dengan mengambil tempat di Catuspata pada waktu ”Sandi Kala” (sekitar jam 18.30 Wita).

6. TINGKAT RUMAH TANGGA

a. MERAJAN/SANGGAH

Menghaturkan Banten Pejati Sakasidan (semampunya) dan dinatar depan pelinggih cukup menghaturkan Segehan Agung Atanding atau Segehan Cacahan 11/33 Tanding dan dipersembahkan kepada Sang Bhuta Bhucari.

b. DI HALAMAN / NATAH RUMAH

Menghaturkan Segehan Manca Warna 9 (Sembilan) tanding dengan olahan ayam brumbun, disertai tetabuhan tuak, arak, berem dan air yang didapatkan dari desa setempat, dihaturkan kehadapan Sang Bhuta Raja dan Sang Kala Raja

c. DI JABA/LEBUH ( Depan Pintu Masuk Halaman Rumah )

Menghatur upakara sebagai berikut :

  • Segehan Cacahan 108 (seratus delapan) tanding dengan ulam jejeron matah dilengkapi dengan Segehan Agung serta tetabuhan tuak, arak, berem, air tawar dari desa setempat, dihaturkan kehadapan Sang Bhuta Bala dan Sang Kala Bala.
  • Semua segehan tersebut dihaturkan dibawah pada saat ”sandi kala” (sekitar jam 18.30 Wita)
  • Di sanggah cucuk dihaturkan peras daksina tipat kelanan.

d. SEMUA ANGGOTA KELUARGA (kecuali yang belum meketus) mebiyakala dan meprayascita di halaman rumah masing-masing. Setelah itu dilanjutkan dengan pengrupukan (mabuu-buu) berkeliling di rumah masing-masing dengan sarana api (obor), bunyi-bunyian (kulkul bambu atau yang lain), bawang, mesui dan jangu.

D. NGERUPUK

Akhir dari pelaksanaan Upacara Tawur Kesanga terutama di tingkat Desa, Banjar dan Rumah Tangga adalah dengan melaksakan upacara Mabuu-buu atau lebih dikenal dengan Ngerupuk. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat Ngerupuk antara lain:


  1. Ngerupuk agar dilaksanakan dengan hikmat, tertib dan aman sesuai dengan nilai-nilai kesucian keagamaan serta dipimpin oleh Bendesa/Klian Adat dan Perbekel setempat, sedangkan untuk ditingkat rumah tangga dipimpin oleh kepala keluarga.
  2. Sarana pokok Ngerupuk berupa: api (obor), bawang, mesui, dan bunyi-bunyian atau tangguran/beleganjuran. Ngerupuk dilaksanakan Nyatur Desa (keliling desa/banjar/rumah) atau menyesuaikan dengan kondisi setempat. Perlu adanya koordinasi dengan desa/banjar sekitar demi terpeliharanya suasana khidmat, tertib dan keamanan bersama.
  3. Apabila ada masyarakat membuat Ogoh-ogoh hendaknya bersifat etis, estetis, religius, dan pelaksanaannya merupakan tanggung jawab Desa Adat, Banjar, dan lingkungan masing-masing.

NYEPI SIPENG



Nyepi Sipeng dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 25 Maret 2020 selama sehari penuh (24) jam sejak jam 06.00 Wita sampai dengan jam 06.00 Wita keesokan harinya, dengan melaksakan Catur Brata Penyepian :
  1. Amati Gni, yaitu : tidak menyalakan api/lampu termasuk api nafsu yang mengandung makna pengendalian diri dari segala bentuk angkara murka.
  2. Amati Karya, yaitu : tidak melakukan kegiatan fisik/kerja dan yang terpenting adalah melakukan aktivitas rohani untuk penyucian diri.
  3. Amati Lelungan, yaitu: tidak berpergian, akan tetapi senantiasa introspeksi diri/mawas diri dengan memusatkan pikiran astiti bhakti kehadapan Hyang Widhi /Ista Dewata beliau.
  4. Amati Lelanguan, yaitu : tidak mengadakan hiburan/rekreasi yang bertujuan untuk bersenang-senang, melainkan tekun melatih bathin untuk mencapai produktivitas rohani yang tinggi.
Pelaksanaan Catur Brata Penyepian ini supaya di awasi secara ketat dan seksama oleh Pecalang Desa/Banjar masing-masing dibawah koordinasi Prajuru Desa/Banjar setempat dan menghimbau kepada Pemerintah Daerah beserta Jajarannya untuk berkordinasi dengan umat lain melalui FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) agar dapat menyesuaikan diri didalam menyukseskan pelaksanaan Brata Penyepian seperti: tidak ada bunyi pengeras suara saat Sholat dan tidak menyalakan lampu pada waktu malam hari. Dapat diberikan pengecualian bagi yang menderita atau sakit dan membutuhkan layanan untuk keselamatan dan hal-hal lain dengan alasan kemanusiaan


