Pos USBN 2019 Semua Jenjang Pendidikan

Pos USBN 2019 - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun pelajaran 2018/2019 akan dilaksanakan pada tahun 2019. Untuk mempersiapkan pelaksanaan USBN 2019, BSNP mengeluarkan Pos USBN 2019Pos USBN 2019 ini terdiri atas Pos USBN 2019 SD, Pos USBN 2019 MI, Pos USBN 2019 SDTK, Pos USBN 2019, SPK, Pos USBN 2019 SMP, Pos USBN 2019 MTS, Pos USBN 2019 SMA/MA, Pos USBN 2019 SMK/MAK, Pos USBN 2019 SDLB/MILB, SMPLB/MTsLB, SMALB/MALB.

Pos USBN 2019



Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN. Sehingga, sekolah yang akan menyelenggarakan ujian sekolah berstandar nasional wajib membuat Pos USBN 2019.

Pos USBN 2019 bisa di download melalui link di bawah ini.

DOWNLOAD POS USBN 2019

Demikian Pos USBN 2019. Semoga bermanfaat.






Ebook 20 Permainan Komunikatif Untuk SMP/MTS

Ebook 20 Permainan Komunikatif Untuk SMP/MTS - Berikut ini merupakan Ebook 20 Permainan Komunikatif Untuk SMP/MTS. Materi penunjang ini disusun atas kerja sama Australia’s Education Partnership with Indonesia (Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia) dengan IALF (Indonesia Australia Language Foundation) yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun di bidang pengajaran dan penyusunan sumber belajar.

Ebook 20 Permainan Komunikatif Untuk SMP/MTS


Ebook ini terdiri dari 20 permainan yang ditujukan untuk melatih pemahaman topik dan keterampilan berbahasa. Setiap permainan diawali dengan Warmer atau pemanasan. Warmer bertujuan untuk mengaktifkan pengetahuan awal para siswa dan memberikan contoh serta mempersiapkan siswa sebelum melakukan kegiatan utama. Main Activity atau kegiatan utama memberikan langkah-langkah cara melakukan permainan. Beberapa permainan memiliki Variation atau variasi dari kegiatan yang sama tapi dengan metode yang berbeda. Selain itu, pada beberapa permainan dapat dijumpai Across the Curriculum. Bagian ini menjelaskan bagaimana suatu kegiatan dapat diadaptasi untuk mata pelajaran lain.

DOWNLOAD EBOOK 20 PERMAINAN KOMUNIKATIF UNTUK SMP/MTS

Demikian postingan mengenai Ebook 20 Permainan Komunikatif Untuk SMP/MTS. Semoga bermanfaat.

Mengirim Foto Agar Tidak Pecah Di Whatsapp

Mengirim Foto Tidak Pecah Di Whatsapp - Whatsapp saat ini menjadi aplikasi berkirim pesan yang paling banyak penggunanya. Di playstore sendiri, whatsapp menduduki peringkat pertama aplikasi kategori komunikasi mengalahkan facebook massanger, line maupun telegram.

Populernya whatsapp ini tidak lepas dari banyaknya fitur yang ia miliki. Salah satunya adalah bisa fitur mengirim foto antar pengguna whatsapp.

Namun, foto yang dikirim melalui whatsapp akan secara otomatis mengalami resize. Hal ini mungkin bertujuan untuk mengurangi beban server whatsapp itu sendiri. Hal ini berdampak terhadap kualitas foto kita yang menurun.

Tapi, kita tidak usah kahwatir. Kita bisa juga mengirim foto di whatsapp tanpa mengurangi kualitas foto kita. Berikut Cara Mengirim Foto Agar Tidak Pecah Di Whatsapp.

Langkah Mengirim Foto Agar Tidak Pecah Di Whatsapp


Langkah 1
Buka aplikasi whatsapp

Langkah 2
Pilih kontak atau grup yang akan kita kirimi foto, kemudian tekan simbol tautan. Perhatikan gambar berikut.
Mengirim Foto Agar Tidak Pecah Di Whatsapp



Langkah 3
Pilih Document, kemudian cari letak foto yang kita akan kirim dan klik ok. Foto kamera biasanya akan ada di folder DCIM.

Langkah 4
Jika muncul pemberitahuan, silakan klik send. Foto akan terkirim sesuai dengan ukuran aslinya (tidak pecah).

Demikian Tutorial Mengirim Foto Agar Tidak Pecah Di Whatsapp. Semoga bermanfaat.

Materi Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018

Materi Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018 - Dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2018, Direkotarat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018. Kegiatan tersebut diselenggarakan dari tanggal 29 Nopember s.d 2 Desember 2018. Kegiatan simposium merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan, dan menyampaikan ide atau gagasan baru serta memotivasi guru, agar menjadi guru yang profesional menuju abad 21.

Materi Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018



Tujuan Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018


Pelaksanaan Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018 secara umum untuk meningkatkan profesionalisme guru menuju pendidikan abad ke 21. Sedangkan tujuan khusus adalah sebagai berikut.

  1. Menambah wawasan dan pemahaman guru dalam melaksanakan tugas keprofesian
  2. Menemukan dan mengelaborasi ide karya terbaik
  3. Penyebaran praktek baik untuk meningkatkan kualitas tugas pokok guru
  4. Meningkatkan porfesionalisme guru
  5. Memberikan penghargaan atas ide karya terbaik guru pendidikan dasar.


Peserta Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018


Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018 diikuti oleh 400 guru SD dan SMP. Mayoritas peserta berasal dari guru-guru se Jabotabek. Sebagai penghargaan terhadap prestasi guru, diundang juga guru-guru peraih juara dalam lomba inovasi pembelajaran tahun 2018, peraih juara OGN 2018, finalis lomba guru berprestasi tingkat nasional tahun 2018, dan peraih satya lencana pendidikan tahun 2018.


