Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019

Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019 - Di tahun 2019 Kemendikbud menyelenggarakan Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019. Karya lomba bisa berupa feature dan opini.

Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019

Tema Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019


Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah "Budaya Literasi Keluarga (BuLiKe)". Karya Jurnalistik yang ditulis bisa disesuaikan dengan peringatan hari besar tertentu yang terkait dengan keluarga dan literasi, misalkan Hari Pendidikan Nasional, Hari Keluarga Nasional, Hari Anak Nasional, Hari Aksara Internasional, dan peringatan hari lainnya yang relevan.


Ketentuan Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019



  1. Lomba dibagi menjadi 2 kategori, yakni Featured dan Opini;
  2. Kategori Featured diperuntukkan bagi jurnalis;
  3. Kategori opini dapat diikuti oleh jurnalis dan masyarakat umum;
  4. Tulisan harus sesuai dengan tema dan telah dipublikasikan di media yang terverifikasi dewan pers (https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers);
  5. Peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) naskah utama untuk diikutsertakan dalam lomba;
  6. Peserta dapat menyertakan naskah lainnya yang relevan sebagai portofolio yang telah dipublikasikan selama tahun 2019;
  7. Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba bersifat aktual, bernilai, inovatif, kekinian, tidak mengandung unsur SARA dan pornografi;
  8. Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba menjadi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  9. Peserta tidak dipungut biaya dalam mengikuti lomba ini;
  10. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga dan konsekuensi hukum atas tulisan yang dikirimkan peserta;
  11. Keputusan dewan juri bersifat mengikat dan tidak dapat diganggu gugat;
  12. Lomba tidak dapat diikuti oleh pegawai negeri sipil (PNS) Kemendikbud;
  13. Panjang tulisan minimal 750 kata;
  14. Lomba tidak dapat diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN);
  15. Peserta yang mengikuti perlombaan ini dianggap setuju dengan semua syarat dan ketentuan. Apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan di atas, maka dewan juri berhak melakukan diskualifikasi;

Prosedur Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019



Prosedur seleksi diatur sebagai berikut:

  1. Untuk mengikuti Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019, peserta harus melakukan registrasi melalui laman resmi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id) pada kanal Lomba Pendidikan Keluarga sejak tanggal 15 April s.d 30 September 2019;
  2. Tulisan diterbitkan di media massa cetak (koran, tabloid, majalah) atau media daring pada periode 15 April s.d 30 September 2019;
  3. Nominasi pemenang akan diumumkan pada tanggal 25 Oktober 2019 dan dapat dilihat melalui laman Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id);
  4. Hadiah akan diberikan pada kegiatan apresiasi pendidikan keluarga pada bulan november 2019.

Penentuan Pemenang Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019




Karya penulisan junalistik yang memenuhi persyaratan dan penilaian maka juri dan panitia akan menentukan pemenang lomba dengan urutan juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1 s.d 7.


Penghargaan Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019


Pemenang lomba jurnalistik akan mendapatkan plakat, sertifikat, serta uang tunai dengan total hadiah sebesar Rp. 107.000.000 dengan rincian sebagai berikut;

Kategori Feature

  1. Pemenang I : Rp. 15.000.000
  2. Pemenang II : Rp. 12.000.000
  3. Pemenang III : Rp. 10.000.000
  4. Pemenang Harapan : Rp. 7 orang @Rp. 5.000.000
Kategori Opini
  1. Pemenang I : Rp. 15.000.000
  2. Pemenang II : Rp. 12.000.000
  3. Pemenang III : Rp. 10.000.000
  4. Pemenang Harapan : Rp. 7 orang @Rp. 5.000.000
Catatan : Pajak hadiah ditanggung pemenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Info selengkapnya https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id.

Demikian informasi mengenai Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud

Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud - Kemendikbud di tahun 2019 menyelenggarakan lomba vlog pendidikan keluarga. Berikut merupakan ketentuan Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud.

Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud


Tema Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga



Lomba vlog pendidikan keluarga tahun 2019 bertema "Kreativitas Literasi Keluarga di Era Milenial"


Ketentuan Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga



  1. Lomba vlog dapat diikuti oleh masyarakat umum.
  2. Peserta lomba bisa perorangan atau tim.
  3. Peserta boleh mengirimkan maksimal 1 (satu) karya video.
  4. Durasi vlog maksimal 5 menit.
  5. Vlog yang diikutsertakan dalam lomba harus relevan dengan tema.
  6. Vlog yang diikutsertakan dalam lomba bersifat aktual, bernilai, inovatif, kekinian, tidak mengandung unsur SARA dan pornografi serta merupakan karya asli yang bukan plagiat.
  7. Vlog yang diikutsertakan dalam lomba tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  8. Video bersifat orisinal, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Peserta harus melampirkan izin dari pemilik hak tersebut.
  9. Peserta mengunggah karya melalui Youtube dengan judul (#literasikeluarga-Judul vlog) dan mencantumkan link channel youtube Sahabat Keluarga dan link laman Sahabat Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/) di deskripsi video.
  10. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berhak menggunakan seluruh karya video yang diikutsertakan pada lomba sebagai bahan sosialisasi pendidikan keluarga.
  11. Peserta tidak dipungut biaya dalam mengikuti lomba ini.
  12. Peserta yang mengikuti perlombaan ini dianggap setuju dengan semua syarat dan ketentuan. Apabila kemudian hari ditemukan pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan di atas, maka dewan juri berhak melakukan diskualifikasi.
  13. Kemendikbud dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga dan konsekuensi hukum atas vlog yang dikirimkan peserta.
  14. Keputusan dewan juri bersifat mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.
  15. Lomba tidak dapat diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemendikbud.


Penentuan Pemenang Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga



Karya yang memenuhi persyaratan dan penilaian maka juri dan panitia akan menentukan pemenang lomba dengan urutan juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1 sampai dengan 7.