NGEMBAK GNI


Setelah melaksanakan Nyepi Sipeng, keesokan harinya yaitu Hari Kamis, tanggal 26 Maret 2020 dilaksanakan acara Ngembak Gni yaitu Ngelebar Brata Penyepian dengan melakukan Sima Krama atau Dharma Santi yang pelaksanaannya diatur oleh Desa Adat, Banjar, Lingkungan, Instansi terkait sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.

LAIN-LAIN

Sehubungan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942, tanggal 25 Maret 2020, maka bilamana umat Hindu di Bali ada yang melaksanakan upacara Piodalan/Pujawali di Merajan/Sanggah atau Pura tertentu, maka Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali menyampaikan himbauan sebagai berikut:
  1. Upacara Piodalan/Pujawali tetap dilaksanakan, namun diusahakan agar menggunakan upacara tingkat terkecil dan dilaksanakan sedini mungkin dan upacara tersebut harus selesai saat”Galang Kangin” (pukul 06.00 Wita) pada hari Nyepi, tanggal 25 Maret 2020.
  2. Upacara Piodalan/Pujawali dipimpin oleh Pemangku Pura yang bersangkutan dengan meminimalkan penggunaan api/dupa, tidak menggunakan tetangguran/tetabuhan gong dan Dharmagita.
  3. Usahakan agar tidak mengerahkan umat terlalu banyak atau cukup dilaksanakan oleh Pengempon yang berdomisili dekat dengan Pura, sedangkan umat yang lainnya cukup ngayat dari rumah masing-masing.
  4. Pelaksanaan Piodalan/Pujawali seperti tersebut diatas, secara lebih teknis agar diatur/dikoordinasikan oleh Pengurus Parisada setempat sesuai dengan Dresta yang berlaku, dengan catatan agar tidak banyak menyimpang dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
  5. Bagi mereka wisatawan yang berada di Bali saat hari raya Nyepi tahun Caka 1942 tanggal, 25 Maret 2020 agar turut serta menjaga kesucian, kedamaian, keharmonisan, kerukunan antar dan inter umat beragama.
  6. Merujuk seruan bersama Majelis-Majelis Agama dan keagamaan Provinsi Bali tahun 2018 tertanggal, 15 februari 2018 tentang penggunaan media (cetak, elektronik dan sosial media) agar ditindaklanjuti kembali oleh instansi terkait.
Demikian pedoman ini, untuk disampaikan kepada lembaga/instansi terkait untuk menjadi maklum dan selanjutnya pedoman ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan tetap memperhatikan Dresta setempat yang berlaku.

Berikut merupakan Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942



Pedoman juga dapat diunduh melalui link berikut : Unduh Pedoman

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 4

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 4


Dheda dan Lima Butir Kentang

Dahulu, ada seorang pencari kayu bakar bernama Dheda. Dia hidup bersama istri dan ketiga anaknya. Mereka keluarga miskin yang tinggal di gubuk sederhana. Sudah seminggu ini, turun hujan. Dheda pun tidak dapat pergi ke hutan mencari kayu bakar.

Istri Dheda berkata, “Suamiku, persediaan makanan kita hampir habis. Di sini, hanya tersisa lima butir kentang. Itu pun tidak cukup untuk makan kita sekeluarga.”

“Aku tahu. Bersabarlah, semoga besok tidak hujan dan aku dapat pergi bekerja. Sisa kentang yang ada biarlah untuk makan anak-anak saja,” kata Dheda.