Materi Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018


Sebagai pemateri, dihadirkan Narasumber dari kalangan dosen seperti Prof. Sajidan, Prof Baedhowi, Prof. Emi Emilia, Donny Kesuma dan Amsori. Materi yang disajikan Narasumber Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018 dapat di download melalui link di bawah ini.


  1. KEBIJAKAN PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN DASAR PPT
  2. PENINGKATAN MUTU GURU MELALUI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) PPT
  3. PROFESIONALISME GURU MENUJU PENDIDIKAN ABAD 21 PPT
  4. PENGUATAN KECAKAPAN LITERASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PPT
  5. PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KONTEKS TANTANGAN PENDIDIKAN PPT
  6. PERLINDUNGAN HUKUM DAN PROFESI GURU PPT
  7. PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL GURU



Demikian Materi Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2018. Semoga bermanfat.

Aplikasi PKG Guru Terbaru

Aplikasi PKG Guru Terbaru - Setiap tahun, guru wajib untuk membuat PKG (Penilaian Kinerja Guru). PKG adalah penilaian dari setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Penilaian ini dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan. Kali ini, akan kami bagikan Juknis PKG Guru Revisi Terbaru, dan Aplikasi PKG Guru Terbaru.

Juknis PKG Guru Revisi Terbaru


Juknis PKG Guru Revisi Terbaru tertuang dalam Buku 2 Buku Naik Pangkat Guru Revisi 2016. Buku ini merupakan buku revisi dari buku yang dikeluarkan pemerintah sebelumnya. Berikut merupakan isi singkat dari Juknis PKG Guru Revisi Terbaru

Tujuan PK Guru

PK Guru dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
  2. Menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara profesional.
  3. Menentukan persentase perolehan hasil penilaian kinerja untuk perhitungan angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dilakukannya pada tahun berjalan.
  4. Menjadi dasar untuk menyusun program pengembangan keprofesiannya sebagai guru pembelajar.


Prinsip Pelaksanaan PK Guru

PK Guru dilaksanakan secara konsisten dan teratur setiap tahun anggaran dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.
  1. Obyektif. Semua nilai yang diperoleh harus berdasarkan pada kondisi nyata guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari melalui pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pemantauan sesuai dengan prosedur dan kriteria penilaian yang disediakan.
  2. Adil. Semua guru dinilai dengan syarat, ketentuan dan prosedur yang sama. Penilai dan guru yang dinilai membahas dan menyepakati hasil penilaian serta alasannya.
  3. Akuntabel. Penilai dapat mempertanggungjawabkan hasil penilaian yang diberikan berdasarkan bukti dalam proses pengendalian.
  4. Transparan. Proses PK Guru memungkinkan bagi penilai, guru yang dinilai, dan pihak lain yang berkepentingan untuk memperoleh informasi tentang apa yang akan dinilai, bagaimana proses penilaian dilakukan, dan hasil penilaian.
  5. Partisipatif. Turut berperan serta dalam suatu kegiatan wawancara sebelum pengamatan dan persetujuan setelah pengamatan (pertemuan persetujuan) melibatkan partisipasi aktif guru dalam proses tersebut.
  6. Terukur. Proses penilaian PK Guru dilakukan melalui proses penilaian kualitatif (pengamatan dan pemantauan) dan kuantitatif (melalui butir indikator kinerja dan kriteria).
  7. Komitmen. Penilai dan yang dinilai memiliki kemauan dan kemampuan untuk menyelaraskan sikap dan tindakan untuk melaksanakan PK Guru sesuai dengan prosedur sehingga tujuan PK Guru terwujud.
  8. Berkelanjutan. Guru wajib mengikuti proses PK Guru setiap tahun selama menyandang profesinya.

Waktu Pelaksanaan

PK Guru dilaksanakan oleh penilai kinerja guru dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Proses pelaksanaan dilakukan selama 1 (satu) tahun.
  2. PK Guru formatif dilaksanakan pada awal tahun anggaran/ kalender dan hanya untuk tahun pertama, guru baru, dan guru mutasi.
  3. PK Guru sumatif dilaksanakan 8 (delapan) minggu sebelum akhir tahun anggaran. Dianjurkan laporan PK Guru sudah diselesaikan pada pertengahan bulan Desember karena akan dijadikan sebagai bahan penilaian Capaian Sasaran Kinerja Pegawai (CSKP).
  4. PK Guru dengan masa penilaian 1 (satu) semester diberikan kepada: (a) guru yang kekurangan sedikit angka kredit untuk kenaikan pangkat/ jabatan, (b) Guru yang mendapat tugas tambahan (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala perpustakaan, kepala laboratorium/bengkel, kepala program keahlian) hanya satu semester.

Selengkapnya Juknis PKG Guru Terbaru dapat diunduh melalui link di bawah ini.

DOWNLOAD BUKU 2 TENTANG PENILIAIAN KINERJA GURU REVISI TERBARU

Aplikasi PKG Guru Terbaru


Berikut ini merupakan Aplikasi PKG Guru Terbaru. Aplikasi ini dibuat sesuai dengan buku 2 Penilaian Kinerja Guru. Di dalamnya sudah terdapat:





Instrumen Penilaian Kinerja Guru meliputi :
a. Instrumen Penilaian Kinerja Guru Klas/Mapel (Lampiran 1).
b. Instrumen Penilaian Kinerja Guru BK (Lampiran 2).
c. Instrumen Penilaian Kinerja Guru TIK (Lampiran 3).
d. Instrumen Penilaian Kinerja Guru PAUD (Lampiran 4).
e. Instrumen Penilaian Kinerja Guru Pendidikan Khusus (Lampiran 5).
f. Instrumen Penilaian Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan (Lampiran 6).

