Daftar Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG 2019

Daftar Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG 2019 - Proses sertifikasi di tahun 2019 akan dilakukan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tidak semua perguruan tinggi bisa menyelenggarakan kegiatan ini. Sesuai dengan permendikbud, perguruan tinggi penyelenggara PPG 2019 harus memiliki nilai akreditasi minimal B.

Daftar Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG 2019


Berikut merupakan Daftar Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG 2019. Daftar berikut dikeluarkan oleh Kemenrisetdikti.


Daftar Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG 2019



  1. Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  2. Universitas Ahmad Dahlan
  3. Universitas Bengkulu
  4. Universitas Cendrawasih
  5. Universitas Halu Oleo
  6. Universitas Hamzanwadi
  7. Universitas Islam Malang
  8. Universitas Islam Nusantara
  9. Universitas Jember
  10. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  11. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  12. Universitas Khairun
  13. Universitas Kristen Satya Wacana
  14. Universitas Lambung Mangkurat
  15. Universitas Lampung
  16. Universitas Mataram
  17. Universitas Muhammadiyah Gresik
  18. Universitas Muhammadiyah Jakarta
  19. Universitas Muhammadiyah Jember
  20. Universitas Muhammadiyah Makassar
  21. Universitas Muhammadiyah Malang
  22. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  23. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  24. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  25. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  26. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  27. Universitas Mulawarman
  28. Universitas Negeri Gorontalo
  29. Universitas Negeri Jakarta
  30. Universitas Negeri Makassar
  31. Universitas Negeri Malang
  32. Universitas Negeri Manado
  33. Universitas Negeri Medan
  34. Universitas Negeri Padang
  35. Universitas Negeri Semarang
  36. Universitas Negeri Surabaya
  37. Universitas Negeri Yogyakarta
  38. Universitas Nusa Cendana
  39. Universitas Pakuan
  40. Universitas Palangka Raya
  41. Universitas Papua
  42. Universitas Pasundan
  43. Universitas Pattimura
  44. Universitas Pendidikan Ganesha
  45. Universitas Pendidikan Indonesia
  46. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  47. Universitas PGRI Adi Buana
  48. Universitas PGRI Palembang
  49. Universitas PGRI Semarang
  50. Universitas PGRI Yogyakarta
  51. Universitas Riau
  52. Universitas Sanata Dharma
  53. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  54. Universitas Sebelas Maret
  55. Universitas Sriwijaya
  56. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  57. Universitas Swadaya Gunung Djati
  58. Universitas Syiah Kuala
  59. Universitas Tadulako
  60. Universitas Tanjungpura
  61. Universitas Veteran Bangun Nusantara
Demikianlah informasi mengenai Daftar Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG 2019. Semoga bermanfaat.

Kisi-Kisi USBN SD 2018/2019 Lengkap Dengan Nomor Soal

Kisi-Kisi USBN SD 2018/2019 Lengkap Dengan Nomor Soal - Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional untuk sekolah dasar akan dilaksanakan pada bulan April 2019. Guru kelas 6 tentu sudah mulai menyiapkan siswanya dalam menghadapi ujian tersebut. Kali ini saya akan membagikan Kisi-Kisi USBN SD 2018/2019 Lengkap Dengan Nomor Soal. Dalam postingan ini saya akan membahas jadwal USBN SD Tahun 2019, Kisi-Kisi USBN IPA SD 2019 lengkap dengan nomor soal, Kisi-Kisi USBN Matematika SD 2019 lengkap dengan nomor soal, dan Kisi-Kisi USBN Bahasa Indonesia SD 2019 lengkap dengan nomor soal.

Kisi-Kisi USBN SD 2018/2019 Lengkap Dengan Nomor Soal

Jadwal USBN SD Tahun 2019


Seperti yang tertuang dalam Pos USBN yang dikeluarkan oleh BSNP, pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional untuk sekolah dasar akan dilaksanakan pada bulan April 2019. Ada tiga mata pelajaran yang akan diujikan. Mata pelajaran tersebut meliputi IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Selain itu, juga diberikan jadwal ujian susulan bagi siswa yang tidak bisa mengikuti USBN SD 2019 sesuai jadwal.


NO UJIAN HARI, TANGGAL WAKTU MATA PELAJARAN
1 USBN
USBN Susulan
Senin, 22 April 2019
Jumat, 26 April 2019
08.00-10.00 Bahasa Indonesia
2 USBN
USBN Susulan
Selasa, 23 April 2019
Senin, 29 April 2019
08.00-10.00 Matematika
3 USBN
USBN Susulan
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 30 April 2019
08.00-10.00 IPA



Kisi-Kisi USBN IPA SD 2019 Lengkap Dengan Nomor Soal



USBN IPA SD Tahun 2019 diselenggarakan pada tanggal 22 April 2019. Sebanyak 35 pilihan ganda dan 5 soal uraian akan diberikan pada siswa. Sebanyak 10 dari jumlah soal merupakan soal yang dibuat pusat melalui Puspendik.

Ruang lingkup materi yang akan diujikan soal pusat meliputi:

  1. Hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya
  2. Penyesuaian diri makhluk hidup
  3. Keseimbangan lingkungan
  4. Perkembangbiakan tumbuhan
  5. Mekanisme sistem organ
  6. Pengaruh gaya terhadap gerak, arah, dan bentuk benda
  7. Bunyi
  8. Listrik dan magnet
  9. Gerhana bulan dan gerhana matahari
  10. Suhu dan kalor




Kisi-Kisi USBN Matematika SD 2019 Lengkap Dengan Nomor Soal



USBN Matematika SD Tahun 2019 diselenggarakan pada tanggal 23 April 2019. Total soal yang diberikan berjumlah 35 soal dengan rincian 30 pilihan ganda dan 5 soal uraian. Sebanyak 9 soal akan dibuat oleh pusat melalui Puspendik.

Ruang lingkup materi yang akan diujikan soal pusat meliputi:

  1. FPB
  2. Pecahan
  3. Operasi bilangan cacah
  4. Koordinat Kartesius
  5. Simetri
  6. Luas gabungan bangun datar
  7. Diagram lingkaran
  8. Penyajian data
  9. Perbandingan




Kisi-Kisi USBN Bahasa Indonesia SD 2019 Lengkap Dengan Nomor Soal



USBN Bahasa Indonesia SD Tahun 2019 diselenggarakan pada tanggal 24 April 2019. Total soal yang diberikan berjumlah 40 soal dengan rincian 35 pilihan ganda dan 5 soal uraian. Sebanyak 11 soal akan dibuat oleh pusat melalui Puspendik.

Ruang lingkup materi yang akan diujikan soal pusat meliputi:
  1. Menggali informasi tersirat dalam karya sastra (menyimpulkan/memaknai bagian teks)
  2. Memprediksi kejadian berdasarkan isi teks
  3. Menentukan nilai-nilai cerita
  4. Menentukan keteladanan tokoh cerita
  5. Menyusun berbagai petunjuk (menggunakan sesuatu)
  6. Melengkapi berbagai jenis teks (laporan, iklan, pidato)
  7. Memperbaiki tata kalimat dalam paragraf
  8. Menggunaan tanda baca
  9. Memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan
  10. Menyusun berbagai teks (deskripsi, narasi)