Menjelang sore, ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Dheda. Setelah dibuka, ternyata ada seorang pengemis tua. Dia basah kuyup kehujanan. “Aku sudah berhari-hari kehujanan. Aku juga kedinginan dan kelaparan. Bolehkah aku minta sedikit makanan?” tanyanya.

Dheda kasihan melihat si Pengemis. Tapi, dia juga tidak mempunyai banyak makanan. Dheda bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya. Akhirnya, mereka bersepakat untuk memberikan sisa makanan kepada si Pengemis.

“Baiklah, kami akan memberikan lima butir kentang itu kepadamu. Kami sangat kasihan melihatmu,” kata Dheda kepada si pengemis.

“Tunggulah sebentar, aku akan memasaknya dulu,” kata istri Dheda. Setelah matang, kentang pun dihidangkan. Si Pengemis makan empat butir kentang. Kini, kentang yang tersisa tinggal satu. Sebelum pergi dia berpesan, “Jika kalian mau makan, irislah kentang ini menjadi lima. Pasti cukup untuk makan keluargamu.”

Dheda kemudian mengiris kentang itu menjadi lima. Ternyata, kelima irisan kentang itu berubah menjadi lima butir kentang. Jika sebutir kentang diiris lima lagi, maka tiap irisannya akan menjadi lima butir kentang lagi. Begitu seterusnya.

Kini, Dheda dan keluarganya tidak pernah kekurangan makanan lagi. Dheda juga membagi-bagikan kentangnya kepada tetangganya.

“Aku sudah berhari-hari kehujanan. Aku juga kedinginan dan kelaparan. Bolehkah aku minta sedikit makanan?” tanyanya.

Dheda kasihan melihat si Pengemis. Tapi, dia juga tidak mempunyai banyak makanan. Dheda bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya. Akhirnya, mereka bersepakat untuk memberikan sisa makanan kepada si Pengemis.

“Baiklah, kami akan memberikan lima butir kentang itu kepadamu. Kami sangat kasihan melihatmu,” kata Dheda kepada si pengemis.

“Tunggulah sebentar, aku akan memasaknya dulu,” kata istri Dheda. Setelah matang, kentang pun dihidangkan. Si Pengemis makan empat butir kentang. Kini, kentang yang tersisa tinggal satu. Sebelum pergi dia berpesan, “Jika kalian mau makan, irislah kentang ini menjadi lima. Pasti cukup untuk makan keluargamu.”

Dheda kemudian mengiris kentang itu menjadi lima. Ternyata, kelima irisan kentang itu berubah menjadi lima butir kentang. Jika sebutir kentang diiris lima lagi, maka tiap irisannya akan menjadi lima butir kentang lagi. Begitu seterusnya.

Kini, Dheda dan keluarganya tidak pernah kekurangan makanan lagi. Dheda juga membagi-bagikan kentangnya kepada tetangganya.

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 126


Ayo Berdiskusi

Bersama kelompokmu, identifikasilah penerapan nilai-nilai Pancasila yang ada pada cerita “Dheda dan Lima Butir Kentang” di atas. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut.


NO PERISTIWA DALAM CERITA NILAI-NILAI PANCASILA YANG SESUAI
1 Dheda bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarab perwakilan
2 Dheda kasihan melihat si Pengemis Kemanusiaan yang adil dan beradab

Daftar Isi Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 119


Rancanglah teks pidato. Kamu dapat menggunakan teks tentang sejahtera bersama koperasi yang telah kamu baca sebagai ide.

Jawaban:
Rancangan pidato
Judul pidato : Ayo belanja di koperasi sekolah.
Bagian pembuka : Mengucapkan salam
Bagian Inti :

  1. Menjelaskan koperasi sekolah
  2. Menjelaskan manfaat koperasi sekolah
  3. Menjelaskan keuntungan berbelanja di koperasi sekolah
  4. Mengajak seluruh siswa berbelanja di koperasi sekolah
Bagian penutup : Menyimpulkan pidato dan mengucapkan salam penutup.


Bacalah teks pidato berikut, kemudian lakukan perintah dari teks yang ada di bawahnya.