Suplemen Instrumen meliputi :

a) Suplemen Instrumen Guru Mapel/Klas yang terdiri dari:
1. Instrumen Penilaian Oleh Teman sejawat.(Lampiran MP1).
2. Instrumen Penilaian oleh Orangtua .(Lampiran MP2).
3. Instrumen Penilaian oleh Peserta Didik .(Lampiran MP3).

b) Suplemen Instrumen Guru BK :
1. Instrumen Penilaian Teman Sejawat (Lampiran BK1).
2. Instrumen Penilaian Peserta Didik (Lampiran BK2).
3. Instrumen Penilaian Orangtua (Lampiran BK3).

c) Suplemen Instrumen Guru TIK :
1. Instrumen Penilaian Teman Sejawat (Lampiran TIK1).
2. Instrumen Penilaian Peserta Didik (Lampiran TIK2).
3. Instrumen Penilaian Orangtua (Lampiran TIK3).

d) Suplemen Instrumen Guru PAUD meliputi :
1. Instrumen Penilaian Teman Sejawat (Lampiran PAUD1).
2. Instrumen Penilaian Peserta Didik (Lampiran PAUD2).
3. Instrumen Penilaian Orangtua (Lampiran PAUD3).

e) Suplemen Instrumen Guru Pendidikan Khusus (PK) meliputi :
1. Instrumen Penilaian Teman Sejawat (Lampiran PK1).
2. Instrumen Penilaian Peserta Didik (Lampiran PK2).
3. Instrumen Penilaian Orangtua (Lampiran PK3).

f) Suplemen Instrumen Guru Produktif meliputi :
1. Instrumen Penilaian Teman Sejawat (Lampiran SMK1).
2. Instrumen Penilaian Peserta Didik (Lampiran SMK2).
3. Instrumen Penilaian Orangtua (Lampiran SMK3).
4. Instrumen Penilaian DU/DI (Lampiran SMK4).

g) Suplemen Instrumen Kepala Sekolah meliputi :
1. Instrumen Penilaian GuruTeman Sejawat (Lampiran KS1).
2. Instrumen Penilaian Peserta Didik (Lampiran KS2).
3. Instrumen Penilaian Orangtua (Lampiran KS3).
4. Instrumen Kehadiran (Lampiran 7).
5. Laporan Kendali PK Guru (Lampiran 8).

DOWNLOAD APLIKASI PKG GURU TERBARU

Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019

Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019 - Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2018/2019 akan diselenggarakan pada tahun 2019. Badan Standar Nasional  Pendidikan (BSNP)  merilis Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019. Kisi-Kisi tersebut terdiri atas Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia SMK 2018/2019Kisi-Kisi UN Bahasa Inggris SMK 2018/2019Kisi-Kisi UN Matematika Teknik SMK 2018/2019Kisi-Kisi UN Matematika Akuntansi SMK 2018/2019, dan Kisi-Kisi UN Matematika Pariwisata SMK 2018/2019.

Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019



Dalam Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019 termuat level kognitif dan ruang lingkup materi yang akan keluar dalam UN 2019. Dengan mempelajari Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019, siswa tentu memperolah bayangan materi yang akan keluar dalam UN SMK 2019.

Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019 bisa di download melalui link di bawah ini.

KISI-KISI UN SMK 2019

Demikianlah Kisi-Kisi UN SMK 2018/2019. semoga bermanfaat.

Aplikasi Rapor SMP Terbaru

Aplikasi Rapor SMP Terbaru - Mulai tahun pelajaran 2013/2014, Pemerintah telah memberlakukan kurikulum baru yang disebut dengan Kurikulum 2013. Kurikulum,  proses pembelajaran, dan penilaian proses dan hasil belajar  merupakan komponen penting dalam kegiatan pembelajaran disamping komponen-komponen yang lain. Komponen tersebut saling terkait antara satu dengan yang lain. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Proses pembelajaran merupakan upaya untuk mencapai Kompetensi Dasar yang dirumuskan dalam kurikulum. Sementara itu, kegiatan penilaian dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian Kompetensi Dasar. Penilaian juga digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan, dan perbaikan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Oleh sebab itu kurikulum yang baik dan proses pembelajaran yang benar perlu di dukung oleh sistem penilaian yang baik, terencana dan berkesinambungan.

Aplikasi Rapor SMP Terbaru



Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.Dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas, maka penilainnya lebih menekankan pada penilaian proses baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Model penilaian tersebut dapat dilihat pada format raport SMP yang sudah diterbitkan oleh Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Dengan diterbitkannya model penilaian tersebut, penulis ingin berbagi sebuah aplikasi untuk mempermudah guru untuk penyusunan raport yang sesuai dengan Kurikulum 2013, dimana model raport ini tidak lagi seperti raport saat kurikulum KTSP 2006. Model raport kali ini lebih mencerminkan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan Kompetensi Inti (KI-1 s/d KI-4) yang diharapkan dalam kurikulum 2013.

Berikut ini kami bagikan Aplikasi Rapor SMP Terbaru. Aplikasi Rapor ini dibuat oleh Made Mudiartana.

UNDUH APLIKASI RAPOR SMP TERBARU

Demikianlah postingan mengenai Aplikasi Rapor SMP Terbaru. Semoga bermanfaat.

Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Lengkap

Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 - Di tahun 2018 ini, Badan Standar Nasional (BSNP) merilis Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019. Kisi-Kisi UN ini merupakan Kisi-Kisi UN SMA 2019. Kisi-Kisi yang dirilis ini merupakan Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 lengkap yang terdiri atas :

Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Lengkap



  1. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Indonesia - IPA/IPS/Keagamaan 
  2. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Indonesia – Bahasa SMA/MA
  3. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Sastra Indonesia – Bahasa SMA/MA
  4. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Inggris - IPA/IPS/Bahasa/Keagamaan
  5. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Arab - Bahasa SMA/MA
  6. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Jepang – Bahasa SMA/MA
  7. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Jerman – Bahasa SMA/MA
  8. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Prancis – Bahasa SMA/MA
  9. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Bahasa Mandarin - Bahasa SMA/MA
  10. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Matematika - IPA SMA/MA
  11. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Matematika - IPS/Keagamaan SMA/MA
  12. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Matematika – Bahasa SMA/MA
  13. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Fisika – IPA SMA/MA
  14. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Kimia – IPA SMA/MA
  15. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Biologi – IPA SMA/MA
  16. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Ekonomi - IPS SMA/MA
  17. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Sosiologi - IPS SMA/MA
  18. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Geografi – IPS SMA/MA
  19. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Antropologi – Bahasa SMA/MA
  20. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Tafsir – Keagamaan MA
  21. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Hadits – Keagamaan MA
  22. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Fiqih – Keagamaan MA
  23. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Kitab Suci – Katolik SMAK
  24. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Liturgi – Katolik SMAK
  25. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Doktrin Gereja Katolik dan Moral Kristiani - Katolik SMAK
  26. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Sejarah Gereja – Protestan SMTK
  27. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Etika Kristen – Protestan SMTK
  28. Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Ilmu Pengetahuan Alkitab - Protestan SMTK
Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 bisa di download melalui link di bawah ini.


Demikianlah Postingan mengenai Kisi-Kisi UN SMA 2018/2019 Lengkap. Semoga bermanfaat.

Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019

Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019 - BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) merilis Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019. Kisi-Kisi yang dirilis tersebut meliputi Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia SMP 2018/2019, Kisi-Kisi UN Bahasa Inggris SMP 2018/2019, Kisi-Kisi UN Matematika SMP 2018/2019, dan Kisi-Kisi UN IPA SMP 2018/2019.

Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019


Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019 dibuat sebagai acuan dalam pelaksanaan UN SMP di tahun 2019. Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019 ini berisikan ruang lingkup materi yang akan dikeluarkan dalam Ujian Nasional SMP Tahun 2019.

Berikut merupakan Kisi-Kisi UN SMP 2019

DOWNLOAD KISI-KISI UN SMP 2019
DOWNLOAD KISI-KISI UN SMPLB 2019

Demikian postingan mengenai Kisi-Kisi UN SMP 2018/2019. Semoga bermanfaat.

Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019

Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019 - Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akhirnya merilis Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019. Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019 yang dikeluarkan ini mencakup Kisi-Kisi USBN IPA SD Tahun 2018/2019Kisi-Kisi USBN Matematika SD Tahun 2018/2019, dan Kisi-Kisi USBN Bahasa Indonesia SD Tahun 2018/2019.

Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019



Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019 merupakan acuan dalam pengembangan dan perakitan soal USBN yand disusun berdasarkan kreteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan Kurikulum yang berlaku.  Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019 ini memuat level kognitif dan lingkup materi mata pelajaran pada jenjang SD. Di tahun 2018/2019 Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019 merupakan irisan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum KTSP.

Berikut ini merupakan Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019.

  1. KISI-KISI USBN IPA SD TAHUN PELAJARAN 2018/2019
  2. KISI-KISI USBN MATEMATIKA SD TAHUN PELAJARAN 2018/2019
  3. KISI-KISI USBN BAHASA INDONESIA SD TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Semoga Kisi-Kisi USBN SD Tahun 2018/2019 bisa membantu guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi USBN di tahun 2019.

Materi Pantun Terlengkap

Materi Pantun Terlengkap - Ada banyak pendapat yang mencoba menjelaskan tentang asal mula kata “pantun”. antara lain:

  1. Pantun berasal dari kata umpama, missal, seperti.
  2. Pantun berasal dari bahasa Jawa, yaitu pantun yang berarti ‘padi’
  3. Pantun berasal dari kata vtun. Vtun adalah kata dari bahasa Jawa Kuno tuntun aatau tuntunan yang berarti ‘mengatur’. Dalam bahasa Tagalog tuntun artinya ‘bicara menurut aturan tertentu’. Dengan kata lain, pantun berarti aturan atau susunan.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama asli Indonesia. Pantun terdiri dari atas empat baris yang merupakan sampiran dan isi. Dua baris pertama (baris 1 dan 2) merupakan sampiran, sedangkan dua baris terakhir (baris 3 dan 4) adalah isi. Antara sampiran dan isi pantun tidak berhubungan. Artinya, pernyataan dalam sampiran boleh berbeda maksudnya dengan pernyataan yang diungkapkan isi.

Materi Pantun Terlengkap


Ciri-Ciri Pantun


Untuk lebih jelasnya, pantun mempunyai ciri khas tertentu sebagai berikut.

  1. Tiap bait terdiri atas 4 baris
  2. Tiap baris terdiri atas 4 sampai 6 kata
  3. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
  5. Baris ketiga dan keempat merupakan isi
  6. Baris pertama dan ketiga mempunyai bunyi akhir yang sama
  7. Baris kedua dan keempat juga mempunyai bunyi akhir yang sama. Dengan kata lain, rima akhir baris bersajak a-b-a-b

Coba perhatikan dua pantun berikut! Kemudian baca kembali kesesuaiannya dengan ciri-ciri pantun yang telah disebutkan.

