Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali

Perkembangan pariwisata di Bali ternyata membawa dampak yang sedikit mengganggu kebudayaan Bali. Salah satunya adalah banyaknya ditemukan pementasan Tari Sakral Bali yang dipertunjukkan di luar tujuan-tujuan upacara/upakara, tradisi, adat, dan keagamaan Hindu.

Tari Sakral Bali
Tari Sanghyang Dedari


Hal ini tentu sangat merisaukan. Pementasan tari sakral tidak pada tempatnya ini tentu mengakibatkan merosotnya nilai-nilai kesakralan, memudarkan keutuhan seni, aura magis, muatan taksu, serta dapat menghilangkan sumber kreativitas/penciptaan seni.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ketua PHDI Provinsi Bali, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ketua Listibiya Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali dan Rektor ISI Denpasar mengeluarkan Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali.

Melalui keputusan bersama ini, semua pihak dilarang mempertunjukkan/ mempertontonkan/ menggelarkan/ mementaskan segala jenis dan bentuk Tari Sakral Bali di luar tujuan sakral (Upacara dan Upakara Agama Hindu). Prajuru Desa Adat, lembaga pemerintah/non pemerintah, sekaa/ sanggar/ komunitas dan masyarakat Bali diharuskan melakukan langkah-langkah pencegahan, pengawasan, dan pembinaan dalam rangka penguatan dan perlindungan Tari Sakral Bali.

Apabila terjadi pelanggaran, akan diambil tindakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Jenis dan Nama Tari Sakral Bali



Berikut merupakan daftar jenis dan nama tari sakral Bali.


1. Kelompok Tari Baris Upacara

  1. Baris Katekok Jago
  2. Baris Presi
  3. Baris Gede
  4. Baris Omang
  5. Baris Bajra
  6. Baris Jojor
  7. Baris Tamiang
  8. Baris Tumbak
  9. Baris Panah
  10. Baris Goak
  11. Baris Poleng
  12. Baris Dadap
  13. Baris Pendet
  14. Baris Cina
  15. Baris Nuri
  16. Baris Irengan
  17. Baris Derma
  18. Baris Lutung
  19. Baris Kelempe
  20. Baris Cendekan
  21. Baris Jangkang
  22. Baris Gayung
  23. Baris Taruna
  24. Baris Juntal
  25. Baris Cekuntil
  26. Baris Bedil
  27. Baris Kupu-kupu
  28. Baris Cerekuak
  29. Baris Topeng
  30. Baris Demang
  31. Baris Kelemat
  32. Baris Memedi
  33. Baris Ketujeng
  34. Baris Tanglungleng
  35. Baris Tengklong
  36. Baris Midergita
  37. Baris Wayang
  38. Baris Kuning
  39. Baris Rejang
  40. Baris Sangkur
  41. Baris Nawa Sanga
  42. Baris Wong
  43. Baris Gebug
  44. Baris Jago
  45. Baris Pati
  46. Baris Krebek
  47. Baris Kakuung
  48. Baris Keris

2. Kelompok Tari Sanghyang


  1. Sanghyang Dedari
  2. Sanghyang Deling
  3. Sanghyang Bojog
  4. Sanghyang Jaran
  5. Sanghyang Lelipi
  6. Sanghyang Celeng
  7. Sanghyang Kuluk
  8. Sanghyang Sriputut
  9. Sanghyang Memedi
  10. Sanghyang Capah
  11. Sanghyang Sela Perahu
  12. Sanghyang Sampat
  13. Sanghyang Lesung
  14. Sanghyang Kekerek
  15. Sanghyang Jaran Gading
  16. Sanghyang Jaran Putih
  17. Sanghyang Teter
  18. Sanghyang Dongkang
  19. Sanghyang Penyu
  20. Sanghyang Lilit Linting
  21. Sanghyang Sembe
  22. Sanghyang Tutup
  23. Sanghyang Penyalin
  24. Sanghyang Sengkrong
  25. Sanghyang Kerek
  26. Sanghyang Topeng Legong

3. Kelompok Tari Rejang

  1. Rejang Renteng
  2. Rejang Bengkol
  3. Rejang Oyodpadi
  4. Rejang Nyannying
  5. Rejang Gecekan
  6. Rejang Deha Malon
  7. Rejang Dewa
  8. Rejang Abuang
  9. Rejang Gabor
  10. Rejang Sutri
  11. Rejang Kuning
  12. Rejang Bungaya
  13. Rejang Deha Tenganan
  14. Rejang Onying
  15. Rejang Kompol
  16. Rejang Deha Asak
  17. Rejang Lilit
  18. Rejang Alus
  19. Rejang Luk Penyalin
  20. Rejang Grenggong
  21. Rejang Glibag Ganjil
  22. Rejang Sari
  23. Rejang Sutri
  24. Rejang Pusung
  25. Rejang Gelung
  26. Rejang Serati

4. Kelompok Tari Barong Upacara


  1. Barong Brutuk
  2. Barong Ket
  3. Barong Bangkal
  4. Barong Macan
  5. Barong Kidang
  6. Barong Asu
  7. Barong Singa
  8. Barong Gajah
  9. Barong Landung
  10. Barong Dawang-Dawang
  11. Barong Kedingkling

5. Tari Pendet Upacara
6. Tari Kincang-Kincung
7. Tari Sraman
8. Tari Abuang/Mabuang
9. Tari Gayung


Download Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali



Keputusan Bersama Ketua PHDI Provinsi Bali, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ketua Listibiya Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali dan Rektor ISI Denpasar mengeluarkan Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali bisa diunduh melalui link di bawah ini.

Download Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali

Demikian informasi mengenai Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali. Semoga bermanfaat.

Download Buku PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Terbaru

Tahun 2019, Kemendikbud mengeluarkan Buku Pembelajaran PJOK untuk kelas 5 SD kurikulum 2013. Ada dua jenis buku yang dikeluarkan yaitu Buku Siswa PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 dan Buku Guru PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013.