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Informatika SMA Terbaru

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Informatika SMA Terbaru

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informatika SMA Kelas X



Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar 3 (Pengetahuan) Kompetensi Dasar 4 (Keterampilan)
Teknologi Informasi dan Komunikasi
3.1 Mengenal lebih dalam integrasi antar aplikasi office (pengolah kata, angka, presentasi). 4.1.1 Membuat laporan yang membutuhkan integrasi objek berupa teks, data dalam bentuk angka maupun visualisasi chart/grafik, gambar/foto.
4.2.1 Memakai fitur lanjut aplikasi office.
Teknik Komputer
3.2.1 Memahami interaksi antara perangkat keras, perangkat lunak dan pengguna.
3.2.2 Mengenal jenis-jenis persoalan terkait penggunaan komputer yang lebih kompleks dari sebelumnya.
4.2 Melakukan interaksi (transfer data, tethering) antara dua atau lebih perangkat yang berbeda.
Jaringan Komputer/Internet
3.3 Mengenal jaringan komputer lebih teknis. 4.3.1 Menjelaskan komponen jaringan dan mekanisme yang terjadi dalam sebuah jaringan.
4.3.2 Menjelaskan jenis-jenis jaringan komputer
Analisis Data
3.4 Memahami bahwa data dapat dikoleksi secara kontinyu dan otomatis melalui berbagai perangkat. 4.4 Melakukan berbagai cara pengumpulan data yang dijelaskan di kelas
3.5 Memahami aspek privasi dalam pengumpulan data. 4.5 Mengambil dan mempublikasi data dengan memerhatikan aspek privasi. memanfaatkan fitur visualisasi dari pengolah angka
3.6 Memahami data yang terkumpul dalam jumlah besar yang dapat ditransformasi, digeneralisasi, disederhanakan. 4.6 Memroses data dengan fitur lanjut pemroses angka.
3.7 Mengenal berbagai cara visualiasi data. 4.7 Memvisualisasikan data dalam jumlah besar serta memberikan interpretasi yang berdasarkan penalaran dan prediksi data dengan
Algoritma dan Pemrograman
3.8.1 Mengenal notasi algoritma.
3.8.2 Mengenal struktur/templates program dalam bahasa yang diajarkan.
3.8.3 Memahami variabel, value, konstanta, ekspresi dan instruksi input/output.
3.8.4 Memahami mekanisme eksekusi kondisional dan loop.
3.8.5 Memahami struktur data dasar (array sederhana).
4.8.1 Menulis program sederhana dengan satu program utama yang memakai salah satu atau gabungan dari pengetahuan 3.8.1 sampai dengan 3.8.5
4.8.2 Mengkombinasikan struktur kontrol dan mengetahui akibatnya, berdasarkan dengan pengathuan 3.8.1 sampai dengan 3.8.5
Dampak Sosial Informatika
3.10.1 Mengenal Aspek sosial dari penggunaan komputer. 3.10.2 Mengetahui bahwa rancangan dan penggunaan teknologi dapat memperbaiki kualitas hidup atau memperburuk, bahkan memperlebar kesenjangan untuk mengakses informasi. 4.10 Menunjukkan dan menjelaskan kasus-kasus sosial dari implementasi produk TIK yang menimbulkan dampak positif dan/atau negatif.
Berpikir Komputasional (Tematis)
3.11 Computational Thinking untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks dari sebelumnya, yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data, serta berpola. 4.11 Memecahkan persoalan agak kompleks yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data serta berpola.
Praktik Lintas Bidang (Tematis)
3.12 Cross-Cut Component, Capstone (Integrasi pengetahuan dan keterampilan), Praktek 4.12.1 Membina Budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif.
4.2.2 Berkolaborasi untuk melaksanakan tugas dengan tema komputing.
4.12.3 Mengenali dan mendefinisikan Persoalan yang pemecahannya dapat didukung dengan komputer.
4.12.4 Mengembangkan dan menggunakan abstraksi.
4.12.5 Mengembangkan Artefak komputasional (produk TIK): Siswa mampu membuat program sederhana untuk menunjang komputasi yang dibutuhkan di pelajaran lain.
4.12.6 Mengembangkan rencana pengujian, Menguji dan mendokumentasikan hasil uji artefak Komputasional (produk TIK).
4.12.7 Mengkomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIK dengan mempresentasikan, memvisualisasikan serta memerhatikan Hak kekayaan intelektual.


Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informatika SMA Kelas XI 


Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

 Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar 3 (Pengetahuan) Kompetensi Dasar 4 (Keterampilan)
Teknik Komputer
3.1 Memahami cara merakit/memrogram piranti sederhana (embedded system) yang tersedia di pasaran. 4.1 Memrogram dan merakit piranti sederhana embedded system (berangkat dari contoh yang sudah ada) yang bersifat tepat guna.
Jaringan Komputer/Internet
3.2.1 Mengenal topologi jaringan, sehingga berapa banyak komputer yang terhubung serta dampaknya terbatas.
3.2.2 Memahami bahwa keamanan jaringan tergantung dari kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan harus ada sistem yang baik untuk mengontrol akses data ke sistem.
4.2 Melakukan setting koneksi dengan aman ke jaringan dari suatu perangkat.
Analisis Data
3.3 Memahami bahwa Data dapat bersifat kompleks dan dapat didekomposisi menjadi elemenelemen data. 4.3 Mengumpulkan data besar dari berbagai sumber.
3.4 Memahami bahwa organisasi dan penyimpanannya akan mempengaruhi cost, speed, reliability, accesability, privacy dan itegerity. 4.4 Mengorganisasikan, menyimpan dan mengolah data yang kompleks berdasarkan suatu model yang sudah ada.
3.5 Memahami bahwa penalaran dan prediksi terhadap suatu data tergantung pada model. 4.5 Memeriksa kesesuaian model terhadap data.
Algoritma dan Pemrograman
3.6.1 Mengenal modularisasi dalam penulisan program. 3.6.2 Mengenal beberapa proses standard (search, sort) yang primitif/sederhana. 4.6 Menulis program yang mengandung prosedur/fungsi dan array (Siswa mampu menulis pemecahan persoalan dalam bentuk program moduler, yang sudah mengandung parameter-parameter).
3.7 Mengetahui adanya algoritmaalgoritma standar yang efisien untuk keperluan-keperluan tertentu termasuk yang berdasarkan konsep AI. 4.7.1 Melakukan pemecahan persoalan dengan cara sederhana.
4.7.2 Melakukan pemecahan persoalan dengan cara lebih advance.
4.7.3 Mengevaluasi dan memilih algoritma berdasarkan perfomansi, penggunaan ulang dan kemudahan implementasi.
4.7.4 Mengenal beberapa algoritma yang dipakai mengembangkan software, mengamankan data dan menyimpan informasi.
Dampak Sosial Informatika
3.8.1 Mengetahui hak kekayaan intelektual dari karya perangkat TIK yang dihasilkan. 3.8.2 Mengetahui adanya berbagai lisensi dalam penggunakan komponen perangkat yang dibuat. 4.8 Mengidentifikasi lisensi dari komponen perangkat lunak.
3.9 Mengetahui aspek ekonomi dan bisnis dari suatu kekayaan intelektual. 4.9 Menjelaskan aspek ekonomi dan bisnis dari perangkat TIK yang dihasilkan.
Berpikir Komputasional (Tematis)
3.10 Computational Thinking untuk memecahkan persoalan yang lebih kompleks dari sebelumnya, dengan data bervolume lebih besar. 4.10 Memecahkan persoalan kompleks yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data dan ukuran data cukup besar.
Praktik Lintas Bidang (Tematis)
3.11 Cross-Cut Component, Capstone (Integrasi pengetahuan dan keterampilan), Praktek 3.11.1 Membina budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif.
3.11.2 Mampu berkolaborasi untuk melaksanakan tugas dengan tema komputing khususnya dalam file sharing.
3.11.3 Mengenali dan mendefinisikan Persoalan yang pemecahannya dapat didukung dengan komputer.
3.11.4 Mengembangkan dan menggunakan abstraksi.
3.11.5 Mengembangkan program yang melakukan komputasi sederhana untuk menunjang pelajaran lainnya.
3.11.6 Mengembangkan rencana pengujian, Menguji dan mendokumentasikan hasil uji artefak Komputasional (produk TIK).
3.11.7 Mengkomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIK dengan mempresentasikan, memvisualisasikan serta memerhatikan Hak kekayaan intelektual.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informatika SMA Kelas XII


Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

 Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar 3 (Pengetahuan) Kompetensi Dasar 4 (Keterampilan)
Algoritma dan Pemrograman
3.1 Mengetahui kualitas program/source code dari kriteria yang diberikan (readability. Robustness, performance). 4.1 Melakukan modifikasi program tanpa mengubah struktur dan menyebabkan masalah.
3.2 Memahami test case dan tata cara pengujian program. 4.2 Bekerja dalam tim untuk mengembangkan dan menguji program.
Dampak Sosial Informatika
3.3 Mengetahui dan memahami aspek legal dari TIK seperti : privacy, data, property, information, identity serta dampaknya. 4.3 Menjelaskan aspek legal dari TIK.
3.4 Mengetahui ada berbagai hukum dan etik internasional yang dapat mempengaruhi aspek legal perangkat lunak. 4.4 Menjelaskan berbagai hukum dan etik internasional terkait aspek legal perangkat TIK.
3.5 Mengetahui manfaat kemampuan TIK dan Informatika dalam berbagai bidang pekerjaan. 4.5 Menjelaskan manfaat kemampuan TIK dan Informatika dalam peningkatan karir dalam berbagai bidang pekerjaan.
Berpikir Komputasional (Tematis)
3.6 Computational Thinking untuk menyelesaikan persoalan lebih kompleks, membutuhkan dekomposisi lebih rumit, dengan abstraksi lebih formal, data banyak, dan menuliskan solusi algoritmik 4.6 Memecahkan persoalan kompleks yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data serta solusi algoritmiknya.
Praktik Lintas Bidang (Tematis)
3.7 Cross-Cut Component, Capstone (Integrasi pengetahuan dan keterampilan), Praktek 4.7.1 Membina budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif.
4.7.2 Mampu berkolaborasi untuk melaksanakan tugas dengan tema komputing khususnya dalam file sharing.
4.7.3 Mengenali dan mendefinisikan Persoalan yang pemecahannya dapat didukung dengan komputer.
4.7.4 Mengembangkan dan menggunakan abstraksi. 4.7.5 Melakukan tailoring/aplikasi (aplikasi khusus): membuat karya teknologi untuk memecahkan persoalan.
4.7.6 Mengembangkan rencana pengujian, Menguji dan mendokumentasikan hasil uji artefak Komputasional (produk TIK atau informatika).
4.7.7 Mengkomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIK dengan mempresentasikan, memvisualisasikan serta memerhatikan Hak kekayaan intelektual.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informatika SMP Terbaru