Duku dimakan bersama-sama
Jatuh ke tanah dimakan merpati
Boleh juga berpantun bersama
Karna pantun menghibur hati

Tupai delapan memakan duku
Duku dimakan bersama-sama
Wahai kawan dengarkan aku
Ayo kawan berpantun bersama


Macam-Macam Pantun


Pantun dibagi menjadi beberapa kelompok. Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Pantun anak-anak
  2. Pantun muda atau remaja
  3. Pantun orang tua
  4. Pantun jenaka

Pantun anak-anak

Pantun anak-anak berisi gambaran tentang dunia anak-anak. Umumnya antun anak-anak digunakan pada saat bermain bersenda gurau. Pantun anak-anak menggambarkan perasaan anak-anak.

Contoh pantun anak-anak yang bertema suka cita.

Menyimpan buah di dalam peti
Peti dibawa di depan muka
Janganlah teman bersedih hati
Jika bersedih hilanglah suka

Hitam-hitam si buah manggis
Biar hitam manis rasanya
Cup-cup jangan menangis
Ini kakak membawa srikaya

Walaupun sebagian besar kehidupan anak-anak penuh suka cita, kadang kala ada pula keadaan anak-anak yang penuh duka. Misalnya karena kemiskinan atau karena kesendirian. Maka ada pula pantun anak-anak bertema duka cita.

Ayo teman marilah maju
Mari maju ke Belanda
Semua orang memakai baju
Hanya hamba bertelanjang dada

Jalan-jalan ke kota Panda
Lihat itik berlari-lari
Bunda mati bapak tiada
Kini aku tinggal sendiri

Berikutnya, pantun yang pada zaman dulu sering digunakan dalam permainan anak-anak adalah pantun teka-teki. Berikut adalah contohnya:

Tumbuk padi sulung tahun
Hari raya, raya haji
Di dalam teras ada daun
Di dalam daun ada isi

Kalau pagi membawa baki
Kalau malam membawa obor
Yang mengejar tidak berkaki
Yang dikejar tidak berekor

Mulut manis hatinya baik
Itu nasihat turun-temurun
Benda apa yang selalu naik
Selalu naik saat hujan turun

Terakhir adalah pantun permainan. Ini bukan bersifat teka-teki, namun biasa diucapkan ketika anak-anak bermain-main. Coba perhatikan pengulangan bunyi baris yang terjadi dari bait pertama ke bait kedua

Buah bara batang dibantun
Mari dibantun dengan parang
Hai saudara dengarlah pantun
Pantun tidak mengata orang

Mari dibantun dengan parang
Berangan besar di dalam padi
Pantun tidak mengata orang
Jangan syak di dalam hati

Pantun Muda atau Remaja

Pantun muda menggambarkan kehidupan orang muda atau remaja. Biasa juga digunakan oleh orang dewasa, dalam keadaan tertentu. Pada masa lalu, pantun muda inilah yang terbanyak muncul. Sebab, pantun kerap kali diucapkan di dalam kesempatan perhelatan atau hajatan. Di dalam perhelatan, biasanya anak-anak muda bertemu. Mereka lalu berkenal-kenalan, dan sambil menari berpantunlah mereka berbalas-balasan. Itulah mengapa disebut berbalas pantun.

Begitu pula jika kaum muda di sebuah desa mengunjungi anak-anak muda tetangga desa mereka, pantun juga dipergunakan. Isinya kebanyakan berupa rasa ingin berkenalan, jatuh cinta kepada lawan jenis, atau kesedihan hati.

Pantun perkenalan digunakan oleh pemuda untuk berkenalan dengan pemudi yang ia temui. Pantun perkenalan berisi ungkapan perasaan hati atau keinginan untuk berkenalan. Biasanya juga berisi sanjungan atau pujian terhadap orang yang akan diajak berkenalan.

Pantun perkenalan harus dibuat dengan hati-hati. Jangan sampai pantun yang dibuat menyinggung perasaan orang atau gadis yang akan diajak berkenalan, dan tetap harus dengan menjaga kehormatan gadis tersebut. Bagi gadis, pantun perkenalan boleh diterima, boleh juga tidak. Berikut contohnya:

Dari tadi lari ke sana
Lari-lari mengejar jamu
Wahai adik hendak ke mana
Bolehkah abang ikut bersamamu

Seganda gugur di halaman
Daun melayang masuk kulah
Dengan adinda minta berkenalan
Rindunya bukan ulah-ulah

Pergi ke hutan membawa panah
Tidak lupa membawa palu
Gadis manis berbaju merah
Ingin kenalan tetapi malu

Selanjutnya adalah pantun berkasih-kasihan. Ini digunakan oleh sepasang muda-mudi yang berkasih-kasihan. Pantun berkasih-kasihan biasanya berisi curahan hati, perasaan bahagia, tidak ingin berpisah, serta pujian atau sanjungan kepada kekasih hati. Perhatikan contoh berikut:

Bunga melur cempaka biru
Bunga rampai di dalam puan
Tujuh malam semalam rindu
Belum sampai padamu tuan

Bunga rampai di dalam puan
Ruku-ruku dari Peringit
Belum sampai padamu tuan
Rindu sahaya bukan sedikit

Ruku-ruku dari Peringit
Teras jati bertalam-talam
Rindu sahaya bukan sedikit
Nyaris mati bermalam-malam

Berikutnya adalah pantun yang berisi kerinduan. Simak contoh berikut:

Pucuk pauh selara pauh
Daun mengkudu dilandungkan
Adik jauh, kakanda jauh
Kalau rindu sama tanggungkan

Orang padang mandi ke gurun
Mandi berlimau bunga lada
Hari petang matahari turun
Dagang berura air mata

Pantun kesedihan adalah jenis pantun muda berikutnya. Sebagaimana tema kehidupan anak muda atau remaja, tema pantun kesedihan adalah perasaan sedih ditinggal atau ditolak oleh sang kekasih hati. Sering kali pantun kesedihan berisi pernyataan untuk mengasihani diri sendiri.