Penghargaan Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga



Pemenang lomba vlog akan mendapatkan plakat, sertifikat serta uang tunau dengan total hadiah sbesar Rp. 52.000.000 dengan rincian sebagai berikut:
  1. Pemenang I : Rp. 10.000.000
  2. Pemenang II : Rp. 8.000.000
  3. Pemenang III : Rp. 6.000.000
  4. Pemenang Harapan : 7 orang @Rp. 4.000.000


Catatan : Pajak hadiah ditanggung pemenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian informasi mengenai Lomba Vlog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud. Semoga bermanfaat.

Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud

Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud - Di tahun 2019, Kemendikbud kembali menyelenggarakan lomba blog 2019 pendidikan keluarga. Berikut merupakan ketentuan lomba blog 2019 pendidikan keluarga yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga Kemendikbud


Tema Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga


Lomba blog pendidikan keluarga tahun 2019 ini bertema "Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Membudayakan Literasi"


Bentuk Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga



Lomba ini berbentuk penulisan naskah blog berbentuk opini, pemikiran, atau pengalaman sesuai dengan tema lomba.


Sasaran Peserta Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga



Peserta lomba penulisan naskah blog ini dapat diikuti oleh masyarakat luas tingkat nasional diikuti dari 34 provinsi di Indonesia.


Persyaratan Peserta Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga


Persyaratan peserta pemilihan lomba penulisan blog pendidikan keluarga tingkat nasional terdiri dari persyaratan administratif peserta dan persyaratan penulisan blog.

Persyaratan administratif peserta yakni sebagai berikut.
  1. diikuti masyarakat umum
  2. hanya boleh mengirimkan 1 (satu) naskah blog
  3. peserta tidak dipungut biaya
  4. bukan pegawai kemendikbud
  5. memiliki profil blogger yang jelas dan lengkap, bukan anonim
  6. Peserta memposting tulisan sejak tanggal 15 April 2018 
  7. Blog peserta telah aktif minimal sejak tanggal 15 Apri 2018 yang ditandai dengan adanya berbagai tulisan sebagai bukti aktivitas penulisan secara aktif.
Persyaratan penulisan naskah blog
  1. relevan dengan tema
  2. bersifat aktual, kreatif, inovatif, kekinian
  3. tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
  4. karya asli yang bukan hasil plagiat
  5. menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  6. belum pernah dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis
  7. mencantumkan tanda taga (hastag) #SahabatKeluarga dan #LiterasiKeluarga.

Prosedur Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga



Lomba penulisan blog ini mengikuti prosedur sebagai berikut:
  1. untuk mengikuti lomba blog 2019 pendidikan keluarga yang diselenggarakan Kemendikbud tahun 2019, peserta harus melakukan registrasi melalui laman resmi Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/) pada kanal Lomba Pendidikan Keluarga sejak tanggal 15 April s.d 30 September 2019
  2. Tulisan sudah dipublikasikan di blog milik sendiri selama 15 April s.d 30 September 2019
  3. Nominasi pemenang akan diumumkan pada tanggal 25 Oktober 2019 dan dapat dilihat melalui laman resmi Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/)
  4. Hadiah akan diberikan pada kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga pada bulan Nopember 2019.

Penentuan Pemenang Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga



Karya penulisan blog yang memenuhi persyaratan dan penilaian maka juri dan panitia akan menentukan pemenang dengan urutan juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1 s.d 7.


Hadiah Pemenang Lomba Blog 2019 Pendidikan Keluarga


Pemenang lomba penulisan blog tahun 2019 akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk penghargaan berupa trophy, sertifikat serta uang pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp. 46.000.000.

Adapun rincian penghargaan bagi pemenang ditentukan sebagai berikut.
  1. Pemenang I : Rp. 7.000.000
  2. Pemenang II : Rp. 6.000.000
  3. Pemenang III : Rp. 5.000.000
  4. Pemenang harapan : 7 orang @Rp. 4.000.000
Catatan : Pajak hadiah ditanggung pemenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

Info selengkapnya di https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Pengertian Simbiosis Mutualisme dan Contoh Simbiosis Mutualisme Terlengkap

Pengertian Simbiosis dan Contoh Simbiosis Mutualisme Terlengkap - Simbiosis adalah hubungan timbal balik antara dua jenis makhluk hidup yang berbeda dalam suatu ekosistem. Organisme yang terlibat dalam suatu simbiosis disebut dengan simbion. Berikut merupakan Pengertian Simbiosis Mutualisme dan Contoh Simbiosis Mutualisme Terlengkap.

Pengertian Simbiosis Mutualisme dan Contoh Simbiosis Mutualisme Terlengkap

Pengertian Simbiosis Mutualisme


Simbiosis merupakan hubungan timbal balik antara dua jenis makhluk hidup yang berbeda jenis dalam sebuah ekosistem. Hubungan yang terjadi antara induk ayam dan anaknya bukan tergolong ke dalam simbiosis. Begitu juga dengan hubungan antara cacing dengan tanah. Untuk induk ayam dan anaknya, bukan du jenis makhluk hidup yang berbeda. Sedangkan cacing dengan tanah juga bukan merupakan simbiosis. Hal ini disebabkan karena tanah bukan merupakan makhluk hidup. Kata kunci dari simbiosis adalah hubungan timbal balik, dua makhluk hidup, berbeda jenis.

Dalam sebuah hubungan timbal balik, masing-masing individu akan memperoleh dampak yang berbeda. Ada yang diuntungkan, ada yang dirugikan, bahkan ada yang tidak diuntungkan atau dirugikan.