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informatika SMP Terbaru

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informaika SMP Kelas VII


Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar 3 (Pengetahuan) Kompetensi Dasar 4 (Keterampilan)
Teknik Komputer
3.1 Mengenal pemfungsian perangkat keras dan sistem operasi, serta aplikasi. 4.1.1 Mengamati saat sebuah piranti (misalnya HP, tablet) dihidupkan sampai siap dipakai.
4.1.2 Mematikan komputer dengan benar.
4.1.3 Menjelaskan macam-macam interaksi dengan antarmuka standar berbagai piranti.
Analisis Data
3.2 Mengenal data berupa angka dan hasil perhitungan rumus, dan cara menyimpan, serta mengaksesnya. 4.2 Membuat sebuah sheet yang mengandung data, rumus dan hasil pemakaian beberapa fungsi.
Algoritma dan Pemrograman
3.3.1 Memahami program visual dari demo dan tutorial.
3.3.2 Mengenal cara kerja dan objekobjek lingkungan pemrograman visual yang dipakai.
4.3.1 Meniru (menulis ulang) sebuah program sederhana di lingkungan visual, untuk berkenalan dengan lingkungan.
Dampak Sosial Informatika
3.4 Memahami makna kolaborasi dalam masyarakat digital. 4.4. (*)
Berpikir Komputasional (Tematis)
3.5 Computational Thinking untuk menyelesaikan persoalan komputasi yang mengandung struktur data lebih kompleks dan berpola. 4.5 Menyelesaikan persoalan-persoalan komputasi yang mengandung graf/jejaring, pola sederhana, dan algoritmik (terutama untuk robot/gerakan visual).
Praktik Lintas Bidang (Tematis)
3.6 (*) 4.6.1 Menumbuhkan budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif.
4.6.2 Berkolaborasi untuk melaksanakan tugas dengan tema komputing.
4.6.3 Mengenali dan mendefinisikan Persoalan yang pemecahannya dapat didukung dengan komputer.
4.6.4 Mengembangkan dan menggunakan abstraksi (model).
4.6.5 Mengembangkan Artefak komputasional (produk TIK): Siswa menulis rumus untuk menunjang komputasi yang dibutuhkan di pelajaran lain.
4.6.6 Mengembangkan rencana pengujian, menguji dan mendokumentasikan hasil uji artefak Komputasional (produk TIK).
4.6.7 Mengkomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIK dengan mempresentasikan, memvisualisasikan serta memerhatikan Hak kekayaan intelektual.


Keterangan:
(*) tidak ada Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informaika SMP Kelas VIII


Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.
Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar 3 (Pengetahuan) Kompetensi Dasar 4 (Keterampilan)
Jaringan Komputer/Internet
3.1.1 Mengenal Internet dan jaringan lokal, serta komunikasi data via HP (teknologi komunikasi).
3.1.2 Mengenal konektifitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel (bluetooth, wifi, broadband).
3.1.3 Mengenal enkripsi sebagai salah satu cara untuk memproteksi data, merahasiakan, dan membatasi akses terhadap yang tak berhak.
3.2 Memahami bahwa bagaimana manusia berinteraksi dengan komputer melalui algoritma, dan bahwa algoritma dirancang untuk mengeneralisasi solusi berbagai situasi.
4.1 Melakukan koneksi perangkat ke jaringan lokal maupun internet.
4.2.1 Membuat robot yang mampu menggambar atau menulis dengan program sederhana.
4.2.2 Mendefinisikan variabel, menyimpan data dan mengubahnya.
4.2.3 Memakai instruksi kondisional
Dampak Sosial Informatika
3.3.1 Mengenal lebih dalam perkembangan komputer dan teknologi yang mengubah kehidupan sehari-hari.
3.3.2 Mengenal media sosial dan dampaknya.
4.3 Memakai media sosial dengan baik dan berguna, dengan memperhatikan privasi dan hak orang lain.
Berpikir Komputasional (Tematis)
3.4 Computational Thinking untuk persoalan komputasi yang lebih kompleks dari sebelumnya 4.4 Menyelesaikan persoalan-persoalan komputasi yang mengandung jejaring, pola, dan algoritmik.
3.5 (*) 4.5.1 Menumbuhkan budaya informatika dan TIK lewat berpikir komputasional (Fostering computing culture).
4.5.2 Kolaborasi lewat tematik.
4.5.3 Recognizing and defining computational problems (mengenali dan mendefinisikan problemaproblema yang dapat diselesaikan dengan model komputasi.
4.5.4 Developing and using abstractions (mengembangkan dan menggunakan abstraksi.
4.5.5 Creating computational artefacts: Mengembangkan atau bahkan jika mampu menciptakan artefak/produk TIK atau model komputasi misalnya program komputer.
4.5.6 Testing and refining computational artefacts : menguji dan memperbaiki/menyempurnakan artefak/produk TIK atau model komputasi.
4.5.7 Communicating about computing Mengkomunikasikan tentang informatika lewat pengungkapan secara lisan pengalaman berpikir komputasional dan penggunaan TIK.
Keterangan:
(*) tidak ada Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informaika SMP Kelas IX



Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.(Pengetahuan) 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.(Keterampilan)
Kompetensi Dasar 3 (Pengetahuan) Kompetensi Dasar 4 (Keterampilan)
Teknologi Informasi dan Komunikasi
3.1 Mengenal fitur lanjut browser. 4.1 Membuat laporan tugas dengan paket office (terpadu).
3.2 Mengenal fitur aplikasi CMS (Content Management System, pengelola konten web, sedapat mungkin yang berupa freeware), dan memakai untuk membuat blog. 4.2 Membuat blog untuk menunjang aktivitas siswa, contohnya membuat logbook kegiatan terkait sekolah.
Teknik Komputer
3.3 Memahami fungsi sistem komputer (hardware dan OS) yang memungkinkannya untuk menerima input, menyimpan, memroses dan mengoutputkan data sesuai dengan spesifikasinya. 4.3.1 Menjelaskan mekanisme di sistem komputer. 4.3.2 Menjelaskan bagaimana data disimpan dan diproses (unit pengolahan logika dan aritmatika).
Analisis Data
3.4 Memahami bahwa setiap aplikasi menyimpan data sesuai representasinya (word-doc, exceltabel, ppt- slides). 4.4 Mengolah data dengan pengolah angka untuk menghilangkan error, menyatakan hubungan, atau memudahkan untuk diproses komputer.
3.5.1 Memahami pengolahan data menggunakan fitur lanjut aplikasi office. 3.5.2 Mengenal model komputasi umum. 4.5 Merancang algoritma untjuk mengotomasi pengumpulan data dan pengolahan data.
Algoritma dan Pemrograman
3.6 Memahami bahwa sebuah program dapat didekomposisi menjadi subprogram. 4.6 Mengimplementasi sebuah program yang memakai atau mengandung sub-program (prosedur, fungsi).
3.7 Memahami persoalan komputasi dan mengusulkan solusinya. 4.7.1 Merancang solusi untuk suatu persoalan dengan mempertimbangkan beberapa keinginan, dan mengetes program untuk memenuhi kepentingan. 4.7.1 Jika dimungkinkan, membuat “robot” yang mampu mengerjakan tugas sederhana dari kit yang disediakan. Catatan : "robot" berupa sistem komputer atau hanya perangkat lunak baik visual ataupun tak ketinggalan.
Dampak Sosial Informatika
3.8 Memahami untung/rugi serta dampak positif/negatif membiarkan informasi menjadi publik, atau private. 4.8 Memilah informasi.
3.9 Memahami dampak jika data dibiarkan dapat diakses publik. 4.9 Mempublikasi informasi publik yang patut.
Berpikir Komputasional (Tematis)
3.10 Computational Thinking untuk persoalan komputasi dan otomasi yang lebih kompleks dari sebelumnya 4.10 Menyelesaikan persoalan-persoalan komputasi dan otomasi yang mengandung jejaring, pola, dan algoritmik yang lebih kompleks.
Praktik Lintas Bidang (Tematis)
3.11 Cross-Cut Component, Capstone (Integrasi pengetahuan dan keterampilan), Praktek 4.11.1 Fostering computing culture menumbuhkan budaya komputasi lewat berpikir komputasional.
4.11.2 Kolaborasi lewat tematik.
4.11.3 Recognizing and defining computational problems (mengenali dan mendefinisikan problemaproblema lebih kompleks dari sebelumnya yang dapat diselesaikan dengan model komputasi.
4.11.4 Developing and using abstractions (mengembangkan dan menggunakan abstraksi.
4.11.5 Creating computational artefacts: Mengembangkan atau bahkan jika mampu menciptakan artefak/produk TIK atau model komputasi misalnya program komputer.
4.11.6 Testing and refining computational artefacts : menguji dan memperbaiki/menyempurnakan artefak/produk TIK atau model komputasi.
4.11.7 Communicating about computing (mengkomunikasikan informatika) lewat pengungkapan secara lisan maupun tulisan tentang produk TIK yang dihasilkan.

Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Seluruh Kabupaten Di Bali

Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Seluruh Kabupaten Di Bali - Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya BKD di seluruh Kabupaten di Bali mengumumkan kelulusan CPNS 2018. Pengumuman tersebut dilakukan secara online melalui website masing-masing BKD.

Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Seluruh Kabupaten Di Bali



Proses seleksi CPNS 2018 sangatlah berat. Peserta yang ingin menjadi ASN dihadapakan terhadap beberapa tahapan seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Sejak seleksi administrasi, banyak pendaftar yang gugur. Hal ini disebabkan karena akreditasi universitas lulusan yang tidak sesuai dengan ketentuan, NIK yang tidak sesuai dengan KK, serta situs sscn yang sering down menjadi ujian pertama bagi pelamar. Tingginya passing grade pada tes SKD menjadi penghalang selanjutnya. Banyak peserta yang gugur di tes SKD ini. Di tahap akhir, peserta diharuskan mengikuti tes SKB yang sangat-sangat sulit. Walaupun dalam tes SKB tersebut tidak ada passing grade, peserta harus menghitung peluang dengan saingannya. Hal ini membuat persaingan seleksi CPNS 2018 sangat mendebarkan.

Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya BKD mengumumkan peserta yang lolos seleksi CPNS 2018. Berikut merupakan Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Seluruh Kabupaten Di Bali.

  1. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Provinsi Bali
  2. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Badung
  3. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kota Denpasar
  4. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Gianyar
  5. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Bangli
  6. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Klungkung
  7. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Karangasem
  8. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Buleleng
  9. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Tabanan
  10. Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Kabupaten Jembrana
Demikianlah informasi mengenai Pengumuman Kelulusan CPNS 2018 Seluruh Kabupaten Di Bali. Semoga bermanfaat.

Aturan Pemberian Tunjangan Penghasilan Guru Yang Bukan PNS

Aturan Pemberian Tunjangan Penghasilan Guru Yang Bukan PNS - Guru yang bukan PNS berhak untuk menerima tunjangan penghasilan jika sudah memenuhi persyaratan. Berikut merupakan Aturan Pemberian Tunjangan Penghasilan Guru Yang Bukan PNS. Aturan ini mengacu pada Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 10 Tahun 2018.

Aturan Pemberian Tunjangan Penghasilan Guru Yang Bukan PNS


Pemberi Tunjangan Profesi Guru Non PNS


  1. Tunjangan Profesi bagi guru bukan pegawai negeri sipil diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui masing-masing direktorat terkait di lingkungan Direktorat Jenderal GTK.
  2. Dana untuk pembayaran Tunjangan Profesi bagi guru bukan pegawai negeri sipil bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berkenaan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) masing-masing direktorat terkait di lingkungan Direktorat Jenderal GTK.


Penerima Tunjangan Profesi Guru Non PNS


  1. Penerima Tunjangan Profesi ialah guru bukan pegawai negeri sipil yang memenuhi kriteria penerima Tunjangan Profesi.
  2. Guru bukan pegawai negeri sipil yang baru memperoleh sertifikat pendidik akan mendapatkan Tunjangan Profesi pada tahun berikutnya.
  3. Guru bukan pegawai negeri sipil yang baru memperoleh Surat Keputusan (SK) inpassing atau penyetaraan pangkat dan jabatan pada tahun berkenaan akan mendapatkan Tunjangan Profesi sesuai dengan penyetaraan pada tahun berikutnya.


Kriteria Penerima Tunjangan Profesi Guru Non PNS

Tunjangan Profesi guru bukan pegawai negeri sipil diberikan dengan kriteria sebagai berikut:

  1. bertugas pada satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibuktikan dengan SK Pengangkatan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat atau pejabat pembina kepegawaian, kecuali guru pendidikan agama;
  2. aktif mengajar sebagai guru mata pelajaran/ guru kelas atau aktif membimbing sebagai guru bimbingan konseling/guru teknologi informatika dan komunikasi, pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan sertifikat pendidik yang dimiliki;
  3. memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik;
  4. memiliki Nomor Registrasi guru (NRG) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  5. memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  6. memiliki nilai hasil penilaian kinerja paling rendah dengan sebutan “Baik”;
  7. mengajar di kelas sesuai rasio guru dan siswa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  8. tidak beralih status dari guru bukan pegawai negeri sipil; dan
  9. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan;


Besaran Tunjangan Profesi Guru Non PNS

Besaran Tunjangan Profesi guru bukan pegawai negeri sipil sebagai berikut:

  1. bagi guru bukan pegawai negeri sipil yang telah memiliki SK inpassing atau penyetaraan diberikan setara gaji pokok pegawai negeri sipil sesuai dengan yang tertera pada SK inpassing atau penyetaraan; atau
  2. bagi guru bukan pegawai negeri sipil yang belum memiliki SK inpassing atau penyetaraan diberikan sebesar Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulan.

Besaran Tunjangan Profesi sebagaimana dimaksud dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Non PNS

Sebelum Penerbitan SK Penerima Tunjangan Profesi (SKTP).

  1. Operator sekolah menginput dan/atau memperbarui data guru bukan pegawai negeri sipil dengan benar melalui aplikasi dapodik, terutama data sekolah induk, beban kerja, golongan/masa kerja, NUPTK, tanggal lahir, dan status kepegawaian (pegawai negeri sipil /bukan pegawai negeri sipil).
  2. Guru bukan pegawai negeri sipil wajib memastikan bahwa data yang akan dikirimkan ke dapodik telah diinput dan/atau diperbaiki oleh operator sekolah dengan benar.
  3. Data guru bukan pegawai negeri sipil yang diinput dan/atau diperbaiki oleh operator sekolah sepenuhnya menjadi tanggungjawab masing-masing guru bukan pegawai negeri sipil.
  4. Guru bukan pegawai negeri sipil dan dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya dapat mengakses data guru bukan pegawai negeri sipil secara daring (online) pada Info Guru dan Tenaga Kependidikan (Info GTK) yang dapat diakses melalui website dan/atau aplikasi smartphone.
  5. Apabila data yang ditampilkan pada info GTK masih terdapat kesalahan, maka guru bukan pegawai negeri sipil dapat memperbaiki melalui dapodik sebelum SKTP guru bukan pegawai negeri sipil yang bersangkutan terbit.
  6. Guru bukan pegawai negeri sipil wajib memberikan bukti cetak/print out Info GTK yang sudah tertulis “status validitas data Tunjangan Profesi VALID” pada bagian atas laman Info GTK dan telah ditandatanganinya kepada dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya. Guru bukan pegawai negeri sipil memastikan nominal gaji pokok terakhir dengan benar.
  7. Informasi pada Info GTK telah dinyatakan kebenarannya dalam Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) yang telah disetujui oleh kepala sekolah pada saat sinkronisasi dapodik.
  8. Operator sekolah melakukan proses penginputan dan/atau perbaikan data dengan ketentuan sebagai berikut: 1) mulai dari bulan Januari sampai dengan akhir bulan Februari tahun berkenaan untuk pembayaran Tunjangan Profesi semester I; dan 2) mulai dari bulan Juli sampai dengan akhir bulan Agustus tahun berkenaan untuk pembayaran Tunjangan Profesi semester II.
  9. Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya mengusulkan data guru bukan pegawai negeri sipil yang berhak mendapatkan Tunjangan Profesi melalui Sistem Informasi Manajemen Tunjangan (SIM-Tun) apabila: 1) Info GTK guru bukan pegawai negeri sipil bersangkutan telah valid sebagaimana dimaksud pada huruf f; dan 2) guru bukan pegawai negeri sipil bersangkutan hadir dan telah melaksanakan tugasnya di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  10. Direktorat terkait di lingkungan Direktorat Jenderal GTK memastikan nominal gaji pokok guru bukan pegawai negeri sipil pada SIM-Tun sudah sesuai dengan data inpassing atau penyetaraan pada Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  11. Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya melakukan verifikasi dan validasi data pada akhir bulan Maret dan akhir bulan September pada semester tahun berkenaan sebelum SKTP terbit. Dengan demikian tidak ada lagi pemberkasan yang dilakukan oleh dinas pendidikan selain yang diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal ini terkait dengan penyaluran Tunjangan Profesi guru bukan pegawai negeri sipil.


Penerbitan dan Penyampaian SKTP Guru Non PNS

Direktorat Jenderal GTK (Ditjen GTK) menerbitkan SKTP berdasarkan usulan dari dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya setelah dilakukannya proses verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud.

SKTP diterbitkan sebanyak 2 (dua) tahap dalam satu tahun dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. SKTP Tahap 1 (satu) terbit dimulai pada bulan Maret pada tahun berkenaan, berlaku untuk pembayaran Tunjangan Profesi semester I pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni (6 bulan) tahun berkenaan; dan
  2. Sedangkan SKTP tahap 2 (dua) terbit dimulai pada bulan September pada tahun berkenaan, berlaku untuk pembayaran Tunjangan Profesi semester II pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember (6 bulan) tahun berkenaan.

SKTP yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal GTK dapat diunduh oleh direktorat terkait di lingkungan Direktorat Jenderal GTK dan dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya melalui aplikasi SIM-Tun.


Aplikasi Kehadiran Guru dan Tenaga Kependidikan (Hadir GTK)


  1. Aplikasi Hadir GTK merupakan aplikasi yang dirancang untuk mempercepat proses pembayaran Tunjangan Profesi.
  2. Pencatatan kehadiran guru bukan pegawai negeri sipil dilakukan secara daring (online) melalui aplikasi Hadir GTK yang terdapat pada website http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id.
  3. Tata cara penggunaan aplikasi Hadir GTK diatur dalam pedoman penggunaan aplikasi Hadir GTK yang dapat diunduh di laman http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id.
  4. Aplikasi Hadir GTK efektif berlaku pada tahun ajaran 2018-2019.