“Bapak dan Ibu Guru serta seluruh karyawan SD Palapa yang saya hormati. Tidak terasa, sudah satu tahun saya menjalankan kepercayaan dari Bapak dan Ibu untuk memimpin koperasi karyawan kita. Sudah beberapa tahun kita bersama-sama merasakan manfaat organisasi kecil kita ini. Perlu kita ingat kembali, bahwa tujuan mendirikan koperasi bukan untuk mencari keuntungan. Koperasi karyawan kita dirikan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hasil atas berkembangnya usaha bersama ini.”

“Bapak dan Ibu, kekeluargaan dan kebersamaan adalah modal utama dalam koperasi ini. Peduli terhadap jalannya usaha koperasi menjadi kewajiban tiap anggota, bukan hanya tugas ketua atau pengurus. Semua memperoleh kesempatan untuk belajar. Secara mandiri kita menetapkan jenis usaha koperasi dan menjalankannya. Pengurus yang melaksanakan, anggota yang mengawasi dan memberi masukan.”

“Keuntungan pribadi tidak diutamakan. Justru melalui koperasi, kita mengasah kepedulian terhadap kebutuhan anggota lain. Sudah lima tahun berjalan, semua keputusan kita tetapkan bersama secara musyawarah. Begitupun dengan keuntungan koperasi di tahun ini. Apakah keuntungan tersebut akan dibagikan kepada anggota atau akan dimasukkan kembali sebagai penambah modal, akan kita diskusikan dalam rapat besar hari ini.” “Bapak dan Ibu, rapat besar koperasi tidak hanya untuk anggota, namun terbuka untuk semua. Justru saya ingin semua keluarga besar SD Palapa menyaksikan proses musyawarah ini. Saya ingin semua menyaksikan, bahwa banyak hal yang dapat dipelajari melalui koperasi karyawan. Saya ingin semua merasakan bahwa kesejahteraan bersama dapat diwujudkan melalui kepedulian, kekeluargaan, serta kebersamaan.”

“Bapak dan ibu, saya tentu berharap anggota koperasi terus bertambah. Semoga saja, suatu saat nanti keluarga besar SD Palapa lengkap ada di dalamnya. Tak perlu risau memperhitungkan keuntungan pribadi, tetapi, ayo kita berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama melalui koperasi.”


Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 120



Dari teks pidato tersebut, tentukanlah bagian pembuka, inti, dan penutup. Berilah tanda di bagian tersebut dengan pensil.

Jawaban :
Bagian Pembuka
“Bapak dan Ibu Guru serta seluruh karyawan SD Palapa yang saya hormati. Tidak terasa, sudah satu tahun saya menjalankan kepercayaan dari Bapak dan Ibu untuk memimpin koperasi karyawan kita. Sudah beberapa tahun kita bersama-sama merasakan manfaat organisasi kecil kita ini. Perlu kita ingat kembali, bahwa tujuan mendirikan koperasi bukan untuk mencari keuntungan. Koperasi karyawan kita dirikan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hasil atas berkembangnya usaha bersama ini.”

Bagian Inti
“Bapak dan Ibu, kekeluargaan dan kebersamaan adalah modal utama dalam koperasi ini. Peduli terhadap jalannya usaha koperasi menjadi kewajiban tiap anggota, bukan hanya tugas ketua atau pengurus. Semua memperoleh kesempatan untuk belajar. Secara mandiri kita menetapkan jenis usaha koperasi dan menjalankannya. Pengurus yang melaksanakan, anggota yang mengawasi dan memberi masukan.”

“Keuntungan pribadi tidak diutamakan. Justru melalui koperasi, kita mengasah kepedulian terhadap kebutuhan anggota lain. Sudah lima tahun berjalan, semua keputusan kita tetapkan bersama secara musyawarah. Begitupun dengan keuntungan koperasi di tahun ini. Apakah keuntungan tersebut akan dibagikan kepada anggota atau akan dimasukkan kembali sebagai penambah modal, akan kita diskusikan dalam rapat besar hari ini.” 

“Bapak dan Ibu, rapat besar koperasi tidak hanya untuk anggota, namun terbuka untuk semua. Justru saya ingin semua keluarga besar SD Palapa menyaksikan proses musyawarah ini. Saya ingin semua menyaksikan, bahwa banyak hal yang dapat dipelajari melalui koperasi karyawan. Saya ingin semua merasakan bahwa kesejahteraan bersama dapat diwujudkan melalui kepedulian, kekeluargaan, serta kebersamaan.”