Contoh Simbiosis Mutualisme


Simbiosis mutualisme adalah hubungan timbal balik antara dua jenis makhluk hidup berbeda jenis yang saling menguntungkan. Contoh dari simbiosis ini adalah sebagai berikut.
  1. Kupu-kupu dan bunga. Kupu-kupu akan memperoleh nektar, dan bunga dibantu dalam proses penyerbukan.
  2. Ikan badut dan anemon laut. Ikan badut akan mendapat perlindungan dari anemon laut, sedangkan anemon laut akan memperoleh sisa-sisa makanan ikan badut.
  3. Pohon kelapa dan lebah. Pohon kelapa akan dibantu dalam proses penyerbukan, lebah akan memperoleh nektar dari bunga pohon kelapa.
  4. Burung jalak dengan kerbau. Burung jalak akan memperoleh makanan berupa kutu kerbau, kerbau akan lebih nyaman karena kutunya dimakan jalak.
  5. Bunga bangkai dengan lalat. Raflesia merupakan tumbuhan yang mengeluarkan bau tidak sedap. Bau ini memancing lalat untuk hinggap di bunganya. Raflesia akan dibantu penyerbukan, lalat akan memperoleh makanan dari bunga bangkai.
  6. Bunga dengan kumbang. Bunga akan dibantu penyerbukan, kumbang akan memperoleh nektar bunga.
  7. Burung bangau dengan kuda nil. Burung bangau akan memperoleh makanan dengan mamakan kutu yang ada di tubuh kuda nil, sedangkan kuda nil akan nyaman karena kutu parasit ditubuhnya hilang.
  8. Burung plover dengan buaya. Burung plover akan memakan kotoran dan sisa makanan dari buaya, buaya akan lebih nyaman karena dibersihkan oleh burung plover.
  9. Zebra dengan burung oxpecker. Burung oxpecker akan memperoleh makanan dengan memakan kutu yang ada di tubuh zebra, zebra akan merasa lebih nyaman karena kutunya hilang.
  10. Tanaman alga dengan kepiting laba-laba. Tanaman alga biasanya tumbuh di punggung kepiting laba-laba. Sehingga mereka memperoleh tempat tinggal. kepiting laba-laba sendiri akan terbantu dalam proses kamuflase.
  11. Tumbuhan dengan semut rangrang. Makanan dari semut rangrang adalah hama yang ada pada tumbuhan, tumbuhan akan mendapat keuntungan karena hamanya hilang.
  12. Kacang-kacangan dengan bakteri rhizobium. Bakteri rhizobium adalah bakteri yang tinggal di akar tanaman kacang-kacangan. Mereka akan memperoleh makanan dari akar tanaman tersebut. Tanaman kacang-kacangan akan memperoleh nitrogen yang dihasilkan bakteri rhizobium.
  13. Rayap dengan bakteri flagellata. Bakteri flagelata merupakan bakteri yang tinggal di dalam tubuh rayap. Bakteri ini akan membantu rayap dalam mencerna makanan. Bakteri akan memperoleh tempat tinggal, rayap terbantu pencernaan.
  14. Jamur dengan tanaman alga. Jamur membuat lingkungan sekitar tanaman alga menjadi lembab, sehingga tanaman alga bisa tumbuh. Jamur sendiri akan memperoleh hasil fotosintesis.
  15. Manusia dengan bakteri escherchia ecoli. Bakteri akan membantu manusia mempercepat pembusukan makanan, bakteri akan memperoleh makan dari sisa makanan.


Demikian informasi mengenai Pengertian Simbiosis Mutualisme dan Contoh Simbiosis Mutualisme Terlengkap. Semoga bermanfaat.

Contoh Berita Acara Peminjaman Meja dan Bangku Sekolah Untuk Pemilu Word

Contoh Berita Acara Peminjaman Meja dan Bangku Sekolah Untuk Pemilu - Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pesta demokrasi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya tentu memerlukan perlengkapan yang banyak. Beberapa diantaranya adalah meja, kursi, bangku, bahkan ruang yang akan dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tak jarang, Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) meminjam perlengkapan tersebut di sekolah. Dalam kesempatan ini, kami akan membagikan Contoh Berita Acara Peminjaman Meja dan Bangku Sekolah Untuk Pemilu dengan format word.

Contoh Berita Acara Peminjaman Meja dan Bangku Sekolah Untuk Pemilu Word


Sebenarnya banyak jenis model berita acara yang dapat digunakan sebagai bukti peminjaman barang. Berikut merupakan Contoh Berita Acara Peminjaman Meja dan Bangku Sekolah Untuk Pemilu. Berita acara yang akan dibagikan berbentuk file word sehingga mudah untuk dimodifikasi. File bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Contoh Berita Acara Peminjaman Meja dan Bangku Sekolah Untuk Pemilu. Semoga bermanfaat.

Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali

Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali - Salah satu fitur yang diberikan oleh mobile banking BPD Bali adalah kita dapat membeli pulsa listrik PLN. Fitur ini tentu sangat mempermudahkan kita. Berikut ini merupakan Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali.

Langkah 1
Buka aplikasi mobile banking BPD Bali.

Langkah 2
Login menggunakan User ID dan Pasword.

Langkah 3
Klik pada jenis rekening yang kita punya. Misalkan SIBAPA.

Langkah 4
Klik menu Pembelian

Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali


Langkah 5
Klik menu Pembelian PLN Prabayar

Langkah 6
Klik Input ID Pelanggan

Langkah 7
Isikan Nomor Meteran Listrik Atau ID Pelanggan.
Isikan nama pemilik metaran, jika kita ingin menyimpan dalam daftar.
Klik Lanjut

Langkah 8
Laman selanjutnya kita memilih jumlah nominal pulsa yang akan kita beli. 
Klik lanjut


Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali


Langkah 8
Masukkan PIN Mobile Banking BPD Bali kita.

Langkah 9
Pembelian pulsa listrik telah berhasil. Untuk nomor token akan dikirimkan melalui email yang didaftarkan saat kita mendaftar mobile banking BPD Bali.

Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali


Demikian informasi mengenai Cara Membeli Pulsa Listrik Dengan Menggunakan Mobile Banking BPD Bali. Semoga bermanfaat.

Pedoman, Tema, dan Logo Hardiknas Tahun 2019

Pedoman, Tema, dan Logo Hardiknas Tahun 2019 - Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di Indonesia. Peringatan Hardiknas dilakukan pada tanggal 2 Mei 2019. Berikut merupakan Pedoman Upacara Hardiknas  Tahun 2019 di Sekolah, Tema Hardiknas Tahun 2019, dan Logo Hardiknas Tahun 2019.