Harum sungguh bunga melati
Kembang setangkai di waktu pagi
Hancur sungguh rasa di hati
Sedang berkasih ditinggal pergi

Pantun Orang Tua

Pantun orang tua adalah pantun yang berisi nasihat atau ajaran dari orang yang lebih tua kepada orang yang lebih muda. Selain itu, pantun orang tua juga berisi ibarat (perumpamaan), juga sindiran.
Pantun orang tua jenis yang pertama adalah pantun adat. Pantun jenis ini berisi ajaran untuk menjaga adat yang berlaku. Dengan adanya pantun adat, orang muda diharapkan dapat menjunjung tinggi adat dan kebudayaan yang dianut. Anak muda diharapkan tidak menyimpang dari adat yang telah ditentukan.

Dibelah-belah dipertiga
Siraut pembelah rotan
Luhak dibagi tiga
Adat dibagi delapan

Berek-berek turun ke semak
Dari semak turun ke padi
Dari nenek turun ke mamak
Dari mamak turun ke kami

Yang merah hanya saga
Yang kurik hanya kundi
Yang indah hanya basa
Yang baik hanya budi

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang di buku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh

Selanjutnya, yang termasuk ke dalam pantun orang tua adalah pantun nasihat. Sebagaimana namanya, pantun nasihat berisi nasihat yang lebih umum tentang budi pekerti.

Kalau ada si kembang baru
Bunga kenanga dikupas jangan
Kalau ada sahabat baru
Sahabat lama dibuang jangan

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal Sembilan
Tuntut ilmu bersungguh-sungguh
Suatu jangan ketinggalan

Pagi-pagi mengail sepat
Kalau tenggelam jatuh ke pamah
Sepandai-pandai tupai melompat
Adakalanya jatuh ke tanah

Ada udang di balik karang
Udang didapat dimasukkan kayak
Kawan banyak tetaplah kurang
Musuh satu sudahlah banyak

Siang terang karena matahari
Kalau malam menjadi pekat
Berbuatlah baik setiap hari
Tetapi janganlah berbuat jahat

Setelah pantun nasihat, pantun orang tua jenis berikutnya adalah pantun agama. Pantun agama berisi ajaran untuk taat kepada agama. Berikut adalah contohnya:

Buah duku jatuh ke semak
Semak dibuka duku di mana
Apalah guna ilmunya banyak
Tidak sembahyang tiada berguna

Pergi ke toko membeli obat
Obat diminum di dalam rumah
Dunia akhirat takkan selamat
Jika kamu tidak beribadah

Pantun jenis terakhir dari pantun orang tua adalah pantun nasib. Pantun nasib ditulis orang saat meratapi nasibnya. Perasaan pembuat pantun nasib bernuansa tertekan, sedih, atau merana. Perhatikan satu contoh berikut ini:

Menanam ubi di tepi lading
Ubi ditanam bertambah besar
Aku tak untung dalam berdagang
Selalu menanggung rugi besar

Pantun Jenaka

Pantun jenaka berisi pernyataan yang akan membuat orang lain tertawa atau tersenyum geli. Pantun ini digunakan orang untuk menghibur hati dan bersenang-senang. Pantun jenaka dibuat untuk hiburan. Simak dua bait berikut:

Pergi ke pasar membeli bebek
Jangan lupa membeli kacu
Terpingkal-pingkal tawa si kakek
Melihat nenek memakai gincu

Di sini kosong di sana kosong
Tak ada batang pohon tembakau
Bukannya saya berkata bohong
Ada katak memikul kerbau

Demikianlah Materi Pantun Terlengkap. Semoga bermanfaat.

Pedoman Penilaian dan Evaluasi Gerakan Literasi Sekolah

Pedoman Penilaian dan Evaluasi Gerakan Literasi Sekolah - Gerakan Literasi Nasional merupakan sebuah usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 melalui keterlibatan dan partisipasi seluruh warga negara Indonesia. Gerakan Literasi Nasional mengembangkan enam jenis literasi yang dibutuhkan
untuk hidup pada abad ke-21. Keenam jenis literasi itu adalah literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi kewargaan. Sebagai sebuah gerakan, keenam jenis literasi ini dikembangkan melalui tiga ranah, yaitu keluarga (Gerakan Literasi Keluarga), sekolah (Gerakan Literasi Sekolah), dan masyarakat (Gerakan Literasi Masyarakat).

Pedoman Penilaian dan Evaluasi Gerakan Literasi Sekolah


Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai sebuah program bersama perlu dinilai dan dievaluasi sehingga bisa menjadi bahan evaluasi demi perbaikan dan apresiasi bagi penguatan dan dukungan
atas keberhasilan tiap-tiap pihak dalam mendukung GLN. Publik perlu mengetahui mekanisme, pendekatan, prinsip, metode, kriteria, dan indikator untuk menilai keberhasilan GLN di setiap ranah. Untuk itu, diperlukan pedoman penilaian dan evaluasi GLN. Pedoman penilaian dan evaluasi
ini bisa menjadi alat bagi setiap pelaku literasi untuk menilai keberhasilan program dan kegiatan literasi di tiap-tiap bidang.