Buku PJOK Kelas 5 SD



Download Buku Siswa PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013


Buku Siswa PJOK Kelas 5 merupakan buku panduan yang dipergunakan oleh siswa kelas 5 untuk belajar PJOK. Di dalam Buku Siswa PJOK ini memuat materi-materi yang akan di bahas di kelas 5. Materi tersebut meliputi:
  1. Kombinasi Gerak Dasar dalam Berbagai Permainan Bola Besar
  2. Kombinasi Gerak Dasar dalam Berbagai Permainan Bola Kecil
  3. Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar melalui Lompat Jauh dan Lempar Roket
  4. Variasi Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor dalam Bela Diri Pencak Silat
  5. Latihan Daya Tahan Jantung untuk Pengembangan Kebugaran Jasmani
  6. Kombinasi Pola Gerak Dominan pada Senam Ketangkasan Menggunakan Alat
  7. Kombinasi Gerak Dasar Langkah dan Ayunan Lengan dalam Aktivitas Berirama
  8. Renang Gaya Dada
  9. Pemeliharaan Diri dan Orang Lain dari Penyakit
  10. Bahaya Rokok, Minuman Keras, dan Narkoba
Selengkapnya Buku Siswa PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 bisa diunduh melalui link di bawah ini.



Download Buku Guru PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013



Buku Guru PJOK Kelas 5 merupakan buku panduan guru PJOK dalam melakukan pembelajaran di kelas 5. Di dalam buku tersebut tercantum langkah-langkah kegiatan yang dapat dilakukan guru. Langkah-langkah tersebut tentunya bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan. Pembelajaran telah disesuaikan dengan model saintifik dan penerapan HOTS serta penanaman nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). 

Selengkapnya Buku Guru PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Download Buku PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Terbaru. Semoga bermanfaat.

Download juga:
Buku PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 Terbaru
Buku PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru

Download Buku PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 Terbaru

Pembelajaran PJOK di kelas 6 bagi sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sudah dipermudah oleh Kemendikbud. Di tahun 2019, Kemendikbud mengeluarkan Buku PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013. Buku ini terdiri atas Buku Siswa PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 dan Buku Guru PJOK Kelas 6 Kurikulum 2013.

Buku Siswa PJOK Kelas 6 Kurikulum 2013



Download Buku Siswa PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013


Buku siswa PJOK Kelas 6 ini merupakan buku panduan bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK di kelas 6. Materi yang disajikan dalam buku ini bersifat kontekstual dan aplikatif. Materi yang ada di dalam Buku Siswa PJOK Kelas 6 SD ini meliputi:

  1. Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Permainan Bola Besar,
  2. Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Berbagai Permainan Bola Kecil,
  3. Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar,
  4. Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor dalam Seni Bela Diri Pencak Silat,
  5. Aktivitas Kebugaran Jasmani,
  6. Gerak Dominan dalam Senam Lantai,
  7. Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Aktivitas Berirama, 
  8. Renang Gaya Punggung dan Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air, 
  9. Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi,
Selengkapnya Buku Siswa PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Download Buku Guru PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013


Buku Guru PJOK Kelas 6 SD merupakan buku panduan bagi guru dalam mengajarkan PJOK di kelas 6. Melalui buku ini, guru dapat melakasanakan pembelajaran dengan baik dan menyenangkan. Dalam buku ini, guru diberikan cara mengoperasionalkan buku siswa dan menerapkan pendekatana saintifik seperti amanat dalam kurikulum 2013.

Selengkapnya Buku Guru PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 dapat diunduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Download Buku PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 Terbaru. Semoga bermanfaat.

Download juga:
Buku PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Terbaru
Buku PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru

Download Buku PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru

Di tahun 2019, pembelajaran PJOK di sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum 2013 diajarkan secara terpisah. Sehingga materi olahraga tidak lagi ada di dalam buku tematik. Berkenaan dengan hal itu, Kemendikbud mengeluarkan Buku PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru. Buku tersebut terdiri atas Buku Siswa PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 terbaru dan Buku Guru PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 terbaru.

Buku Siswa PJOK Kelas 4 SD


Download Buku Siswa PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru


Buku siswa PJOK Kelas 4 SD merupakan buku diperuntukkan bagi siswa. Buku Siswa ini dilengkapi materi, soal, dan berbagai aktivitas terkait kombinasi gerak dan usaha untuk menjaga kesehatan. Aktivitas yang ada di dalam buku siswa tersebut dirancang agar siswa terbiasa melakukan gerak jasamani dengan menyenangkan.

Materi yang disajikan dalam Buku Siswa PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru meliputi:

  1. Variasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manifulatif dalam Permainan Bola Besar.
  2. Variasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manifulatif dalam Permainan Bola Kecil (Kasti)
  3. Variasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar 
  4. Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor dalam Seni Bela Diri Pencak Silat 
  5. Aktivitas Kebugaran Jasmani 
  6. Variasi Berbagai Pola Gerak dalam Aktivitas Senam Lantai
  7. Variasi Langkah dan Ayunan Lengan pada Aktivitas Gerak Berirama 
  8. Renang Gaya Bebas
  9. Jenis Cedera dan Cara Penanggulangannya 
  10. Perilaku Terpuji dalam Pergaulan Sehari-hari

Selengkapnya Buku Siswa PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 terbaru bisa diunduh melalui link di bawah ini.



Download Buku Guru PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru


Buku Guru PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 meupakan buku yang disusun dengan tujuan memandu guru dalam menyampaikan materi PJOK di kelas 4 SD. Melalui Buku Guru PJOK Kelas 4 ini, guru dapat melaksanakan pembelajaran PJOK secara menyenangkan. Pembelajaran yang dilakukan guru lebih bervariatif sehingga peserta didik termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran.

Dalam Buku PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 ini termuat tahapan-tahapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Tahapan pembelajaran ini sudah disesuaikan dengan tuntutan pembelajaran HOTS dan menyisipkan nilai Penguatan Pendidikan Karakater.

Buku Guru PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 bisa diundug melalui link di bawah ini.

Download Buku Guru PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru


Demikian informasi mengenai Download Buku PJOK Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Terbaru. Semoga bermanfaat.

Download Juga:
Buku PJOK Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Terbaru
Buku PJOK Kelas 6 SD Kurikulum 2013 Terbaru

Penerimaan Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Tahun 2019

Penerimaan Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Volume 6 Nomor 2 Tahun 2019 - P4TK Matematika yang mengelola Jurnal IDEAL MathEDU mengeluarkan pengumuman Penerimaan Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Volume 6 Nomor 2 Tahun 2019. Penerimaan artikel dibuka bagi widyaiswara, PTP, Guru Kelas, Guru Matematika, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.

Jurnal IDEAL MathEDU 2019


Bidang Kajian Penerimaan Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Tahun 2019


Adapun bidang kajian yang dapat dikirimkan meliputi:

  1. Kurikulum sekolah
  2. Matematika sekolah (SD, SMP, SMA, dan SMK)
  3. Manajemen pendidikan
  4. Media pembelajaran
  5. Penilaian pendidikan
  6. Proses pembelajaran
  7. Kebijakan pendidikan
  8. Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus
  9. Pendidikan informal dan nonformal
  10. Fasilitias pendidik/tenaga kependidikan
  11. Bidang-bidang lain yang masih terkait pendidikan Matematika

Cara Mengirimkan Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Tahun 2019


Artikel yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan di media publikasi apapun. Jenis artikel bisa berupa hasil penelitian, pengembangan, maupun kajian literatur. Untuk artikel hasil penelitian, pelaksanaan penelitian tidak lebih dari dua tahun yang lalu. 