Direktorat terkait di lingkungan Direktorat Jenderal GTK dan dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya dapat mengunduh hasil rekapitulasi kehadiran GTK melalui aplikasi Hadir GTK.


Cuti Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dalam rangka Penyaluran Tunjangan Profesi


  1. Guru bukan pegawai negeri sipil yang sakit lebih dari 1 (satu) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan bahwa guru bukan pegawai negeri sipil yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan bagi guru pegawai negeri sipil (Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil).
  2. Guru bukan pegawai negeri sipil yang menggunakan cuti alasan penting paling lama 1 (satu) bulan berhak mendapatkan cuti alasan penting dengan ketentuan bahwa guru bukan pegawai negeri sipil yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan bagi guru pegawai negeri sipil (Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil).
  3. Guru bukan pegawai negeri sipil yang melaksanakan ibadah haji, berhak untuk mendapatkan Tunjangan Profesi apabila yang bersangkutan melaksanakan ibadah haji untuk pertama kalinya. Apabila guru bukan pegawai negeri sipil yang bersangkutan tidak mengajar lebih dari 14 (empat belas) hari karena cuti sakit atau lebih dari 1 (satu) bulan karena cuti alasan penting berdasarkan isian catatan kehadiran dalam aplikasi Hadir GTK, maka kepada guru bukan pegawai negeri sipil bersangkutan tidak dapat dibayarkan tunjangan profesinya.


Perbedaan Data Inpassing Penerima Tunjangan


  1. Bagi guru bukan pegawai negeri sipil yang mempunyai SK inpassing atau Penyetaraan, namun belum terdaftar dalam data base SK inpassing atau penyetaraan guru bukan pegawai negeri sipil yang dimiliki oleh Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka guru bukan pegawai negeri sipil yang bersangkutan wajib melakukan pemberkasan ulang paling lambat akhir Juni 2018 ke Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan proses verifikasi dan validasi data terkait keabsahan SK inpassing atau penyetaraan sebagaimana dimaksud.
  3. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud, Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan SK inpassing atau penyetaraan.
  4. Direktorat Jenderal GTK melakukan pembaharuan data inpassing atau penyetaraan berdasarkan SK inpassing atau penyetaraan dari Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Selisih pembayaran akibat perubahan tersebut akan diperhitungkan dan diakumulasi pada semester berikutnya.
  6. Bagi guru bukan pegawai negeri sipil yang memiliki SK inpassing atau penyetaraan, namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hasilnya dinyatakan SK inpassing tersebut tidak sah, maka guru bukan pegawai negeri sipil tersebut wajib mengembalikan Tunjangan Profesi yang selama ini telah diterimanya.


Penghentian Pembayaran TPG Guru Non PNS

Pemberian Tunjangan Profesi guru bukan pegawai negeri sipil dihentikan apabila:

  1. meninggal dunia, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berikutnya;
  2. mencapai batas usia 60 tahun, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berikutnya;
  3. diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan dan pembayaran Tunjangan Profesi selanjutnya akan dibayarkan oleh pemerintah daerah;
  4. mengundurkan diri atas permintaan sendiri, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan;
  5. dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan;
  6. mendapat tugas belajar, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan; dan/atau
  7. tidak melaksanakan tugas/meninggalkan tugas mengajar tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan paling banyak 3 (tiga) hari berturut-turut atau kumulatif 5 (lima) hari dalam satu bulan, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan;
Kondisi tersebut di atas dibuktikan dengan surat resmi atau surat keterangan dari pihak yang berwenang. Kepala sekolah wajib melaporkan kepada dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya, apabila terjadi hal-hal sebagaimana dimaksud sebelum jatuh tempo pembayaran tunjangan profesi.

Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018

Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018 - Di tahun 2018, pemerintah melakukan revisi terhadap Buku Tematik Kelas 3 Semester 2. Revisi ini juga akan berdampak pada perubahan pemetaan KD yang ada. Oleh karena itu, saya membagikan Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018.

Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018



Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018 berfungsi sangat penting dalam pembelajaran. Melalui pemetaan KD ini, kita bisa mengetahui kemunculan KD dalam Tema, Subtema, dan pembelajaran. Pemetaan KD ini bermanfaat saat kita merencanakan pembelajara, maupun penilaian.

Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018 yang saya bagikan ini merupakan pemetaan KD yang muncul dalam pembelajaran. Misalkan KD Bahasa Indonesia 3.9 muncul dalam subtema apa, dan pembelajaran apa saja.

Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018 ini terdiri atas Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018, Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018, Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018, dan Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018. File yang saya bagikan berupa word sehingga mudah untuk dimodifikasi.

Unduh Pemataan KD 3 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018

  1. Pemetaan KD 3 Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018
  2. Pemetaan KD 3 Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018
  3. Pemetaan KD 3 Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018
  4. Pemetaan KD 3 Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018
Unduh Pemataan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018
  1. Pemetaan KD 4 Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018
  2. Pemetaan KD 4 Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018
  3. Pemetaan KD 4 Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018
  4. Pemetaan KD 4 Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018
Demikian Pemataan KD 3 dan KD 4 Kelas 3 Semester 2 Revisi 2018. Semoga bermanfaat.

Rincian Tugas Tambahan Guru Yang Diakui Sebagai Jam Mengajar

Rincian Tugas Tambahan Guru Yang Diakui Sebagai Jam Mengajar - Permendikbud nomor 15 tahun 2018 mensyaratkan guru harus mengajar minimal 24 jam, dan maksimal 40 jam dalam satu minggu. Jika jam mengajar guru kurang dari 24 jam, tentu saja guru akan melanggar peraturan yang sudah ditetapkan oleh Kemendikbud. Hal ini berdampak pada tunjangan penghasilan guru yang tidak akan dibayarkan. (Unduh permendikbud nomor 15 tahun 2018)


Rincian Tugas Tambahan Guru Yang Diakui Sebagai Jam Mengajar



Di beberapa sekolah (SMP, SMA, dan SMK) memenuhi 24 jam mengajar tentu bukan perkara mudah. Saat ini banyak guru-guru tersebut mencari tambahan jam mengajar di sekolah lain. Sehingga bisa memenuhi beban jam mengajar mereka.

Namun jika kekurangan jumlah jam mengajar yang tidak terlalu banyak bisa memanfaatkan tugas tambahan guru ini untuk menambah jam mengajar. Berikut merupakan Rincian Tugas Tambahan Guru Yang Diakui Sebagai Jam Mengajar.

Rincian Tugas Tambahan Guru Yang Diakui Sebagai Jam Mengajar



1. Wali Kelas


Menjadi wali kelas setiap 1 (satu) Guru/kelas/tahun Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 2 jam tatap muka.

Rincian Tugas

  1. mengelola kelas yang menjadi tanggungjawabnya;
  2. berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik;
  3. menyelenggarakan administrasi kelas
  4. menyusun dan melaporkan kemajuan belajar peserta didik;
  5. membuat catatan khusus tentang peserta didik;
  6. mencatat mutasi peserta didik;
  7. mengisi dan membagi buku laporan penilaian hasil belajar;
  8. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan kewalikelasan;
  9. menyusun laporan tugas sebagai wali kelas kepada Kepala Sekolah;
Bukti Fisik

  1. surat tugas sebagai wali kelas dari Kepala Sekolah; 
  2. program dan jadwal kegiatan wali kelas yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  3. laporan hasil kegiatan wali kelas yang disetujui oleh Kepala Sekolah.


2. Pembina OSIS


Menjadi pembina OSIS setiap 1 (satu) Guru/ sekolah/tahun Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 2 jam tatap muka.

Rincian Tugas

  1. menyusun program pembinaan OSIS;
  2. mengoordinasikan kegiatan upacara rutin dan hari besar nasional;
  3. menyelenggarakan latihan kepemimpinan dasar bagi peserta didik;
  4. mengoordinasikan berbagai kegiatan OSIS;
  5. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan pembinaan OSIS;
  6. menyusun laporan pelaksanaan pembinaan OSIS.
Bukti Fisik

  1. surat tugas sebagai pembina OSIS dari Kepala Sekolah;
  2. program dan jadwal kegiatan pembinaan OSIS yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  3. laporan hasil kegiatan pembinaan OSIS yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

3. Pembina Ekstrakurikuler


Menjadi pembina ekstrakurikuler setiap 1 (satu) Guru/ ekstrakurikuler /1 (satu) kegiatan/ minggu (paling sedikit 20 orang peserta didik) Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 2 jam tatap muka.

Rincian Tugas

  1. menyusun program pembinaan ekstrakurikuler tertentu; 
  2. melaksanakan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler tertentu; 
  3. melatih langsung peserta didik;
  4. mengevaluasi program ekstrakurikuler;
  5. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan pembinaan ekstrakurikuler;
  6. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tertentu.
Bukti Fisik

  1. Surat Keputusan (SK) sebagai pembina ekstrakurikuler tertentu dari Kepala Sekolah;
  2. program dan jadwal kegiatan pembinaan ekstrakurikuler yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  3. laporan hasil kegiatan pembinaan ekstrakurikuler tertentu yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

4. Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)/Penilaian Kinerja Guru (PKG)


Menjadi Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)/Penilaian Kinerja Guru (PKG) setiap 1 (satu) Guru/ sekolah/tahun Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 2 jam tatap muka.