Tema Hardiknas Tahun 2019


Di tahun 2019, tema peringatan hari pendidikan nasional adalah "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan"


Susunan Acara Upacara Hardiknas Tahun 2019 di Sekolah



Berikut merupakan susunan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasionla Tahun 2019.
  1. Pembina upacara memasuki lapangan upacara;
  2. Penghormatan kepada pembina upacara, dipimpin oleh pemimpin upacara;
  3. Laporan pemimpin upacara;
  4. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya;
  5. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara;
  6. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  7. Amanat pembina upacara;
  8. Menyanyikan lagu "Wajib Belajar"(Cipt. RN Sutarmas/H. Winarno) oleh paduan suara;
  9. Pembacaan doa;
  10. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara;
  11. Penghormatan kepada pembina upacara, dipimpin oleh pemimpin upacara;
  12. Pembina upacara meninggalkan tempat upacara;
  13. Upacara selesai.
Catatan :
  • Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia dalam 3 stanza dinyanyikan seluruh peserta upacara dengan sikap hormat dipimpin oleh pemimpin upacara.
  • Proses penaikan Bendera Merah Putih disesuaikan dengan durasi lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza.


Logo Hardiknas Tahun 2019


Untuk menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019, sekolah biasanya membuat spanduk ucapan Hari Pendidikan Nasional. Berikut logo yang bisa digunakan untuk membuat spanduk ucapan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019.

Logo Hardiknas Tahun 2019

Unduh Pedoman Hardiknas Tahun 2019

Pedoman Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 dapat diunduh melalui link di bawah ini.


Demikianlah informasi mengenai Pedoman, Tema, dan Logo Hardiknas Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Riwayat Kepramukaan Bapak Pramuka Indonesia

Riwayat Kepramukaan Bapak Pramuka Indonesia - Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Berikut ini merupakan sejarah singkat Bapak Pramuka Indonesia.





Sri Sultan Hamengku Buwono IX lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun. Hamengkubuwana IX adalah anak kesembilan dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Pendidikannya dimulai dari HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an ia berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda. 

Pada tanggal 18 Maret 1940, beliau dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta dengan gelar "Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat". Beliau adalah Sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Di masa pendudukan Jepang, beliau melarang pengiriman romusha. Saat kemerdekaan RI, beliau bersama Paku Alam IX menjadi penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Saat Agresi Militer Belanda I, beliau pula yang mengundang Presiden Soekarno untuk mengungsi dan memerintah Indonesia dari Yogyakarta. Pun Hamengku Buwono IX memiliki peran kunci dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Aktivitasnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX di dunia kepramukaan (kepanduan) telah dimulai sebelum Gerakan Pramuka lahir (sebelum 1961), saat pendirian Gerakan Pramuka, maupun awal-awal perjalanan Gerakan Pramuka. Berkat pemikiran dan kebijakan yang diambilnya Gerakan Pramuka bisa menjadi seperti sekarang ini. Karenanya sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) pertama sejak Pramuka berdiri pada tanggal 14 Agustus 1961. 

Empat periode berturut-turut, Sri Sultan Hamengku Huwono IX menjabat yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Dalam sejarah kepanduan Indonesia, Sri Sultan HB IX merupakan salah satu tokoh yang berhasil menyatukan berbagai organisasi kepanduan di Indonesia menjadi satu wadah yakni Pramuka sehingga dinobatkan sebagai Bapak Pramuka. 

Pada acara jambore dunia ke 13 di Shizuoka, Jepang, 2-10 Agustus 1971. Sultan ikut berkemah dan mamasak nasi goreng untuk sarapan bersama-sama. Hobi memasak adalah kegemaran beliau. Saat acara Perkemahan Wirakarya di Lebakharjo, Malang Selatan, tahun 1978. Sultan waktu itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Kebiasaan ikut berkemah itu sedikit merepotkan panitia karena sesuai aturan protokoler untuk pengaman. Bupati Malang, Suwignjo, pun akhirnya ikut berkemah. 

Pada bulan September 1974 ketika panitia Kwartir Nasional melakukan penggalangan dana karena tidak punya donatur. Sultan menggalang dana dari kalangan pengusaha untuk membantu pendidikan yang dilakukan Pramuka. Saat itu Sultan juga menyerahkan satu unit mobil sedan Holden Statesman tahun 1974 untuk dilelang dan hasilnya dimasukkan ke panitia. 

Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili (ibu kota Provinsi Timor Timur; saat ini negara Timor Leste) yang kemudian mengukuhkan gelar Bapak Pramuka Indonesia kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Bahkan beliau pun menerima "Bronze Wolf Award", sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM). Di mana baru ada empat orang di Indonesia yang menerima penghargaan ini, yakni: Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1973); Abdul Aziz Saleh (1978); John Beng Kiat Liem (1982); dan Letjen TNI (Purn) H Mashudi (1985). Sebelumnya, pada tahun 1972 Sri Sultan pun mendapatkan penghargaan Silver World Award dari Boy Scouts of America. Di gerakan kepanduan maupun kepramukaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga mendapat sebutan Pandu Agung karena sosoknya yang mencerminkan seorang guru dan panutan bagi Pramuka Indonesia.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.

Demikian Riwayat Kepramukaan Bapak Pramuka Indonesia. Semoga bermanfaat.

Cara Mendaftarkan Mobile Banking BPD Bali

Cara Mendaftarkan Mobile Bangking BPD Bali - Untuk mempermudah nasahab melakukan transaksi keuangan, bank-bank mengeluarkan layanan mobile banking. Tidak terkecuali Bank BPD Bali. Dalam kesempatan ini, kami akan memberikan tutorial mengenai Cara Mendaftarkan Mobile Bangking BPD Bali. Dalam tutorial kali ini, kita akan membahas tentang fitur mobile banking BPD Bali, cara download aplikasi mobile banking BPD Bali, dan Cara Mendaftarkan Mobile Banking BPD Bali.