Pengiriman karya dapat dilakukan dengan mengakses : http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/journals/index.php/idealmathedu/index


Batas Waktu Pengiriman Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Tahun 2019


Naskah dibuat sesuai dengan template yang diberikan. Template naskah dapat diunduh melalui link di bawah ini.


Naskah paling lambat dikirimkan tanggal 20 September 2019.

Kumpulan jurnal IDEAL MathEDU dapat diunduh melalui link di bawah ini:
Unduh Kumpulan Jurnal IDEAL MathEDU P4TK Matematika pdf

Demikianlah informasi mengenai Penerimaan Artikel Jurnal IDEAL MathEDU Volume 6 Nomor 2 Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020

Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020 - Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mengenai Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020. Berikut merupakan informasi mengenai Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020 berdasarkan SKB tersebut.

Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020



Dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberikan pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020.

Dalam SKB tersebut Menteri Agama memutuskan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1441 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Daftar Hari Libur Tahun 2020


Berikut merupakan Daftar Hari Libur Tahun 2020.


HARI TANGGAL KETERANGAN
Rabu, 1 Januari 2020 Tahun Baru Masehi
Sabtu, 25 Januari 2020 Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
Minggu, 22 Maret 2020 Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Rabu, 25 Maret 2020 Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
Jumat, 10 April 2020 Wafat Isa Al Masih
Jumat, 1 Mei 2020 Hari Buruh Internasional
Kamis, 7 Mei 2020 Hari Raya Waisak 2564
Kamis, 21 Mei 2020  Kenaikan Isa Al Masih
Mingg-Senin, 24-25 Mei 2020 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
Senin, 1 Juni 2020 Hari Lahir Pancasila
Jumat, 31 Juli 2020 Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah
Senin, 17 Agustus 2020 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Kamis, 20 Agustus 2020 Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
Kamis, 29 Oktober 2020 Maulid Nabi Muhammad SAW
Jumat, 25 Desember 2020 Hari Raya Natal

Daftar Hari Cuti Bersama Tahun 2020



HARI TANGGAL KETERANGAN
Jumat, Selasa, dan Rabu
22, 26, dan 27 Mei 2020
Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
Kamis, 24 Desember 2020 Hari Raya Natal

Download SKB Tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020


Surat Keputusan Bersama Tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020 bisa diunduh melalui link di bawah ini.

Download SKB Tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020 Pdf

Demikian informasi mengenai Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020. Semoga bermanfaat.

Lomba Membatik 2019 (Deadline 21 September 2019)

Lomba Membatik 2019 (Deadline 21 September 2019) - Kemendikbud di tahun 2019 ini kembali menyelenggarakan Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (Membatik). Lomba ini bisa diikuti oleh Guru, Siswa, Mahasiswa dan Khalayak Umum.

Lomba Membatik Tahun 2019
]


Kategori Lomba Membatik Tahun 2019


Ada empat kategori dalam lomba Membatik tahun 2019. Ketegori tersebut meliputi:

  1. Kategori lomba video pembelajaran (format video berupa .mp4)
  2. Lomba multimedia interaktif (fomat file berupa .HTML)
  3. Game edukatif (format game berupa .HTML)
  4. Augmen Reality (formar AR/VR berupa .apk

Syarat dan Ketentuan Lomba Membatik Tahun 2019


Syarat dan Ketentuan lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK Tahun 2019 adalah sebagai berikut:
  1. Media pembelajaran yang di ikutkan lomba MembaTIK belum pernah di publikasikan.
  2. Media pembelajaran yang di ikutkan lomba MembaTIK akan menjadi Hak Milik sepenuhnya Pustekkom Kemdikbud untuk di unggah ke dalam Rumah Belajar.
  3. Mengisi Surat Pernyataan Keaslian karya (format dapat di unduh melalui website MembaTIK).
  4. Konten tidak mengandung muatan SARA.
  5. Karya yang di lombakan mengikuti standar penyajian yang telah di tentukan oleh Pustekkom.
  6. Standar penyajian masing-masing jenis media pembelajaran (video, multimedia interaktif, Augmented Reality, Game) dapat di unduh melalui website MembaTIK.

Sasaran Peserta Lomba Membatik Tahun 2019


Sasaran peserta dalam lomba membatik tahun 2019 meliputi:

  1. Media pembelajaran berbasis Video = Guru.
  2. Media Pembelajaran interaktif (format HTML) = Guru, mahasiswa, siswa dan umum.
  3. Media Pembelajaran berbasis Game (format HTML) = Guru, mahasiswa, siswa dan umum.
  4. Media Pembelajaran berbasis Augmented dan Virtual Reality = Guru, mahasiswa, siswa dan umum.

Kriteria Peserta Lomba Membatik Tahun 2019



  1. Guru PNS dan non PNS semua jenjang, jenis dan Jalur Pendidikan.
  2. Siswa semua jenjang, jenis dan jalur Pendidikan (formal non formal).
  3. Umum: WNI, perseorangan atau kelompok (komunitas).

Cara Mengikuti Lomba Membatik Tahun 2019


Bagi yang ingin mengikuti lomba Membatik Tahun 2019, berikut merupakan tahapan yang harus dilakukan.
  1. Lakukan pendaftaran di laman https://membatik.kemdikbud.go.id/beranda/daftar. Isikan nama lengkap, email, kategori peserta, password, dan password konfimasi kemudia klik daftar.
  2. Kita akan diminta untuk login dengan menggunakan email dan password yang sudah dibuat pada tahap 1.
  3. Setelah login kita lakukan edit profil. Kita isi seluruh isian yang diberikan meliputi: Nomor NUPTK/KTP, Nomor Telepon, Alamat Rumah, Provinsi, Jenjang, Nama Sekolah/Instansi, Alamat Sekolag/Intansi, setelah semuanya diisi klik simpan perubahan data.
  4. Langkah selanjutnya kita bisa mengunduh panduan karya.
  5. Langkah terakhir adalah mengupload karya kita.
Demikian informasi mengenai Lomba Membatik Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tahun 2020

Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tahun 2020 - Dalam rangka persiapan pelaksanaan program PPG Dalam Jabatan Tahun 2020, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan persiapan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020. Hal ini tertuang dalam surat edaran Dirjen GTK nomor 7326/B.B3/GT/2019.

Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tahun 2020



Untuk mempersiapkan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020, Dirjen GTK akan melaksanakan:

  1. Seleksi administrasi bagi guru yang telah lulus seleksi akademik pada tahun 2017 dan 2018 yang berjumlah 26.298 orang. 
  2. Verifikasi dan validasi ulang bagi guru yang telah lulus seleksi akademik dan administrasi namun belum ditetapkan menjadi peserta PPG tahun 2019 sebanyak 38.457 orang.


Tahapan Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tahun 2020



  1. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota membentuk tim verifikasi dan validasi seleksi administrasi tahun 2019.
  2. Guru pada poin 1 wajib melengkapi persyaratan administrasi dengan mengirimkan berkas ke dinas pendidikan provisi/kabupaten/kota sesuai kewenangan untuk melakukan verifikasi dan vaidasi. Berkas diterima dinas pendidikan paling lambat tanggal 30 September 2019.
  3. Dinas Pendidikan melakukan verifikasi dan validasi berkas sesuai dengan persyaratan administrasi paling lambat tanggal 9 Oktober 2019 melalui Aplikasi Penetapan Peserta PPG (AP4G)
  4. Berkas yang telah lolos verifikasi dan validasi oleh dinas pendidikan selanjutnya dikirimkan ke LPMP setempat untuk dilakukan verifikasi dan validasi akhir. LPMP melaksanakan verfifikasi dan validasi akhir paling lambat tangal 18 Oktober 2019.
  5. Khusus bagi guru yang disebutkan pada poin 2 di atas, wajib mengumpulkan berkas jika mengalami perubahan data status kepegawaian dan/atau mutasi ke provinsi/kabupaten/kota lain. Berkas tersebut dikumpulkan melalui dinas pendidikan dan selanjutnya akan diverifikasi serta divalidasi ulang oleh LPMP sesuai jadwal.

Persyaratan Peserta PPG Dalam Jabatan Tahun 2020


Persyaratan peserta yang berhak mengikuti PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 adalah sebagai berikut.


  1. Guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki Sertifikat Pendidik.
  2. Terdaftar pada Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.
  3. Memiliki NUPTK.
  4. Telah diangkat menjadi guru sampai dengan akhir Tahun 2015
  5. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat yang sesuai dengan program studi pada PPG yang akan diikuti.
  6. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 2 (dua) tahun terakhir (tahun ajaran 2017/2018 dan 2018/2019).
  7. Berusia setinggi-tingginya 58 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun 2019.
  8. Sehat jasmani dan rohani.
  9. Bebas narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza).
  10. Berkelakuan baik.
Persyaratan administrasi PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 adalah sebagai berikut.


  1. Fotokopi ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah atau kopertis atau dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi.
  2. Fotokopi SK Pengangkatan Pertama dan SK Pengangkatan 2 (dua) tahun terakhir, khusus bagi GTY yaitu SK pengangkatan dari yayasan yang sama. SK tersebut dilegalisasi oleh: a) Guru PNS dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi; b) PNS yang ditugaskan sebagai guru oleh Pemerintah Daerah atau yang diberi kewenangan dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi; c) Guru Tetap Yayasan (GTY) dilegalisasi oleh Ketua Yayasan; d) Guru bukan PNS di sekolah negeri yang memiliki SK dari pemerintah daerah atau yang diberi kewenangan minimal 2 tahun berturut-turut, dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi.
  3. Fotokopi SK mengajar (SK Pembagian tugas mengajar) 2 (dua) tahun terakhir. (Tahun ajaran 2017/2018 dan 2018/2019).
  4. Surat ijin dari Kepala Sekolah atau Ketua Yayasan untuk menjadi peserta PPG tahun 2020.
  5. Pakta integritas dari calon peserta bahwa berkas/dokumen yang diserahkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya, seperti pada format di bawah ini.
  6. Surat penyetaraan dari Kemenristek Dikti bagi peserta yang memiliki ijazah S1 dari luar negeri.
  7. Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah (diserahkan saat lapor diri di LPTK).
  8. Surat keterangan bebas Napza dari BNN atau yang berwenang (diserahkan saat lapor diri di LPTK).
  9. Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian (diserahkan saat lapor diri di LPTK).

Jadwal PPG Guru Tahun 2020


Adapun jadwal pelaksanaan PPG Guru tahun 2020 seperti berikut.
  1. Penyerahan Berkas dari Guru ke Dinas (1-30 September 2019)
  2. Verifikasi Dinas (15 September 0 9 Oktober 2019)
  3. Dinas antar berkas ke LPMP (20 September - 12 Oktober 2019)
  4. Verifikasi LPMP (21 September - 18 Oktober 2019)

Selengkapnya mengenai Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tahun 2020 dan fakta integritas PPG Guru 2020 bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Demikianlah informasi mengenai Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tahun 2020 semoga bermanfaat.

Daftar Universitas Penyelenggara PPG Tahun 2019

Daftar Universitas Penyelenggara PPG Tahun 2019 - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengeluarkan surat mengenai penetapan penyelenggaraan PPG melalui jalur mandiri di tahun 2019. Sebanyak 63 universitas ditunjuk untuk menyelenggarakan PPG Tahun 2019.

Daftar Universitas Penyelenggara PPG Tahun 2019



Daftar Universitas Penyelenggara PPG Tahun 2019.


Berikut ini merupakan daftar universitas penyelenggara PPG di tahun 2019 sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Kemenrisetdikti.