Pedoman penilaian dan evaluasi GLN bertujuan untuk memperoleh informasi tentang tingkat keberhasilan dan keterlaksanaan program dan kegiatan literasi di tiap-tiap ranah sesuai dengan indikatorindikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Pedoman ini menilai dan mengevaluasi keberhasilan GLN dalam mengembangkan kapasitas pelaku literasi (pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan) pada ekosistem pendidikan nasional melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Keluarga (GLK), dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM). Pedoman penilaian dan evaluasi GLN merupakan alat untuk mengukur dan menentukan keberhasilan pelaksanaan GLN sesuai dengan indikator yang telah ditentukan, serta dampak-dampak (impact) dan hasil (outcome) dari GLN. Penilaian bisa bersifat kuantitatif dan kualitatif. Untuk penilaian yang sifatnya kuantitatif diperlukan justifikasi penilai sesuai dengan data-data yang tersedia. Sementara itu, untuk penilaian yang sifatnya kualitatif diperlukan dialog dan komunikasi dengan pemangku kepentingan untuk menentukan nilai dalam skala penilaian yang ditentukan.

Pedoman ini memberikan panduan untuk mengukur keberhasilan program kebijakan GLN secara keseluruhan. Untuk mengetahui keberhasilan gerakan sebagai sebuah kebijakan, hal yang perlu dievaluasi adalah keseluruhan proses dan implementasi GLN, mulai dari pembuatan naskah kajian, buku panduan, modul pelatihan, metode dan mekanisme pelatihan calon pelatih, pedoman penilaian dan evaluasi, dan kegiatan pendampingan dan sosialisasi (diseminasi publik) atas kebijakan Gerakan Literasi Nasional.

Berikut merupakan Pedoman Penilaian dan Evaluasi Gerakan Literasi Sekolah

DOWNLOAD PEDOMAN PENILAIAN DAN EVALUASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Contoh RPP Matematika Dengan Pembelajaran HOTS

Contoh RPP Matematika Dengan Pembelajaran HOTS - Menyongsong pembelajaran abad ke 21, sebagai guru kita harus mampu mendidik siswa kita agar memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Kedepannya, pelaksanaan ujian nasional akan mengujikan soal-soal yang menuntut siswa untuk menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Contoh RPP Matematika Dengan Pembelajaran HOTS


Untuk menciptakan siswa yang mampu memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, sebagai guru kita harus mampu merancang pembelajaran HOTS. Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan sebuah contoh RPP yang telah menerapkan pembelajaran HOTS.

Baca : Panduan Pembelajaran HOTS di Sekolah Dasar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP )

Satuan Pendidikan : SDN 3 Taro
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : V/2
Materi Pokok : Pengumpulan dan Penyajian Data
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit)

A. Kompetensi Inti (KI)

  • KI-1:Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
  • KI-2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
  • KI-3: Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
  • KI-4: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
B. Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Pegetahuan
3.7 Menjelaskan data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar serta cara pengumpulannya
IPK Kunci
3.7.3. Menjelaskan data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar
3.7.4. Menjelaskan cara pengumpulan data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar
Kompetensi Keterampilan
4.7 Menganalisis data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar serta cara pengumpulannya
IPK Kunci
4.7.1 Menganalisis data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar
4.7.2 Menganalisis cara pengumpulan data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran inquiry learning terbimbing peserta didik dapat mengumpulkan data berkaitan dengan diri peserta didik melalui literasi media, kerjasama, kreatif, berfikir kritis, serta penuh rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Nilai karakter yang dikembangkan : kerjasama, percaya diri, dan teliti.

D. Materi Pembelajaran
Pengumpulan dan Penyajian data

E. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Inquiry Learning terbimbing
Metode : Diskusi, Presentasi, Tanya jawab

F. Media Pembelajaran
Media: Bahan tayang PPT
Alat/bahan:
1. Amplop
2. Pena
3. Kertas
4. Double tip

G. Sumber belajar
1. Buku Guru K13
2. Buku Siswa K13
3. Bahan ajar yang dibuat guru
4. Buku referensi yang relevan
5. Internet

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1
A. Kegiatan Pendahuluan (Orientasi)
Persiapan

  • Peserta didik menjawab salam yang diberikan guru
  • Peserta didik yang bertugas pada hari itu memimpin doa (peserta didik mendapat tugas bergantian untuk memimpin doa, sehingga semua anak pernah mendapat giliran)
  • Peserta menyanyikan lagu “Indonesia Raya”
  • Melakukan tepuk PPK bersama-sama
  • Kehadiran peserta didik di cek oleh guru
  • Membaca 15 menit (literasi)
Apersepsi

  • Peserta didik menerima penjelasan siswa tentang tujuan pembelajaran hari ini yaitu tentang data dan cara pengumpulannya.
  • Peserta didik diberi tahu bahwa salah seorang teman mereka sedang berulang tahun
  • Peserta didik menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun
  • Peserta didik mengamati gambar kue ulang tahun yang ditampilkan guru
Motivasi

  • Peserta didik diberikan motivasi bahwa ulang tahun tidak harus dirayakan dengan mewah dan menuntut hadiah dari orang tua, tetapi dengan bertambahnya umur diharapkan anak mampu lebih berprestasi


B. Kegiatan Inti
(Orientasi masalah)

  • Guru bertanya, siapa saja peserta didik yang lahir di bulan Januari, Februari, Maret, dst...
  • Peserta didik menjawab pertanyaan guru secara bergantian

(Merumuskan masalah)

  • Dari tanya jawab yang dilakukan, maka akan diketahui bahwa siswa kelas V lahir di bulan yang berbeda-beda.
  • Bagaimana jika kita ingin mengetahui bulan lahir dari semua siswa di kelas ini (Pertanyaan stimulus)