Cara Mendaftarkan Mobile Banking BPD Bali

Fitur Mobile Banking BPD Bali



Apabila kita menggunakan aplikasi mobile banking BPD Bali, kita bisa melakukan berbagai transaksi keuangan melalui smartphone kita. Berikut merupakan transaksi keuangan yang bisa kita lakukan dengan mobile banking BPD Bali.
  1. Mutasi rekening. Dalam fitur mutasi rekening ini, kita bisa mengecek aktivitas dalam rekening kita meliputi transaksi uang uang masuk dan keluar. Kita tidak perlu repot-repot ke bank atau ke ATM untuk mengecek uang yang masuk ke rekening kita.
  2. Transfer dana. Dalam fitur ini, kita bisa melakukan transfer uang kepada orang lain. Transfer uang bisa kita lakukan ke sesama rekening BPD Bali, transfer online ke rekening bank lain, dan transfer SKN ke bank lain.
  3. Pembelian. Dalam fitur ini kita bisa melakukan pembelian seperti pembelian pulsa isi ulang, pembelian PLN prabayar, dan pembelian advice PLN prabayar.
  4. Pembayaran. Dalam fitur ini kita bisa melakukan pembayaran berbagai keperluan seperti; pembayaran listrik PLN, pembayaran Telkom Pay, pembayaran HP pasca bayar, pembayaran internet, pembayaran TV, pembayaran tiket kereta, pembayaran PDAM Bali, pembayaran pendidikan, pembayaran pajak daerah Bali, pembayaran penerimaan negara, pembayaran PLN non tag. listrik, pembayaran samsat Bali, pembayaran samsat nasional, pembayaran tiket pesawat, pembayaran asuransi, pembayaran BPJS kesehatan, pembayaran rumah sakit, dan pembayaran DSDP.
  5. Histori transaksi. Dalam fitur ini kita bisa melihat transaksi yang kita lakukan menggunakan mobile bangking BPD Bali kita.


Cara Download Aplikasi Mobile Banking BPD Bali



Untuk bisa menggunakan mobile banking BPD Bali, kita harus mengunduh aplikasi mobile banking BPD Bali di playsotre. Berikut merupakan langkah-langkah Cara Download Aplikasi Mobile Banking BPD Bali.
  1. Buka playstore
  2. Dalam kolom pencarian, silakkan ketik "BPD Bali"
  3. Klik aplikasi dengan nama "BPD BALI Mobile"
  4. Klik install
  5. Tunggu beberapa saat, sehingga aplikasi mobile banking BPD Bali kita selesai diunduh dan diinstall.


Cara Mendaftarkan Mobile Banking BPD Bali


Selanjutnya kita akan mendaftarkan rekening BPD Bali ke dalam aplikasi mobile banking BPD Bali kita. Ada tiga tahapan yang harus kita lakukan yaitu mendaftarkan nomor HP ke costumer service Bank BPD Bali, pendaftaran mobile banking di ATM, dan registrasi di HP.


Mendaftarkan Nomor HP ke Costumer Service Bank BPD Bali



Untuk menggunakan mobile banking, kita harus mendaftarkan nomor HP ke costumer service Bank BPD Bali. Nomor HP ini akan kita gunakan untuk menerima SMS kode aktivasi.


Pendaftaran Mobile Banking BPD Bali di ATM



Langkah-langkah pendaftaran Mobile Banking BPD Bali di ATM:
  1. Masukkan kartu ATM BPD Bali
  2. Pilih bahasa yang akan digunakan
  3. Masukkan PIN ATM BPD Bali
  4. Pilih menu registrasi E-Banking
  5. Pilih registrasi mobile banking
  6. Masukkan nomor HP yang telah didaftarkan di costumer service
  7. Masukkan 6 digit PIN mobile banking
  8. Verifikasi data yang tampil pada layar, apabila sudah benar tekan "YA"
  9. Ambil bukti struk (berisi User ID untuk masuk ke aplikasi Mobile Banking di HP)
  10. Tunggu SMS kode aktivasi masuk ke HP
  11. Lanjut registrasi di aplikasi HP.


Registrasi Mobile Banking BPD Bali di HP



Langkah-langkah registrasi mobile banking BPD Bali di HP:
  1. Buka aplikasi Mobile Banking BPD Bali
  2. Masukkan User ID
  3. Masukkan Password/PIN mobile banking
  4. Masukkan kode aktivasi (diterima melalui SMS setelah pendaftaran mobile banking di ATM)
  5. Masukkan alamat email
  6. Tampil syarat dan ketentuan silakan klik "SETUJU"
  7. Tampil mobile PIN, silakan masukkan PIN dan verifikasi ulang PIN
  8. Mobile Banking BPD Bali siap digunakan.
  9. Jika ada masalah, silakan menemui Costumer Service Bank BPD Bali.
Demikianlah Cara Mendaftarkan Mobile Banking BPD Bali. Semoga bisa bermanfaat.

Pedoman Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019

Guna meningkatkan kompetensi kepribadian, sosial, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, serta penelitian dan pengembangan pengawas sekolah di wilayah provinsi/kabupaten/ kota; dan meningkatkan kualitas supervisi akademik dan manajerial pendidikan dasar dan menengah; serta meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran melalui peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan Best Practices Pengawas Sekolah Tahun 2019. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019.



Peserta Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



Peserta Kegiatan Pemilihan Best Practices Pengawas Sekolah adalah pengawas sekolah pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK maupun pendidikan khusus (SLB), yang memenuhi persyaratan.


Kategori Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



Kategori Kegiatan Pemilihan Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019 meliputi lima kategori.
  1. Pengawas Sekolah Dasar (SD).
  2. Pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  3. Pengawas Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
  4. Pengawas Sekolah Pendidikan Khusus (PK) mencakup SDLB, SMPLB, SMALB, SLB.