  1. Universitas Pakuan
  2. Universitas Pendidikan Indonesia
  3. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  4. Universitas Negeri Jakarta
  5. Universitas Widya Mandala Surabaya
  6. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  7. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  8. Universitas Sebelas Maret
  9. Universitas Veteran Bangun Nusantara
  10. Universitas PGRI Semarang
  11. Universitas Ahmad Dahlan
  12. Universitas Negeri Yogyakarta
  13. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  14. Universitas Muhammadiyah Malang
  15. Universitas NU Surabaya
  16. Universitas Kanjuruhan Malang
  17. Universitas Negeri Surabaya
  18. Universitas Negeri Malang
  19. Universitas Jember
  20. Universitas Tanjungpura
  21. Universitas Negeri Manado
  22. Universitas Negeri Medan
  23. Universitas Palangka Raya
  24. Universitas Mulawarman
  25. Universitas Tadulako
  26. Universitas Khairun
  27. Universitas Pendidikan Ganesha
  28. Universitas Negeri Makassar
  29. Universitas Lampung
  30. Universitas Sriwijaya
  31. Universitas Bengkulu
  32. Universitas Negeri Padang
  33. Universitas Lambung Mangkurat
  34. Universitas Nusa Cendana
  35. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
  36. Universitas Pattimura
  37. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  38. Universitas PGRI Madiun
  39. Universitas Negeri Gorontalo
  40. Universitas Cenderawasih
  41. Universitas Katolik Atmajaya
  42. Universitas Muhammadiyah Jember
  43. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  44. Universitas Halu Oleo
  45. Universitas Negeri Semarang
  46. Universitas Syah Kuala
  47. Universitas PGRI Adi Buana
  48. Universitas Muhammadiyah Kota Mataram
  49. Universitas Widya Dharma Klaten
  50. Universitas Pancasakti Tegal
  51. Universitas Mataram
  52. Universitas Riau
  53. Universitas Sanata Dharma
  54. Universitas Hamzanwadi
  55. Universitas Muhammadiyah Metro Lampung
  56. Universitas Kristen Satya Wacana
  57. Universitas Swadaya Gunungjati
  58. Universitas PGRI Palembang
  59. Universitas Papua
  60. Universitas Muhammadiyah Pare-pare
  61. Universitas Muhammadiyah Gresik
  62. Universitas Pasundan
  63. Universitas Muhammadiyah Makassar
Selengkapnya mengenai surat edaran nomor B/907/B2.2/PB.05/2019 tanggal 30 Agustus 2019 mengenai penetapan penyelenggara PPG bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Daftar Universitas Penyelenggara PPG Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Download Buku Penguatan Pembelajaran Pancasila Terbaru

Pendidikan di Indonesia seharusnya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter Pancasila. Namun demikian, berdasarkan hasil kajian menunjukkan kurangnya penginternalisasian nilai-nilai dan moral Pancasila. Hal ini berdampak pada munculya perilaku menyimpang pada perkembangan diri peserta didik. Gejala perilaku ini tampak pada berbagai perilaku di hampir setiap satuan pendidikan maupun di masyarakat. Untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter Pancasila, diperlukan perubahan, penyempurnaan, dan penataan di satuan pendidikan secara signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan perubahan dalam kebijakan manajemen sekolah yang berorientasi pada proses perencanaan visi, misi, dan tujuan pendidikan moral Pancasila melalui segala aspek kegiatan pembelajaran di sekolah.


Download Buku Penguatan Pembelajaran Nilai dan Moral Pancasila


Sehubungan dengan hal itu, Pemerintah melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan Kementerian Agama berupaya menguatkan nilai dan moral Pancasila pada proses pembelajaran. Penguatan tersebut ditujukan kepada stakeholder pendidikan dan peserta didik mulai dari pendidikan usia dini sampai dengan pendidikan menengah.

Muatan nilai dan moral Pancasila akan diinternalisasikan melalui berbagai aktivitas pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses internalisasi tersebut dilakukan dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, dibuatlah Buku Penguatan Pembelajaran Nilai dan Moral Pancasila. Dalam buku ini berisikan antara lain arah, tujuan, prosedur, dan indikator keberhasilan penguatan pembelajaran nilai dan moral Pancasila. Kami berharap naskah ini dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan pendidikan dalam rangka menghasilkan manusia Indonesia yang berkarakter Pancasila.

Buku Penguatan Pembelajaran Nilai dan Moral Pancasila dapat diunduh melalui link di bawah ini.

Unduh Buku Penguatan Pembelajaran Nilai dan Moral Pancasila Pdf.

Demikianlah informasi mengenai Download Buku Penguatan Pembelajaran  Nilai dan Moral Pancasila. Semoga bermanfaat. 

Seminar Nasional 2 (Semnas 2) Tahun 2019

Di tahun 2019, Kemendikbud melalui Kesharlindung Dikdas kembali menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk Seminar Nasional 2 Tahun 2019 (Semnas 2 Tahun 2019). Tujuan dari kegiatan Semnas 2 Tahun 2019 ini adalah untuk memotivasi dan meningkatkakn kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah. Selain itu, kegiatan Semnas 2 ini juga bertujuan untuk mendesiminasikan gagasan inovatif, pengalaman terbaik, atau hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh guru.

Pedoman Semnas 2 Tahun 2019




Tema Semnas 2 Tahun 2019


Adapun tema yang diusung dalam Semnas 2 Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kesharlindung Dikdas adalah "Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru Pendidikan Dasar pada Era Revolusi Industri 4.0"


Subtema Semnas 2 Tahun 2019


Ada empat subtema dalam Semnas 2 Tahun 2019 meliputi:

  1. Guru yang unggul berhati Indonesia berideologi pancasila
  2. Penguatan Pendidikan Karakter
  3. Menstimulasi Higher-Order Thinking Skills (HOTS)
  4. Pendekatan Science-Technology-Engineering-Art-Math (STEAM)

Deskripsi Subtema Semnas 2 Tahun 2019


Untuk memperjelas masing-masing subtema, berikut merupakan deskripsi subtema Semnas 2 Tahun 2019.

  1. Pengembangan Karier Guru. Kajian, pengalaman, atau penelitian mengenai pengabdian kepada negara dan bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila
  2. Penguatan Pendidikan Karakter. Kajian, pengalaman, atau penelitian mengenai implementasi nilai-nilai utama pendidikan karakter (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas) berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat.
  3. Pembelajaran yang Menstimulasi Higher-Order Thinking Skills (HOTS). Kajian, pengalaman, atau penelitian mengenai upaya guru dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian yang menstimulasi HOTS.
  4. Pendekatan Science-Technology-Engineering-Art-Math (STEAM). Kajian, pengalaman, atau penelitian mengenai pendekatan pembelajaran STEAM.

Persyaratan Artikel Semnas 2 Tahun 2019


Persyaratan artikel yang dapat dikirimkan agar bisa mengikuti Semnas 2 Tahun 2019 yaitu:
  1. Artikel sesuai dengan subtema;
  2. Hasil karya sendiri (asli) disertai pernyataan keaslian naskah bermeterai (contoh format terlampir);
  3. Belum pernah diseminarkan dan dipublikasikan, serta tidak sedang dalam proses reviu oleh editor jurnal atau media publikasi lainnya;
  4. Memiliki similarity maksimal 30%;
  5. Jumlah halaman artikel maksimal 12, termasuk abstrak dan daftar referensi.