(Mengajukan hipotesis)

  • Peserta didik akan menjawab cara mengetahui bulan lahir dari seluruh siswa di kelas dengan berbagai macam jawaban.
  • Sementara untuk mengetahui data bulan lahir dapat dilakukan dengan wawancara oleh siswa terhadap siswa lainnya

(Mengumpulkan informasi)

  • Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok awal, masing masing kelompok terdiri dari 5 peserta didik.
  • Masing-masing peserta didik pada kelompok akan mendapatkan amplop yang bertuliskan angka 1-5, yang di dalammya berisi 5 kartu.
  • Maka akan ada 5 anak yang memegang amplop dengan angka 1, 5 anak yang memegang amplop dengan angka 2, 5 anak yang memegang amplop dengan angka 3, 5 anak yang memegang amplop dengan angka 4, dan 5 anak yang memegang amplop dengan angka 5.
  • Setiap peserta didik dengan nomor yang sama dari kelompok awal, membentuk satu kelompok baru. Nomor urut 1 berkumpul di Kelompok 1, Nomor urut 2 berkumpul di Kelompok 2, Nomor urut 3 berkumpul di Kelompok 3, Nomor urut 4 berkumpul di Kelompok 4, Nomor urut 5 berkumpul di Kelompok 5
  • Setiap anggota kelompok baru mewawancarai teman dalam satu kelompok baru, untuk mengisi data kartu bulan lahir

(Menguji Hipotesis)
  • Setelah mendapatkan data dari 5 teman dalam kelompok baru, masing-masing kembali ke kelompok awal, dan mendiskusikan hasil kerja tim.
  • Peserta didik diberi pertanyaan “berapa siswa yang lahir pada bulan November? Januari? April...dst..
  • Peserta didik akan mencari jawaban dengan mencari-cari kartu yang bertuliskan angka bulan kelahiran yang ditanyakan.
  • Peserta didik akan kesulitan mencari jawaban dari kartu bulan kelahiran yang masih acak-acakan.
  • Dari pengalaman mencari kartu bulan kelahiran yang acak-acakan, peserta didik diberikan stimulus berupa pertanyaan “Mudah tidak jika kalian mencari bulan kelahiran yang masih acak-acakan?
  • Peserta didik memberikan jawaban bahwa sulit mencari kartu bulan lahir yang acak-acakan secara cepat.
  • Guru bertanya, “Bagaimana seharusnya, supaya kalian mudah dalam menemukan kartu bulan lahir yang diinginkan?”
  • Siswa akan memberikan jawaban yang beraneka ragam, diantaranya adalah dengan cara mengurutkan data.
  • Jika data di susun secara acak, agak sulit kita mendapat informasi dengan cepat, maka perlu bagi kita untuk mengatur data-data tersebut sehingga akan lebih mudah di baca.
  • Peserta didik mengurutkan/mengelompokkan kartu bulan kelahiran mulai dari bulan dengan angka terkecil ke terbesar pada selembar kertas plano
  • Peserta didik memindahkan data tersebut di pindahkan ke dalam tabel berikut.
  • Setiap kelompok menempelkan kertas plano yang telah ditempeli kartu yang berisi data bulan lahir dari semua siswa kelas V ke papan tulis.
  • Guru meminta siswa mengamati hasil kerja kelompok yang ditempel di papan tulis, dan meminta siswa menyampaikan pendapatnya.
  • Akan ada banyak pendapat yang disampaikan siswa, mulai dari kerapihan dan cara menyusun bulan lahir di kertas plano tersebut.
  • Guru memberikan reward kepada kelompok yang susunan kartu bulan kelahiran pada kertas plano rapi dan benar.
  • Dari kartu bulan kelahiran yang telah disusun urut di kertas plano dan tabel bulan kelahiran yang telah diisi, guru bertanya, “menurut kalian, disebut apakah susunan angka yang ada pada tabel tersebut?”
  • Siswa akan menjawab dengan berbagai macam pendapat.
  • Guru memberi penguatan bahwa yang telah dipelajari bersama adalah data dan cara pengumpulannya.
  • Data adalah: catatan atau keterangan atau informasi yang di dapat setelah melakukan penelitian atau percobaan
  • “Menurut kalian, termasuk data apakah yang tadi telah kita cari”
  • Siswa akan menjawab dengan berbagai macam pendapat, di antaranya adalah data diri.
  • Guru akan bertanya, data apa lagi yang merupakan data diri.
  • Siswa menjawab contoh data diri yaitu ukuran sepatu, berat badan, tinggi badan, dst..
  • Peserta didik diberi pertanyaan “selain dengan cara wawancara tadi, bagaimana cara lain yang bisa digunakan untuk mencari informasi data diri?”
Kegiatan Penutup
(Menyimpulkan)
  • Peserta didik membuat rangkuman tentang kegiatan hari ini (literasi)
  • Peserta didik merenungkan kegiatan hari ini (menalar/mengasoisasi)
  • Peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan gurunya tentang materi yang telah dipelajari (Communication and Collaboration)
  • Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pesan moral hari ini dengan bijak.
  • Peserta didik meminta petunjuk pengerjaan tugas mandiri
  • Menyanyikan lagu daerah
  • Peserta didik membaca doa penutup dan memberi salam kepada guru. (religius)

Yogyakarta, 22 November 2018
Wali kelas V



I Wayan Muliyana, S.Pd.SD

Contoh RPP Matematika Dengan Pembelajaran HOTS bisa di download melalui link berikut.


Demikian Contoh RPP Matematika Dengan Pembelajaran HOTS. Semoga bermanfaat.