Persyaratan Calon Peserta Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



  1. Pengawas sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA/SMK), serta pendidikan khusus (SDLB, SMPLB, SMALB, SLB).
  2. Masih aktif dalam jabatan pengawas sekolah sampai akhir tahun 2019.
  3. Pangkat dan golongan minimal Penata, III/c.
  4. Pendidikan minimal Diploma IV (D-IV) atau Sarjana (S1).
  5. Masa kerja sebagai pengawas sekolah minimal 2 (dua) tahun, dibuktikan dengan keputusan pengangkatan sebagai pengawas sekolah oleh pejabat yang berwenang.
  6. Tidak sedang menjalani proses hukum/menjalani hukuman disiplin.
  7. Tidak sedang dalam proses alih tugas dan mutasi ke jabatan lain.
  8. Belum pernah menjadi pemenang I, II atau III tingkat nasional pada kegiatan Pemilihan Best Practices dan/atau pemilihan pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional pada kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir.


Persyaratan Karya Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



  1. Karya best practices asli dan belum pernah diikutkan/dipresentasikan dalam kegiatan Pemilihan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud (Tenaga Kependidikan Berprestasi, Simposium, dan sejenisnya).
  2. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) karya best practices.
  3. Dokumen naskah best practices dapat disusun sesuai dengan format terlampir.
  4. Karya didukung dengan video singkat (durasi 3 menit) yang berhubungan dengan profil pengawas sekolah dan sekolah binaan (yang terkait best practices) (penjelasan dan ketentuan video terlampir).


Topik Best Practices Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



Topik atau tema yang dapat dijadikan laporan best practices adalah sebagai berikut.
  1. Membina guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (RPP, silabus, media pembelajaran, penilaian, bahan ajar)
  2. Membina kemampuan guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan (PTK dan PTS)
  3. Membina dalam pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), literasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/ HOTS) dan sekolah adiwiyata
  4. Upaya meningkatan mutu terkait pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada sekolah binaannya
  5. Membina kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah
  6. Mengembangkan kompetensi kepala sekolah dalam melakukan supervisi
  7. Membantu sekolah dalam menjalin kemitraan
  8. Mengembangkan model/metode supervisi klinis yang efektif
  9. Upaya mengembangkan profesionalisme guru di sekolah binaan
  10. Membina kelompok kerja guru (KKG/MGMP/MGP) dan kelompok kerja kepala sekolah (KKKS/MKKS)
  11. Upaya meningkatkan nilai akreditasi sekolah
  12. Upaya mengembangkan profesionalisme kepala sekolah binaannya
  13. Mengembangkan budaya kerja sekolah dalam rangka meningkatkan prestasi sekolah binaan.



Isi Laporan Best Practices Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



Laporan karya Best Practices disusun dan ditulis oleh kepala sekolah sebagai peserta Pemilihan dapat berisi tentang hal-hal sebagai berikut.

Bagian Awal
Bagian ini terdiri atas halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah Pemilihan bermeterai enam ribu rupiah, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan/atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

Bagian Isi
Bagian ini berisi paparan tentang hal-hal sebagai berikut:
  1. Bab Pendahuluan, berisi paparan latar belakang, masalah, tujuan, dan manfaat best practices yang dilaporkan. Latar belakang menguraikan alasan tentang pentingnya Best Practices.
  2. Bab Kajian Pustaka, berisi paparan kajian pustaka, teori, peraturan, kebijakan, pedoman terkait dan atau pengalaman yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah.
  3. Bab Hasil dan Pembahasan, berisi tentang paparan pelaksanaan terkait tempat, waktu, dan perangkat atau instrumen yang digunakan ketika best practices dilakukan. Cara pemecahan masalah yang menguraikan secara rinci langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah, termasuk hambatan-hambatan yang harus diatasi. Penyajian data mencakup keadaan awal dan hasil akhir dari pelaksanaan pemecahan masalah, serta dampaknya bagi sekolah binaan.
  4. Bab Simpulan dan Rekomendasi

Daftar pustaka dan lampiran-lampiran


Teknik Penulisan Laporan Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019


  1. Penulisan laporan harus menggunakan sistematika penulisan sebagaimana terlampir.
  2. Jumlah halaman laporan berkisar antara 15-20 halaman tidak termasuk lampiran.
  3. Isi laporan dengan proporsi: pendahuluan (3-4 halaman), isi (11-14 halaman), dan simpulan (1-2 halaman).
  4. Naskah diketik di atas kertas berukuran A4 dengan spasi 1,5, huruf Times New Roman ukuran huruf 12, batas tepi/margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm. Khusus untuk ukuran huruf tabel dan gambar disesuaikan dengan kebutuhan.
  5. Di bagian kanan atas cover naskah untuk masing-masing kategori diberi kode: BPPS-SD untuk pengawas SD, BPPS-SMP untuk pengawas SMP, BPPS-SMA/SMK untuk pengawas SMA/SMK, BPPS–PK untuk kepala Sekolah Pendidikan Khusus (SDLB, SMPLB, SMALB, SLB)


Kelengkapan Dokumen Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019


Kelengkapan dokumen discan dalam format pdf meliputi:
  1. Naskah laporan Best Practice.
  2. Ijazah terakhir.
  3. Surat Keputusan Pengangkatan Pengawas Sekolah.
  4. Surat Keputusan Pangkat/Golongan terakhir.
  5. Sertifikat Pendidik.
  6. Surat Pernyataan Keaslian Naskah Best Practices.
  7. Surat Pernyataan berisi tentang: Tidak Sedang Proses Alih Tugas, Tidak Sedang menjalani proses hukum/hukuman disiplin, Belum pernah meraih peringkat (I, II, atau III) tingkat nasional pada kegiatan pemilihan best practice, dan/atau pemilihan pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional pada kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir. Karya best practice belum pernah diikutkan atau dipresentasikan dalam kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.
  8. Biodata Peserta.