Ketentuan Artikel Semnas 2 tahun 2019


Berikut merupakan ketentuan artikel Semnas 2 Tahun 2019.
Penulisan artikel menggunakan bahasa Indonesia secara benar dan baik (sesuai PUEBI). Panjang naskah maksimal 12 halaman, menggunakan program Windows Microsoft Word tahun 2003 ke atas, kertas ukuran A4, diketik 1,5 spasi, tipe huruf Times New Roman, font size 12, margin atas dan kiri 3 cm, bawah dan kanan 3 cm.

Artikel disimpan dengan nama file: nama penulis_nomor subtema_kota/kabupaten tempat tinggal. Contoh: seorang penulis bernama Asep Saeful berdomisili di Kabupaten Garut memilih subtema mengenai Penguatan Pendidikan karakter. Maka nama filenya adalah: asep saeful_3_garut.

Ketentuan Penulisan Artikel Hasil Penelitian Semnas 2 Tahun 2019
  1. Judul: ditulis dengan singkat padat dan huruf kapital, maksimal 15 kata, font 14, cetak tebal, Huruf Times New Roman, spasi tunggal, dan harus mencerminkan subtema yang diuraikan pada batang tubuh artikel.
  2. Nama Penulis: ditulis tanpa gelar, terletak di bawah judul; artikel yang berasal dari penelitian kelompok maksimal 3 orang, semua anggota harus dicantumkan.
  3. Nama Lembaga: ditulis nama sekolah dan kota/kabupaten, serta provinsi, terletak di bawah nama penulis.
  4. Alamat E-mail: alamat e-mail terletak di bawah nama lembaga; jika penulis lebih dari seorang, alamat e-mail yang dicantumkan adalah milik penulis urutan pertama.
  5. Abstrak: ditulis block style, dalam bahasa Indonesia, satu alinea dengan panjang maksimal 250 kata, font 11, Huruf Times New Roman, spasi tunggal. Abstrak mendeskripsikan permasalahan, tujuan, metode, hasil dan simpulan.
  6. Kata Kunci: diisi kata atau frase yang mencerminkan esensi konsep dalam cakupan permasalahan, terdiri atas tiga sampai lima kata/frase. Kata kunci ditulis dibawah abstrak dengan spasi ganda dan dicetak miring, antar kata dipisahkan dengan tanda titik koma.
  7. Batang Tubuh Artikel: terdiri atas pendahuluan (30%), metode (15%), hasil dan pembahasan (45%), serta simpulan (10%). (a) Pendahuluan, berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kajian pustaka mutakhir. (b) Metode, berisi desain penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. (c) Hasil dan Pembahasan, menguraikan hasil penelitian, menguraikan pembahasan yang berisi rasionalisasi hasil temuan penelitian, perbandingan antara temuan penelitian dengan temuan penelitian sebelumnya dan atau teori yang relevan untuk menentukan positioning/ novelty/state of the art/kebaruan penelitian. Pembahasan harus dilengkapi dengan rujukan dari referensi/sumber primer dan mutakhir. (d) Simpulan, berisi intisari hasil/temuan penelitian dan rekomendasi/saran (apabila ada).