Rincian Tugas

  1. mengkaji hasil evaluasi diri Guru/hasil PKG tahun sebelumnya;
  2. menyusun rencana program PKB/PKG;
  3. mengoordinasikan pelaksanaan PKB/PKG di sekolahnya;
  4. memantau pelaksanaan PKB/PKG di sekolahnya;
  5. memetakan kebutuhan PKB bagi semua Guru;
  6. melakukan evaluasi tahunan pelaksanaan PKB/PKG di sekolah;
  7. bersama Kepala Sekolah menetapkan tim penilai kinerja Guru;
  8. mengoordinasikan jadwal PKG;
  9. merekapitulasi hasil penilaian kinerja Guru;
  10. mengoordinasikan pelaksanaan PKG dengan kelompok kerja;
  11. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan PKB/PKG;
  12. menyusun laporan pelaksanaan PKB/PKG.
Bukti Fisik

  1. surat tugas dari Kepala Sekolah yang diketahui dinas; pendidikan setempat;
  2. program dan jadwal kegiatan koordinasi PKB/PKG yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  3. laporan pelaksanaan tugas yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

5. Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK)


Menjadi Koordinator Bursa Kerja Khusu (BKK) setiap 1 (satu) Guru/ sekolah/tahun Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 2 jam tatap muka.

Rincian Tugas

  1. menyusun program kerja BKK; 
  2. menyusun database peserta didik lulusan SMK pencari kerja dan perusahaan pencari tenaga kerja dan penelusuran tamatan peserta didik SMK;
  3. menjaring informasi tentang pasar kerja melalui iklan di media massa, internet, kunjungan ke dunia usaha (industri) maupun kerjasama dengan lembaga penyalur tenaga kerja dan kementerian yang menyelenggarakan urusan bidang ketenagakerjaan;
  4. membuat leaflet informasi dan pemasaran lulusan SMK yang dikirim ke dunia usaha/industri yang terkait Kementerian Ketenagakerjaan;
  5. bekerjsama dengan dunia usaha dan dunia industri dalam menyalurkan calon tenaga kerja lulusan SMK ke dunia usaha dan industri;
  6. melakukan proses tindak lanjut hasil pengiriman dan penempatan tenaga kerja  melalui kegiatan penjajakan dan verifikasi;
  7. mengadakan program pelatihan ketrampilan tambahan/khusus bagi peserta didik dan lulusan SMK disesuaikan dengan bidang keahlian yang diperlukan;
  8. mengadakan program bimbingan menghadapi tahapan proses penerimaan peserta didik dalam suatu pekerjaan;
  9. memberikan informasi kepada para alumni ataupun para lulusan SMK lain yang membutuhkan informasi tentang lowongan kerja; 
  10. menyusun laporan tahunan pelaksanaan kegiatan BKK.
Bukti Fisik

  1. surat tugas sebagai koordinator BKK dari Kepala Sekolah;
  2. program kerja BKK;
  3. database peserta didik lulusan SMK pencari kerja dan perusahaan pencari tenaga kerja dan penelusuran tamatan peserta didik SMK;
  4. informasi tentang pasar kerja melalui iklan di media massa, internet, kunjungan ke dunia usaha (industri) maupun kerjasama dengan lembaga penyalur tenaga kerja dan Kementerian Ketenagakerjaan;
  5. leaflet informasi dan pemasaran lulusan SMK yang dikirim ke dunia usaha/industri yang terkait Kementerian Ketenagakerjaan;
  6. laporan hasil penyaluran lulusan SMK ke dunia usaha dan dunia industri;
  7. laporan hasil tindak lanjut hasil pengiriman dan penempatan tenaga kerja;
  8. laporan tahunan hasil pelaksanaan kegiatan BKK yang disetujui Kepala Sekolah.

6. Guru Piket


Menjadi guru piket setiap 1 (satu) Guru/hari/ minggu Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 1 jam tatap muka.

Rincian Tugas
  1. meningkatkan pelaksanaan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan (9K);
  2. menerima dan mendata tamu sekolah;
  3. mengoordinasikan Guru pengganti bagi kelas yang Gurunya berhalangan hadir;
  4. mencatat dan melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada Kepala Sekolah;
  5. melakukan kegiatan lainnya yang terkait tugas Guru piket;
  6. membuat laporan hasil piket per tugas.
Bukti Fisik

  1. surat tugas per semester sebagai Guru piket dari Kepala Sekolah;
  2. program dan jadwal piket yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  3. laporan hasil piket per tugas yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

7. Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1)


Menjadi Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) setiap 1 (satu) Guru/ sekolah Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 1 jam tatap muka.

Rincian Tugas
  1. menyusun rencana program LSP-P1;
  2. mengoordinasikan kegiatan LSP-P1;
  3. menyusun dan mengembangkan skema sertifikasi profesi;
  4. mengembangkan perangkat assesmen dan perangkat uji kompetensi;
  5. mengoordinasikan tenaga penguji atau asesor;
  6. melaksanakan sertifikasi;
  7. melaksanakan pengawasan pemeliharaan sertifikasi;
  8. memverifikasi dan menetapkan TUK;
  9. memelihara kinerja asesor dan TUK;
  10. mengembangkan pelayanan sertifikasi;
  11. membuat jejaring dengan SMKSMK lain;
  12. melakukan kegiatan lainnya yang terkait tugas ketua LSPP1;
  13. menyusun laporan pelaksanaan tugas terkait dengan ketua LSPP1.
Bukti Fisik
  1. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STPPL) untuk mengelola LSP-P1 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi/instansi yang berwenang;
  2. surat tugas dari Kepala Sekolah yang diketahui dinas pendidikan setempat;
  3. program dan jadwal kegiatan LSP-P1 yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  4. laporan pelaksanaan tugas yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

8. Penilai Kinerja Guru


Menjadi penilai kerja guru setiap 1 (satu) Guru/sekolah/5 (lima) - 10 (sepuluh) orang Guru Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara dengan 2 jam tatap muka.

Rincian Tugas

  1. menyusun rencana program PK Guru dan prosedur operasional standar penyelenggaraan PK Guru;
  2. melaksanakan kegiatan PK Guru sejumlah 5 (lima) - 10 (sepuluh) orang Guru sesuai program;
  3. menginput hasil penilaian kinerja Guru ke dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen PKG;
  4. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Penilaian Kinerja Guru.
Bukti Fisik

  1. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STPPL) untuk menjadi penilai kinerja Guru;
  2. SK sebagai tim penilai dari Kepala Sekolah yang diketahui oleh dinas;
  3. program dan jadwal pelaksanaan penilaian yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  4. laporan pelaksanaan penilaian yang disetujui oleh Kepala Sekolah.


9. Pengurus Organisasi/Asosiasi Profesi Guru


Kepengurusan organisasi/asosiasi profesi guru yang diakui bila ada di tingkat;

  1. nasional (ketua umum, sekretaris jenderal, ketua, wakil ketua, dan sekretaris);
  2. provinsi ( ketua dan wakil); dan
  3. kabupaten/ kota (ketua).
Menjadi pengurus organisasi/asosiasi profesi guru setiap 1 (satu) Guru/jabatan/ tahun Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu setara;

  1. pengurus organisasi/asosiasi profesi tingkat nasional setara dengan 3 jam Tatap Muka untuk Guru mata pelajaran;
  2. pengurus organisasi/asosiasi profesi tingkat provinsi setara dengan 2 jam Tatap Muka untuk Guru mata pelajaran;
  3. pengurus organisasi/asosiasi profesi tingkat kabupaten/kota setara dengan 1 jam Tatap Muka untuk Guru mata pelajaran.
Rincian Tugas
sesuai tugas pengurus organisasi/asosiasi profesi berdasarkan tingkat kepengurusan.

Bukti Fisik
SK sebagai pengurus organisasi/asosiasi profesi tingkat nasional, provinsi, atau kabupaten/kota.

Demikianlah informasi mengenai tugas tambahan guru yang diakui sebagai jam mengajar. Semoga bermanfaat.

Pemetaan KD 3 dan 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018

Pemetaan KD 3 dan 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018 - Dengan dirilisnya Buku Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018 (Download : Buku Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018), maka guru sudah harus mempersiapkan diri dalam membuat administrasi kelas 6 semester 2 sesuai dengan buku terbaru. Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan salah satu administrasi kelas yaitu Pemetaan KD 3 dan 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018.

Pemetaan KD 3 dan 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018


Pemetaan KD 3 dan 4 adalah pemetaan kemunculan KD dalam tiap tema, subtema dan pembelajaran. Dengan pemetaan ini, maka guru akan lebih mudah dalam mempersiapkan RPP maupun penilaian. Pemetaan Kompetensi Dasar yang akan dibagikan adalah Pemetaan KD 3 dan 4 Tema 6 Revisi 2018, Pemetaan KD 3 dan 4 Tema 7 Revisi 2018, Pemetaan KD 3 dan 4 Tema 8 Revisi 2018, dan Pemetaan KD 3 dan 4 Tema 9 Revisi 2018.