Bagian penutup
“Bapak dan ibu, saya tentu berharap anggota koperasi terus bertambah. Semoga saja, suatu saat nanti keluarga besar SD Palapa lengkap ada di dalamnya. Tak perlu risau memperhitungkan keuntungan pribadi, tetapi, ayo kita berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama melalui koperasi.”


Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 121


Tulislah teks pidatomu di bawah ini!

Selamat pagi teman-teman.
Hari ini, saya akan berbicara tentang koperasi sekolah kita. Hal ini penting saya sampaikan, karena jumlah siswa yang berbelanja di koperasi sekolah kita sangat sedikit.

Teman-teman yang saya sayangi, koperasi sekolah ini merupakan sebuah badan usaha yang ada di sekolah kita. Kita deberikan keleluasaan untuk mengelola koperasi ini. Dari sini kita bisa belajar untuk berwirausaha, berinovasi dan berorganisasi.

Selain itu teman-teman, perlengkapan yang dijual di koperasi sekolah kita ini lebih murah jika dibandingkan dengan harga toko. Hal ini tentu bisa membantu teman-teman yang kurang mampu. Dengan adanya perlengkapan sekolah yang murah.

Mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita peroleh dari koperasi sekolah kita ini, dalam kesempatan ini saya mengajak teman-teman untuk berbelanja di koperasi sekolah kita. Sehingga, koperasi sekolah kita bisa menjadi semakin maju.


Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 122



Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut dengan teman sekelompokmu.

Dari teks pidato di atas, apa yang kamu ketahui tentang koperasi?
Jawaban :
Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Asas dari koperasi adalah kekeluargaan.

2. Nilai-nilai Pancasila apa sajakah yang diterapkan oleh para anggota koperasi?
Jawaban :
Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan oleh anggota koperasi
Sila 1 : keanggotaan koperasi secara umum tanpa membedakan agama dan kepercayaan yang dianut. Setiap pelaksanaan kegiatan koperasi juga tidak boleh terlepas dari norma-norma agama yang telah ditetapkan.
Sila 2 : semua anggota koperasi berhak mendapat perlakuan yang sama dan mengesampingkan perbedaan yang ada. Dalam sila kedua ini bersikap adil, menghargai hak dan kewajiban, dan bersikap tenggang rasa perlu diterapkan dalam keanggotaan koperasi.
Sila 3 : anggota koperasi perlu menanamkan sikap rela berkorban, cinta tanah air, dan menjaga persatuan antaranggota koperasi itu sendiri.
Sila 4 : pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat di suatu Rapat Anggota. Sila 5 : koperasi bekerja tidak hanya untuk kepentingan anggotanya saja, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat di sekitar koperasi.


Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 122


Coba, carilah informasi bentuk-bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan di ASEAN. Carilah informasi dari buku-buku referensi di perpustakaan sekolahmu. Jika kamu mencari informasi dari internet, mintalah Bapak/Ibu guru mendampingimu.
Jawaban :
Bentuk kerjasama dalam bidang pendidikan di ASEAN

  1. Dibentuknya The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) tanggal 30 November 1965.
  2. Pensinkronisasian standar ijasah antar negara anggota ASEAN.
  3. Peningkatan ilmu pengetahuan kalangan pemuda ASEAN dalam proses integrasi regional.
  4. Pembentukan kelompok peneliti antar negara.
  5. Pertukaran pelajar antar negara anggota.
  6. Peningkatan kualitas sumber daya manusia negara anggota ASEAN agar mampu bersaing baik di tingkat regional maupun internasional.
  7. Pembentukan kurikulum sekolah di negara –negara ASEAN yang berprinsipkan demokrasi, berorientasi pada perdamaian, serta menghargai HAM.
  8. Pembentukan ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerjasama antar universitas terkemuka di ASEAN. 
  9. Penawaran Beasiswa Pendidikan. contohnya Singapura memberikan beasiswa latihan pengolahan jasa pelabuhan udara,kesehatan dan keselamatan kerja industri,komunikasi bahari dan lain². 
  10.  Negara² ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar diberbagai universitas dinegara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yg diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang)

Daftar Isi Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7