Ketentuan Penulisan Artikel Hasil Best Practice Semnas 2 Tahun 2019
  1. Judul: ditulis dengan singkat padat dan huruf kapital, maksimal 15 kata, font 14, cetak tebal, Huruf Times New Roman, spasi tunggal, dan harus mencerminkan subtema yang diuraikan pada batang tubuh artikel.
  2. Nama Penulis: ditulis tanpa gelar, terletak di bawah judul.
  3. Nama Lembaga: ditulis nama sekolah dan kota/kabupaten, serta provinsi, terletak di bawah nama penulis.
  4. Alamat E-mail: alamat e-mail terletak di bawah nama lembaga.
  5. Abstrak: ditulis block style, dalam bahasa Indonesia, satu alinea dengan panjang maksimal 250 kata, font 11, Huruf Times New Roman, spasi tunggal. Abstrak mendeskripsikan permasalahan, tujuan, metode, hasil dan simpulan.
  6. Kata Kunci: diisi kata atau frase yang mencerminkan esensi konsep dalam cakupan permasalahan, terdiri atas tiga sampai lima kata/frase. Kata kunci ditulis dibawah abstrak dengan spasi ganda dan dicetak miring, antar kata dipisahkan dengan tanda titik koma.
  7. Batang Tubuh Artikel: Artikel terdiri atas pendahuluan (maksimal 20%), kajian pustaka (20%), metode (10%), hasil dan pembahasan (40%), serta simpulan (10%). (a) Pendahuluan, berisi latar belakang masalah, identifikasi dan rumusan masalah, tujuan, dan manfaat. (b) Kajian Pustaka, berisi teori, kebijakan, pedoman dan/atau praktik yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah. (c) Metode, berisi tentang prosedur dan perangkat atau instrumen, dan cara pemecahan masalah. (d) Hasil dan Pembahasan, berisi penyajian dan analisis data mencakup keadaan awal, proses, dan hasil akhir yang diperoleh dari hasil pelaksanaan serta dampaknya bagi komunitas sekolah. Pembahasan berisi analisis dan tahapan penyelesaian masalah yang menghasilkan solusi terbaik. (e) Simpulan, berisi intisari hasil best practice dan rekomendasi/saran (apabila ada).
Ketentuan Penulisan Artikel Hasil Kajian Semnas 2 Tahun 2019
  1. Judul: ditulis dengan singkat padat dan huruf kapital, maksimal 15 kata, font 14, cetak tebal, Huruf Times New Roman, spasi tunggal, dan harus mencerminkan subtema yang diuraikan pada batang tubuh artikel.
  2. Nama Penulis: ditulis tanpa gelar, terletak di bawah judul.
  3. Nama Lembaga: ditulis nama sekolah dan kota/kabupaten, serta provinsi, terletak di bawah nama penulis.
  4. Alamat E-mail: alamat e-mail terletak di bawah nama lembaga.
  5. Abstrak: ditulis block style, dalam bahasa Indonesia, satu alinea dengan panjang maksimal 250 kata, font 11, Huruf Times New Roman, spasi tunggal. Abstrak mendeskripsikan permasalahan, tujuan, metode, hasil dan simpulan.
  6. Kata Kunci: diisi kata atau frase yang mencerminkan esensi konsep dalam cakupan permasalahan, terdiri atas tiga sampai lima kata/frase. Kata kunci ditulis dibawah abstrak dengan spasi ganda dan dicetak miring, antar kata dipisahkan dengan tanda titik koma.
  7. Batang Tubuh Artikel: Artikel terdiri atas pendahuluan (maksimal 20%), kajian pustaka (20%), metode (10%), hasil dan pembahasan (40%), serta simpulan (10%). (a) Pendahuluan, berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan prosedur atau cara pemecahan masalah. (b) Kajian Pustaka, berisi teori, kebijakan, pedoman dan/atau praktik yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah. (c) Hasil dan Pembahasan, berisi uraian ide/pemikiran, konsep, temuan baru dan/atau hasil perbandingan temuan penelitian/kajian yang relevan. (d) Simpulan, berisi intisari hasil kajian dan rekomendasi/saran (apabila ada).
Referensi, diusahakan paling banyak dari sumber primer (jurnal) 10 tahun terakhir, sumber primer (buku) 10 tahun terakhir (kecuali untuk buku-buku utama) dan hanya mencantumkan sumber yang dirujuk di dalam batang tubuh artikel. Sebaliknya, nama yang dirujuk dalam batang tubuh harus ada dalam daftar referensi. Berikut adalah beberapa contoh penulisan daftar referensi dari beberapa jenis sumber.
  1. Jurnal: nama pengarang, tahun ditulis dalam kurung, judul artikel, nama jurnal (cetak miring), volume, nomor, dan halaman. Contoh: Slamet, P. H. (2014). Politik Pendidikan Indonesia dalam Abad ke-21. Cakrawala Pendidikan, Jurnal Ilmiah Pendidikan, XXXIII (3), hlm.324-337.
  2. Buku: nama pengarang (jika lebih dari satu kata, nama belakang yang dijadikan entri), tahun ditulis dalam kurung, judul buku (cetak miring), kota penerbit: penerbit. Contoh: Creswell, J. W. (2014). Educational Research, Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Englewood Cliff, New Jersey: Pearson Merill Prentice Hall.
  3. Buku yang terdiri dari kumpulan artikel dengan banyak pengarang ditulis seperti berikut. Penaflorida, A. H. (2014). “Nontraditional Forms of Assessment and Response to Student Writing: a Step Toward Learner Autonomy”, dalam J. C. Richards & W. A. Renandya (eds), Methodology in Language Teaching, an Anthology of Current Practice. Cambridge: Cambridge University Press. Hlm.100- 115.
  4. Internet: pengarang, tahun ditulis dalam kurung, judul artikel, alamat situs, tempat dan tanggal mengunduh. Contoh: Mueller, J. (2014). Authentic Assessment Toolbox. North Central College, Naperville, http://jonathan.mueller.faculty.noctrl.edu/toolbox/index.htm, diunduh di Jakarta, 9 September 2017.
  5. Prosiding: Nama Penulis diakhiri tanda titik – Tahun Terbit atau Tahun Pertemuan Ilmiah diakhiri tanda titik – judul/ subjudul tulisan diakhiri tanda titik – kata Prosiding (Proceeding of) dicetak miring - Nama Pertemuan Ilmiah diketik miring diakhiri tanda tanda koma – Tempat/Kota Pertemuan Ilmiah diakhiri tanda titik dua – Tanggal Pertemuan Ilmiah diakhiri tanda titik – Nomor Halaman (jika ada) diakhiri tanda titik. Contoh: Suyatna, A., Distrik, I. W., Herlina, K., Suyanto, E., & Haryaningtias, D. (2018, September). Developing Interactive E-Book of Relativity Theory to Optimize Self-Directed Learning and Critical Thinking Skills. In AIP Conference Proceedings (Vol. 2014, No. 1, p. 020065). AIP Publishing
Cara merujuk pengarang di dalam batang tubuh artikel harus menyebutkan nama belakang pengarang dan tahun. Contoh: (Mitchel, 2013), atau Mitchel (2013). Rujukan lewat pengarang kedua sedapat mungkin dihindari. Misalnya: Gronlund (dalam Nurgiyantoro, 2014).

Ketentuan Poster (Banner) Semnas 2 Tahun 2019


Selain pemakalah dalam bentuk presentasi, dalam semnas 2 juga akan dipilih peserta yang menyajikan karya tulis dalam bentuk banner. Berikut merupakan ketentuan Poster (banner) dalam Semnas 2 Tahun 2019.
  1. Dibuat dalam bentuk Standing Banner berukuran 60 cm x 160 cm;
  2. Poster memuat: (a) Judul; (b) Nama penulis, nama lembaga, dan alamat email; dan (c) proses dan hasil penelitian/hasil kajian/best practice dapat berupa bagan, grafik atau diagram.

Pedoman Seminar Nasional 2 (Semnas 2) Tahun 2019


Bagi guru yang ingin mengikuti kegiatan Seminar Nasional 2 Tahun 2019, bisa mengunduh pedoman Semnas 2 Tahun 2019 melalui link di bawah ini.



Cara Mengikuti Semnas 2 Tahun 2019


Untuk mengikuti kegiatan Seminar Nasional 2 Tahun 2019, guru harus membuat akun di Kesharlindung Dikdas. Berikut merupakan langkah-langkah membuat akun di Kesharlindung Dikdas.
  1. Buka laman Kesharlindung Dikdas : https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/
  2. Klik tulisan Daftar pada laman tersebut.
  3. Isi keseluruhan data yang diminta dalam laman tersebut.
Setelah mendaftar, silakan login dengan menggunakan email dan password yang digunakan mendaftar di kesharlindung dikdas tadi. Berikut merupakan langkah-langkah login di laman Kesharindung Dikdas.
  1. Buka laman login Kesharlindung Dikdas: https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/auth/login
  2. Masukkan email dan password yang digunakan saat mendaftar.
  3. Isikan chaptcha
  4. Klik login.
Setelah bisa login, selanjutnya mendaftar Seminar Nasional 2 Tahun 2019. Berikut merupakan langkah mendaftar Semnas 2 Tahun 2019.
  1. Setelah login, klik kegiatan yang ada di bagian kiri atas.
  2. Klik Seminar
  3. Centang salah satu subtema sesuai dengan karya kita
  4. Klik "DAFTAR KEGIATAN SEMINAR"
  5. Silakan mengirimkan semua berkas yang diminta.
Demikianlah informasi mengenai Seminar Nasional 2 (Semnas 2) Tahun 2019. Semoga infromasi ini bisa bermanfaat. 

Modul Supervisi Untuk Kepala Sekolah Tahun 2019

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah disebutkan ada lima kompetensi kepala sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, dan kompetensi supervisi.