Pemetaan KD 3 dan 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018 merupakan pemetaan KD dalam setiap subtema dan pembelajaran. Misalkan, KD Bahasa Indonesia 3.1 di tema 6 muncul dalam subtema dan pembelajaran apa saja. File yang saya berikan berupa file word sehingga mudah untuk dimodifikasi.

Berikut merupakan Pemetaan KD 3 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018.

  1. Pemetaan KD 3 Kelas 6 Tema 6 Revisi 2018
  2. Pemetaan KD 3 Kelas 6 Tema 7 Revisi 2018
  3. Pemetaan KD 3 Kelas 6 Tema 8 Revisi 2018
  4. Pemetaan KD 3 Kelas 6 Tema 9 Revisi 2018
Berikut merupakan Pemetaan KD 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018
  1. Pemetaan KD 4 Kelas 6 Tema 6 Revisi 2018
  2. Pemetaan KD 4 Kelas 6 Tema 7 Revisi 2018
  3. Pemetaan KD 4 Kelas 6 Tema 8 Revisi 2018
  4. Pemetaan KD 4 Kelas 6 Tema 9 Revisi 2018
Demikinlah Pemetaan KD 3 dan 4 Kelas 6 Semester 2 Revisi 2018. Semoga bermanfaat.

Persyaratan dan Mekanisme Rekrutmen P3K Bulan Januari 2019

Persyaratan dan Meknaisme Rekrutmen P3K Bulan Januari 2019 - BKN melalui humas BKN mengumumkan rekrutmen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada minggu keempat bulan Januari 2019. Siapa saja yang berhak ikut? Berikut  ini merupakan persyaratan mengikuti seleksi rekrutmen P3K tahun 2019. Persyaratan ini dikutip dari PP Nomor 49 Tahun 2018.

Persyaratan dan Mekanisme Rekrutmen P3K Bulan Januari 2019
Sumber gambar: bkn.go.id

Persyaratan rekrutmen P3K


Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PPPK untuk JF dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. usia paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling tinggi 1 (satu) tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ;
  2. tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih; 
  3. tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, PPPK, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  4. tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  5. memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
  6. memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku dari lembaga profesi yang berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan;
  7. sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar; dan
  8. persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh PPK.
  9. Setiap pelamar harus memenuhi dan menyampaikan semua persyaratan pelamaran yang tercantum dalam pengumuman.
  10. Setiap pelamar berhak untuk memperoleh informasi tentang seleksi PPPK dari Instansi Pemerintah yang akan dilamar.
Penyampaian semua persyaratan pelamaran sebagaimana dimaksud diterima paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum pelaksanaan seleksi.


Seleksi Rekrutmen PPPK


Seleksi pengadaan PPPK sebagaimana dimaksud terdiri atas 2 (dua) tahap yaitu seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Seleksi administrasi sebagaimana dimaksud dilakukan untuk mencocokkan persyaratan administrasi dan kualifikasi dengan dokumen pelamaran.  Sedangkan seleksi kompetensi sebagaimana dimaksud dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.

Pelamar yang lulus seleksi administrasi berhak mengikuti seleksi kompetensi.

Seleksi kompetensi teknis terdiri atas:

  1. Seleksi kompetensi untuk jabatan yang mensyaratkan sertifikasi profesi yang dilakukan dengan uji kompetensi untuk menentukan peringkat; dan
  2. Seleksi kompetensi untuk jabatan yang belum mensyaratkan sertifikasi profesi yang dilakukan dengan uji kompetensi untuk menentukan ambang batas kelulusan dan peringkat.

Seleksi pengadaan PPPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. Pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi pengadaan PPPK mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Pelamar JPT utama tertentu dan JPT madya tertentu yang telah lulus seleksi pengadaan PPPK selain mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas juga mempertimbangkan masukan masyarakat sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Pelamar dinyatakan lulus seleksi kompetensi  apabila memenuhi peringkat yang ditentukan sesuai kebutuhan jumlah dan jenis jabatan.

Download PP Nomor 74 Tahun 2018 Tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dan Perjanjian Kerja

Demikian Persyaratan dan Mekanisme Rekrutmen P3K Bulan Januari 2019. Semoga bermanfaat.

Kemendikbud Merancang Cuti Studi Untuk Guru

Kemendikbud Merancang Cuti Studi Untuk Guru - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merancang kebijakan cuti studi untuk guru. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi regulasi guru dan tenaga kependidikan (16-18 Desember 2018). Hak memperoleh cuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 PP 74/2008 sebagaimana diubah dalam PP 19/2017 terkait cuti studi diatur sebagai berikut:

Kemendikbud Merancang Cuti Studi Untuk Guru



  1. Guru dapat memperoleh Cuti Studi yang bertujuan untuk pengembangan keprofesian, paling lama 6 (enam) bulan dengan tetap memperoleh hak gaji penuh. 
  2. Gaji penuh meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, maslahat tambahan dan/atau tunjangan khusus. 
  3. Cuti Studi dapat diberikan secara periodik kepada Guru setiap 6 (enam) tahun dihitung sejak yang bersangkutan memenuhi persyaratan dan kriteria untuk memperoleh Cuti Studi.

Kewajiban Guru Dalam Cuti Studi


  1. Guru yang memperoleh Cuti Studi wajib menyampaikan; laporan perkembangan kegiatan yang menjadi alasan terbitnya Cuti Studi pada pertengahan Cuti Studi; dan laporan hasil kegiatan setelah selesai Cuti Studi. 
  2. Laporan ditujukan kepada kepada PPK atau pejabat yang ditunjuk.

Kegiatan Dalam Cuti Studi


Cuti Studi digunakan oleh Guru untuk kegiatan:

  1. penelitian; 
  2. penulisan buku; 
  3. praktik kerja di dunia usaha atau dunia industri yang relevan dengan tugasnya; 
  4. pelatihan yang relevan dengan tugasnya; 
  5. pengabdian kepada masyarakat; 
  6. dan/atau magang pada satuan pendidikan lain atas inisiatif sendiri.
Cuti Studi diberikan melalui penugasan atas dasar usulan dari guru berisi:

  1. surat permohonan Cuti Studi; 
  2. uraian kegiatan/proposal paling sedikit meliputi: jenis kegiatan; judul kegiatan; tempat kegiatan; durasi dan lini waktu kegiatan; metode kegiatan;  pembiayaan kegiatan; lembar pengesahan.
  3. Penelitian, penulisan buku, dan pengabdian masyarakat terkait dengan bidang pendidikan dan kebudayaan. 
  4. Praktik kerja di dunia usaha atau dunia industri, magang harus memiliki relevansi dengan tugas guru dan/atau bidang yang diampu. Pelatihan yang relevan dengan tugasnya merupakan pelatihan yang dilaksanakan di dalam atau di luar negeri yang diselenggarakan oleh lembaga yang kredibel dalam durasi waktu antara 2 (dua) sampai dengan 6 (enam) bulan.

Tim Penilai Cuti Studi Guru


  1. Cuti Studi diberikan oleh PPK setelah usulan untuk melakukan kegiatan lolos dari tim penilai. 
  2. Tim penilai dibentuk oleh PPK. 
  3. Tim penilai dilakukan atas dasar pemenuhan persyaratan dan kriteria sesuai dengan kompleksitas peruntukannya.
  4. PPK dapat mendelegasikan kepada pejabat yang ditunjuk untuk menandatangani pemberian Cuti Studi.
  5. Tim penilai berasal dari birokrasi; akademisi; dan praktisi. 
  6. Tugas Tim Penilai meliputi meneliti kelengkapan administrasi; menilai usulan sesuai dengan relevansi dan kepentingan Cuti Studi dengan jenis kegiatan yang diusulkan; menganalisis jumlah guru yang mengajukan Cuti Studi; merekomendasikan guru pengganti sementara sesuai jenis dan jumlahnya; merekomendasikan pemberian izin Cuti Studi; dan memantau pelaksanaan kegiatan dan memeriksa laporan hasil cuti studi.

Pemberian Cuti Studi Guru


Pemberian cuti studi diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan kepada:

  1. Guru ahli madya dan Guru ahli utama untuk penelitian dan penulisan buku; Guru pada SMK untuk praktik kerja di dunia usaha dan dunia industri yang relevan dengan tugasnya; atau Guru untuk pelatihan yang relevan dengan tugasnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan magang pada satuan pendidikan lain atas inisiatif sendiri. 
  2. Pemberian cuti studi, diberikan dengan mencantumkan jangka waktu kegiatan yang ditentukan berdasarkan kompleksitas peruntukkannya.
  3. Kriteria dan ukuran kompleksitas peruntukannya ditentukan oleh masing-masing PPK.


Ketentuan Cuti Studi Guru


  1. Guru dapat memperoleh Cuti Studi apabila yang bersangkutan memenuhi persyaratan: memenuhi kualifikasi akademik; dan memiliki sertifikat pendidik; 
  2. PPK atau pejabat yang ditunjuk oleh PPK yang menetapkan pemberian cuti studi harus menunjuk Guru Pengganti Sementara (GPS). 
  3. GPS harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik.