Tata Cara Pendaftaran dan Pengiriman Dokumen Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



  1. Pendaftaran dilakukan dengan cara registrasi pada laman: https://kesharlindung.tendik.kemdikbud.go.id/ . Silahkan mengisi kolom-kolom yang diminta. Setelah registrasi, silahkan masuk login ke sistem untuk mengupload kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.
  2. Semua persyaratan dokumen diisi dan disimpan dalam file dengan ekstensi PDF, kecuali naskah best practices.
  3. File naskah best practices harus dalam format Microsoft Word dan dibuat dalam satu file yang tidak terpisah, antara judul, kata pengantar, surat pernyatan, daftar isi, bab pendahuluan, bab kajian pustaka, bab hasil, pembahasan, bab kesimpulan, dan rekomendasi, daftar pustaka, lampiran.
  4. Video yang dibuat harus di upload terlebih dahulu pada Youtube. Alamat URL video di Youtube diketik pada file Microsfot Word dan file tersebut di upload pada laman yang sama.


Unduh Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019



Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019 dapat di download melalui link di bawah ini.


Demikianlah informasi mengenai Lomba Best Practice Pengawas Sekolah Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019

Guna mendorong program peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar dan menengah, kemudian meningkatkan kualitas kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah, dan meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam dimensi kepribadian, supervisi akademik, kepemimpinan pembelajaran, dan kewirausahaan, penelitian tindakan sekolah dan pengembangan, manajemen berbasis sekolah dan dimensi sosial, serta meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran, pengelolaan sekolah, serta kompetensi guru dan kepala sekolah, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019. Berikut merupakan Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019.

Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019

Peserta Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019


Peserta Kegiatan Pemilihan Best Practices Kepala Sekolah adalah kepala sekolah yang berstatus PNS maupun non-PNS, yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta, termasuk pendidikan khusus, yang memenuhi persyaratan.


Kategori Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019


Kategori Kegiatan Pemilihan Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019 meliputi lima kategori. 
  1. Kepala Sekolah Dasar (SD). 
  2. Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). 
  3. Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA). 
  4. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 
  5. Kepala Sekolah Pendidikan Khusus (PK) mencakup SDLB, SMPLB, SMALB, SLB.

Persyaratan Calon Peserta Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019




  1. Kepala sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta pendidikan khusus.
  2. Pendidikan minimal Diploma IV (D-IV) atau Sarjana (S1). 
  3. Masa kerja sebagai kepala sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut, dibuktikan dengan keputusan pengangkatan sebagai kepala sekolah oleh pejabat yang berwenang. 
  4. Tidak sedang menjalani proses hukum/menjalani hukuman disiplin. 
  5. Tidak sedang dalam proses alih tugas ke jabatan lain. 
  6. Belum pernah menjadi pemenang I, II atau III tingkat nasional pada kegiatan Pemilihan Best Practices dan/atau pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat nasional pada kurun waktu 2 tahun terakhir.

Persyaratan Karya Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019


  1. Karya best practices asli dan belum pernah diikutkan/dipresentasikan dalam kegiatan Pemilihan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud (Tenaga Kependidikan Berprestasi, Simposium, dan sejenisnya).
  2. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) karya best practices.
  3. Dokumen naskah best practices dapat disusun sesuai dengan format terlampir.
  4. Karya didukung dengan video singkat (durasi 3 menit) yang berhubungan dengan profil kepala sekolah dan sekolah di bawah pimpinannya, dan penjelasan best practices. (penjelasan dan ketentuan video terlampir). 

Topik Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019




Topik atau tema yang dapat dijadikan laporan best practices adalah sebagai berikut.
  1. Membina guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (RPP, silabus, media pembelajaran, penilaian, bahan ajar) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan ragam model pembelajaran.
  2. Membina kemampuan guru dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
  3. Upaya mengembangkan profesionalisme guru di sekolah.
  4. Melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).
  5. Membina pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), literasi dan Sekolah Adiwiyata.
  6. Upaya meningkatan mutu terkait pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
  7. Membina kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
  8. Menjalin kemitraan dengan stakeholder.
  9. Mengembangkan metode supervisi akademik yang efektif.
  10. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru.
  11. Membina kelompok kerja guru (KKG/MGMP/Sekolah).
  12. Upaya meningkatkan nilai akreditasi sekolah.
  13. Upaya meningkatkan prestasi sekolah.
  14. Mengembangkan pembelajaran Teaching Factory dan Produk unggulan.
  15. Inovasi layanan pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).


Isi Laporan Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019



Laporan karya Best Practices disusun dan ditulis oleh kepala sekolah sebagai peserta Pemilihan dapat berisi tentang hal-hal sebagai berikut.

Bagian Awal 
Bagian ini terdiri atas halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah Pemilihan bermeterai enam ribu rupiah, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan/atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

Bagian Isi
Bagian ini berisi paparan tentang hal-hal sebagai berikut:
  1. Bab Pendahuluan, berisi paparan latar belakang, masalah, tujuan, dan manfaat best practices yang dilaporkan. Latar belakang menguraikan alasan tentang pentingnya Best Practices.
  2. Bab Kajian Pustaka, berisi paparan kajian pustaka, teori, peraturan, kebijakan, pedoman terkait dan atau pengalaman yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah.
  3. Bab Hasil dan Pembahasan, berisi tentang paparan pelaksanaan terkait tempat, waktu, dan perangkat atau instrumen yang digunakan ketika best practices dilakukan. Cara pemecahan masalah yang menguraikan secara rinci langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah, termasuk hambatan-hambatan yang harus diatasi. Penyajian data mencakup keadaan awal dan hasil akhir dari pelaksanaan pemecahan masalah, serta dampaknya bagi sekolah binaan.
  4. Bab Simpulan dan Rekomendasi
Daftar pustaka dan lampiran-lampiran