Modul Supervisi  Untuk Kepala Sekolah Tahun 2019


Supervisi Guru atau Supervisi Akademik


Banyak pengertian tentang supervisi kepada guru atau biasa disebut dengan supervisi akademik. Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kompetensi paedagogik dan profesional, yang muaranya kepada peningkatan mutu lulusan peserta didik (Glickman:2007). Sedangkan Daresh (2001) menyebutkan bahwa supervisi akademik merupakan upaya membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pengajaran. Kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah yang ditujukan kepada guru dengan tujuan memberikan bantuan profesional, selain itu supervisi akademik juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional maupun kompetensi paedagogik yang akan berdampak pada peningkatan kinerja guru-guru di sekolah.

Mengembangkan kemampuan guru tidak hanya ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen, kemauan, atau motivasi guru. Dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas akademik akan meningkat. Tanggung jawab pelaksanaan supervisi di sekolah adalah kepala sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki kompetensi supervisi.

Inti dari kegiatan supervisi adalah membantu guru dan berbeda dengan penilaian kinerja guru, meskipun di dalam supervisi akademik ada penilaian. Dalam supervisi akademik menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya (Sergiovanni, 1987).

Menurut Sergiovanni (dalam Depdiknas, 2007: 10), ada tiga tujuan supervisi akademik, yaitu:

  1. Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam memahami kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.
  2. Supervisi akademik dilakukan untuk memonitor kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan sebagian peserta didik.
  3. Supervisi akademik dilakukan untuk mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajar, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut Alfonso, Firth, dan Neville (dalam Depdiknas, 2007) Supervisi akademik yang baik adalah supervisi akademik yang mampu berfungsi mencapai multi tujuan tersebut di atas. Tidak ada keberhasilan bagi supervisi akademik jika hanya memperhatikan salah satu tujuan tertentu dengan mengesampingkan tujuan lainnya. Hanya dengan merefleksi ketiga tujuan inilah supervisi akademik akan berfungsi mengubah perilaku mengajar guru (Gambar 2). Pada gilirannya nanti perubahan perilaku guru ke arah yang lebih berkualitas akan menimbulkan perilaku belajar murid yang lebih baik.

Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik


Prinsip-prinsip supervisi akademik ada 14, meliputi:
  1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
  2. Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervisi dan tujuan pembelajaran.
  3. Objektif, artinya masukan data/informasi sesuai aspek-aspek instrumen.
  4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
  5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
  6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
  7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
  8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
  9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
  10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
  11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor.
  12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
  13. Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan.
  14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972).

Pendekatan, Teknik dan Model Supervisi Akademik



Pendekatan

Pendekatan adalah cara mendekatkan diri kepada objek atau langkah-langkah menuju objek. Menurut Sudjana (2004) pendekatan supervisi ada tiga jenis yaitu:
  1. Pendekatan langsung (direct contact) yaitu cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Dalam hal ini peran supervisor lebih dominan.
  2. Pendekatan tidak langsung (indirect contact) yaitu cara pendekatan terhadap permasalahan yang sifatnya tidak langsung. Supervisor hanya mendengarkan, memberi penguatan, menjelaskan, dan secara bersama-sama memecahkan masalah.
  3. Pendekatan kolaboratif adalah pendekatan yang memadukan cara pendekatan langsung dan tidak langsung.

Teknik Supervisi

Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, et al. 2007). Oleh karena itu kepala sekolah harus memahami berbagai teknik supervisi. Ada dua macam teknik supervisi, yaitu teknik individual dan teknik kelompok (Gwyn, 1961).

Model Supervisi

Kepala sekolah dapat melakukan supervisi dengan memilih model yang tepat. Berbagai model supervisi sebagaimana berikut ini:

Model supervisi tradisional
Model supervisi tradisional yang masih digunakan adalah Observasi Langsung. Supervisi model ini dapat dilakukan dengan observasi langsung kepada guru yang sedang mengajar melalui prosedur: pra-observasi dan post-observasi.

Pra-Observasi
Sebelum observasi kelas, supervisor seharusnya melakukan wawancara serta diskusi dengan guru yang akan diamati. Isi diskusi dan wawancara tersebut mencakup kurikulum, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran, media pengajaran, evaluasi dan analisis.

Observasi
Setelah wawancara dan diskusi mengenai apa yang akan dilaksanakan guru dalam kegiatan belajar mengajar, kemudian supervisor mengadakan observasi kelas. Observasi kelas meliputi keseluruhan jalannya pembelajaran, yaitu pendahuluan (apersepsi), pengembangan, penerapan dan penutup.

Post-Observasi
Setelah observasi kelas selesai, mengadakan wawancara dan diskusi tentang: kesan guru terhadap penampilannya, identifikasi keberhasilan dan kelemahan guru, identifikasi ketrampilan-ketrampilan mengajar yang perlu ditingkatkan, gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan.

Selengkapnya modul Supervisi Untuk Kepala Sekolah Tahun 2019 bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Modul Supervisi  Untuk Kepala Sekolah Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Contoh Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila telah dijadikan pandangan hidup bangsa. Nilai-nilai dan makna yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila menjadi pedoman dalam setiap prilaku dan tindakan rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini merupakan Contoh Penerapan Nilai-Nilai Setiap Sila Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari.

Contoh Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Penerapan Nilai Sila Satu Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sesuai sila ini yaitu:

  1. Meningkatkan rasa toleransi sesama umat beragama.
  2. Tidak memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain.
  3. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  4. Menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya


Penerapan Nilai Sila Kedua Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Sila kedua Pancasila berbunyi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sesuai sila ini yaitu:

  1. Saling mencintai sesama manusia.
  2. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  3. Tidak melakukan perbuatan yang semena-mena terhadap orang lain.
  4. Bersedia membantu orang lain yang mendapat masalah.
  5. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  6. Berani membela kebenaran dan keadilan.


Penerapan Nilai Sila Ketiga Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Sila ketiga Pancasila berbunyi Persatuan Indonesia. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sesuai sila ini yaitu:

  1. Cinta tanah air dan bangsa.
  2. Bangga sebagai bangsa Indonesia.
  3. Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  4. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Penerapan Nilai Sila Keempat Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Sila keempat Pancasila berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sesuai sila ini yaitu:

  1. Setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak memaksanakan kehendak kepada orang lain Mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
  3. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  4. Menjalankan hasil musyawarah dengan penuh rasa tanggungjawab.
  5. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.


Penerapan Nilai Sila Kelima Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Sila kelima Pancasila berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sesuai sila ini yaitu:

  1. Menghormati hak-hak orang lain.
  2. Suka bekerja keras.
  3. Bersikap adil.
  4. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Suka bekerja keras. 
  7. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Demikian Contoh Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari. Semoga bermanfaat.