Mekanisme Cuti Studi Guru


Mekanisme perolehan Cuti Studi meliputi:

  1. Guru mengajukan usulan Cuti Studi kepada PPK melalui kepala sekolah; 
  2. kepala sekolah meneruskan usulan Cuti Studi kepada kepala dinas yang mempunyai urusan di bidang pendidikan sesuai dengan kewenangannya; 
  3. kepala dinas menyiapkan rapat penilaian oleh tim penilai; 
  4. kepala dinas meneruskan usulan kepada PPK disertai dengan pertimbangan pemberian Cuti Studi dengan melampirkan dokumen persyaratan dan rancangan keputusan pemberian Cuti Studi atau keputusan penolakan atas usulan Cuti Studi; dan 
  5. PPK menerbitkan keputusan Cuti Studi atau penolakan.  
PPK atau pejabat yang ditunjuk untuk menerbitkan izin Cuti Studi dapat menunda pemberian Cuti Studi terutama terkait dengan ketersediaan GPS.

Demikian informasi mengenai Cuti Studi Untuk Guru. Semoga bermanfaat.

Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019

Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019 - Sudah dua tahun ini, sistem zonasi diterapkan oleh Kemendikbud dalam penerimaan siswa baru. Di tahun 2019, Kemendikbud kembali akan menyelenggarakan PPDB dengan sistem zonasi. Pelaksanaan sistem zonasi ini akan mengalami perubahan dan penyempurnaan.

Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019


Sistem zonasi pendidikan adalah kebijakan strategis jangka panjang untuk percepatan dan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Sistem zonasi lebih mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah, bukan mengutamakan prestasi akademik.

Kemendikbud melalui Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan dalam kegiatan sosialisasi regulasi guru dan tenaga kependidikan mengatakan restorasi pendidikan dilakukan melalui sistem zonasi. Berikut merupakan alasan melakukan restorasi pendidikan melalui zonasi.

  1. Mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik.
  2. Menjamin pemerataan akses pendidikan.
  3. Menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah negeri.
  4. Membantu analisis perhitungan kebutuhan dan distribusi guru.
  5. Mendorong kreativitas pendidik dalam pembelajaran dengan kondisi siswa yang heterogen.
  6. Mencegah penumpukan guru berkualitas dalam suatu wilayah/sekolah tertentu.
  7. Mengurangi kecurangan PPDB dan meningkatkan akses layanan pendidikan pada kelompok rentan sehingga wajib belajar 12 tahun tercapai.
  8. Mengintregrasikan antara pendidikan non-formal dan pendidikan formal.
  9. Mendorong Pemda dan peran masyarakat dalam pemerataan kualitas pendidikan.
  10. Membantu Pemerintah dalam memberikan bantuan yang lebih tepat sasaran.

Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019


Di tahun 2019, ada beberapa poin-poin perubahan dalam penerimaan peserta didik baru. Berikut merupakan perubahan yang ada dalam Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019.

Prinsip dan Tujuan


Dalam Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019, Prinsipnya adalah menjamin PPDB secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan. Tujuannya dapat digunakan sebagai pedoman bagi:

  1. Kepala daerah untuk membuat kebijakan teknis pelaksanaan PPDB dan menetapkan zonasi.
  2. Kepala sekolah dalam melaksanakan PPDB dengan sistem zonasi.

Pelaksanaan PPDB Tahun 2019



Informasi PPDB

Sekolah negeri melaksanakan PPDB pada bulan Mei, dan wajib mengumumkan:

  1. Pendaftaran yang meliputi persyaratan, tanggal pendaftaran, proses seleksi per jalur.
  2. Jumlah daya tampung
  3. Pengumuman hasil seleksi PPDB yang meliputi pengumuman per masing-masing jalur.
  4. Proses daftar ulang.

Daya tampung


Daya tampung pada kelas 1, 7, dan 10 harus sesuai dengan yang terdata pada Dapodik dan tidak melebihi ketentuan rombongan belajar. (Jika sekolah menerima siswa baru melebihi daya tampung yang diumumkan, maka kelebihan tersebut tidak akan diperhitungkan dalam alokasi BOS)


Sekolah Swasta

PPDB sekolah swasta penerima BOS wajib dilaksanakan bulan Mei tahun ajaran 2020/2021.

Pengumuman Hasil PPDB

Sekolah wajib mengumumkan hasil seleksi untuk masing-masing jalur. Hasil seleksi PPDB ditetapkan oleh masing-masing kepala sekolah. Penetapan ini dilakukan secara mandiri melalui rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala sekolah.

Jalur PPDB

Ada tiga jalur pendaftaran PPDB yaitu zonasi (minimal 90%), prestasi (maksimal 5%), dan perpindahan tugas orangtua/wali (maksimal 5%). Berikut merupakan persyaratan pendaftaran peserta didik jalur zonasi.

  1. Domisili berdasarkan kartu keluarga. Kartu keularga yang boleh dipergunakan diterbitkan minimal 1 tahun sebelum pelaksanaan PPDB.
  2. KK dapat digantikan dengan surat keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 tahun sebelum pelaksanaan PPDB. Contoh anak tentara yang sudah lama dititipkan di sanak saudara tanpa mengubah KK.
  3. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki Kartu Keluarga atau surat keterangan domisili dari RT/RW sesuai dengan zonasi pada saat menamatkan jenjang pendidikan terakhir.


Ketentuan Seleksi

SD Kelas 1
  1. PPDB berdasarkan jalur zonasi dan jalur perpindahan tugas/pekerjaan orangtua.
  2. Urutan prioritas yang pertama adalah usia, baru kemudian jarak tempat tinggal ke sekolah.
  3. Jika usia calon siswa sama, penentuan dilakukan berdasarkan jarak rumah dengan sekolah.
  4. Tidak boleh melaksanakan tes membaca, menulis, ataupun berhitung.
SMP Kelas 7
Untuk SMP Kelas 7, pelaksanaan PPDB dilakukan secara daring dan luring.
Ketentuan seleksi dengan Daring (online).

  1. Urutan prioritas jarak domisili terdekat dengan sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.
  2. Jika jarak dengan sekolah sama, penentuan berdasarkan siswa yang mendaftar lebih awal.
Ketentuan seleksi dengan Luring (offline).

  1. Urutan prioritas jarak domisili ke sekolah dalam zonazi yang ditetapkan.
  2. Untuk daya tampung terakhir dari sisa kuota jalur zonasi, jika terdapat peserta didik yang memiliki jarak tempat tinggal dengan sekolah yang sama, maka memperioritaskan peserta didik dengan nilai USBN yang lebih tinggi.
SMA Kelas 10

Untuk SMP Kelas 10, pelaksanaan PPDB dilakukan secara daring dan luring.
Ketentuan seleksi dengan Daring (online).

  1. Urutan prioritas jarak domisili terdekat dengan sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.
  2. Jika jarak dengan sekolah sama, penentuan berdasarkan siswa yang mendaftar lebih awal.
Ketentuan seleksi dengan Luring (offline).
  1. Urutan prioritas jarak domisili ke sekolah dalam zonazi yang ditetapkan.
  2. Untuk daya tampung terakhir dari sisa kuota jalur zonasi, jika terdapat peserta didik yang memiliki jarak tempat tinggal dengan sekolah yang sama, maka memperioritaskan peserta didik dengan nilai UN yang lebih tinggi.
SMK Kelas 10
  1. Dikecualikan dari seluruh jalur PPDB
  2. Seleksi menggunakan nilai UN tertinggi.
  3. Selain UN, seleksi dapat mempertimbangkan; hasil tes bakat dan minat dengan bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian; dan/atau hasil perlombaan dan/atau penghargaan tingkat internaisional, nasional, provinsi, dan/atau kabupaten/kota.
Siswa Tidak Mampu
  1. Jika terdapat calon siswa tidak mampu yang berdomisili pada zonasi SMA/SMK negeri yang belum melaksanakan wajib belajar 12 tahun wajib menerima 20% dari seluruh daya tampung.
  2. Siswa tersebut dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan.
  3. "Tidak mampu" wajib dibuktikan dengan SKTM yang diterbitkan oleh Dinas Pemda terkait sesuai kewenangan; SKTM dapat digantikan dengan bukti lain yang diterbitkan oleh pemerintah pusat atau Pemda.
  4. Orangtua atau wali wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bersedia mengembalikan biaya pendidikan dan bersedia diposes secara hukum apabila memalsukan SKTM atau bukti lain.
  5. Sekolah bersama Pemda wajib melakukan verifikasi data dan lapangan jika terdapat dugaan pemalsuan SKTM.
  6. Siswa yang memeperoleh SKTM dengan cara tidak sesuai dikenakan sanksi pengeluaran dari sekolah.


LARANGAN DALAM PPDB 2019


Larangan ini berlaku bagi sekolah negeri dan sekolah swasta penerima BOS.
  1. Membuka jalur seleksi PPDB selain yang diatur dalam peraturan menteri.
  2. Melakukan pungutan dan/atau sumbangan terkait PPDB/Perpindahan peserta didik.
  3. Melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku yang dikaitkan dengan PPDB.
  4. Menambah rombel, jika rombel yang ada telah memenuhi/melebihi SNP dan sekolah tidak memiliki lahan.
  5. Menambah ruang kelas baru.
Demikian informasi mengenai Rancangan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) Tahun 2019. Semoga bermanfaat.