Teknik Penulisan Laporan Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019




  1. Penulisan laporan harus menggunakan sistematika penulisan sebagaimana terlampir.
  2. Jumlah halaman laporan berkisar antara 15-20 halaman tidak termasuk lampiran.
  3. Isi laporan dengan proporsi: pendahuluan (3-4 halaman), isi (11-14 halaman), dan simpulan (1-2 halaman).
  4. Naskah diketik di atas kertas berukuran A4 dengan spasi 1,5, huruf Times New Roman ukuran huruf 12, batas tepi/margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm. Khusus untuk ukuran huruf tabel dan gambar disesuaikan dengan kebutuhan.
  5. Di bagian kanan atas cover naskah untuk masing-masing kategori diberi kode: a. BPKS-SD untuk kepala SD b. BPKS-SMP untuk kepala SMP c. BPKS-SMA untuk kepala SMA d. BPKS-SMK untuk kepala SMK e. BPKS–PK untuk kepala Sekolah Pendidikan Khusus (SDLB, SMPLB, SMALB, SLB)

Kelengkapan Dokumen Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019




Kelengkapan dokumen discan dalam format pdf meliputi:

  1. Naskah laporan Best Practice
  2. Ijazah terakhir
  3. Surat Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah
  4. Surat Keputusan Pangkat/Golongan terakhir
  5. Sertifikat Pendidik
  6. Surat Pernyataan Keaslian Naskah Best Practices
  7. Surat Pernyataan berisi tentang: a. Tidak Sedang Proses Alih Tugas, b. Tidak Sedang menjalani proses hukum/hukuman disiplin, c. Belum pernah meraih peringkat (I, II, atau III) tingkat nasional pada kegiatan pemilihan best practice, dan/atau pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat nasional pada kurun waktu 2 tahun terakhir. d. Karya best practice belum pernah diikutkan atau dipresentasikan dalam kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud
  8. Biodata Peserta


Tata Cara Pendaftaran dan Pengiriman Dokumen Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019




  1. Pendaftaran dilakukan dengan cara registrasi pada laman: https://kesharlindung.tendik.kemdikbud.go.id/ . Silahkan mengisi kolom-kolom yang diminta. Setelah registrasi, silahkan masuk login ke sistem untuk mengupload kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.
  2. Semua persyaratan dokumen diisi dan disimpan dalam file dengan ekstensi PDF, kecuali naskah best practices.
  3. File naskah best practices harus dalam format Microsoft Word dan dibuat dalam satu file yang tidak terpisah, antara judul, kata pengantar, surat pernyatan, daftar isi, bab pendahuluan, bab kajian pustaka, bab hasil, pembahasan, bab kesimpulan, dan rekomendasi, daftar pustaka, lampiran.
  4. Video yang dibuat harus di upload terlebih dahulu pada Youtube. Alamat URL video di Youtube diketik pada file Microsfot Word dan file tersebut di upload pada laman yang sama.



Unduh Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019



Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019 dalam format word bisa di download melalui link di bawah ini.

Download Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019

Demikianlah informasi mengenai Pedoman Lomba Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019

Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019 - Untuk menjamin kualitas, kesalian, dan keabsahan blangko ijazah untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SILN, dan SPK Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud Nomor 0038/D/HK/2019 tentang Pedoman Bentuk, Spesifikasi Teknis, Tata Cara dan Mekanisme Pengisian Blangko Ijazah Pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam panduan ini berisi aturan dalam menulis ijazah yang benar.

Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019

Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019



Selain penulisan ijazah yang benar, Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019 ini berisi tentang:

BENTUK DAN SPESIFIKASI IJAZAH 2019
  1. Spesifikasi kertas dan bingkai
  2. Spesifikasi bingkai blangko ijazah
  3. Latar belakang blangko ijazah
  4. Konten blangko ijazah
  5. Lintasan cetak
  6. Perforasi dan aplikasi hologram
  7. Nomor dan kode ijazah
  8. Kode penerbitan
TATA CARA DAN MEKANISME PENGISIAN BLANGKO IJAZAH 2019
  1. Petunjuk umum pengisian blangko ijazah 2019
  2. Petunjuk khusus pengisian blangko ijazah 2019
  3. Petunjuk khusus pengisian halaman belakang ijazah 2019
ISI IJAZAH
  1. Isi halaman muka ijazah SD
  2. Isi halaman belakang ijazah SD
  3. Isi halaman muka ijazah SMP
  4. Isi halaman belakang ijazah SMP
  5. Isi halaman muka ijazah SMA
  6. Isi halaman belakang ijazah SMA
  7. Isi halaman muka ijazah SMK
  8. Isi halaman belakang ijazah SMK
LAMPIRAN IJAZAH SD, SMP, SMA, DAN SMK


Download Panduan Menulisa Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019



Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019 dapat diunduh langsung melalui link di bawah ini.


Demikian infromasi mengenai Panduan Menulis Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Penerimaan Artikel Untuk Jurnal Matematika Tahun 2019

Penerimaan Artikel Jurnal Matematika Tahun 2019 - P4TK Matematika membuka penerimaan artikel jurnal matematika yang akan dimuat di Jurnal Online IDEAL MATHEDU Tahun 2019. Berikut ini merupakan persyaratan Penrimaan Artikel Jurnal Matematika Tahun 2019.


Penerimaan Artikel Untuk Jurnal Matematika Tahun 2019

Persyaratan Penerimaan Artikel Untuk Jurnal Matematika Tahun 2019


Artikel ilmiah yang dikirimkan harus memenuhi persyaratan seperti di bawah ini.
  1. Artikel belum pernah dipublikasikan di media publikasi apapun.
  2. Jenis artikel dapat berupa hasil penelitian, pengembangan, maupun kajian literatur.
  3. Untuk artikel hasil penelitian, pelaksanaan penelitian tidak lebih dari dua tahun yang lalu (minimum tahun 2017).

Bidang Kajian Artikel Untuk Jurnal Matematika Tahun 2019


Bidang kajian yang bisa dipilih meliputi:
  1. Kurikulum sekolah
  2. Matematika sekolah (SD/SMP/SMA/SMK)
  3. Manajemen pendidikan
  4. Media pembelajaran
  5. Penilaian pendidikan
  6. Proses pembelajaran
  7. Kebijakan pendidikan
  8. Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus
  9. Pendidikan informal dan nonformal
  10. Fasilitasi Pendidik/Tenaga Kependidikan
  11. Bidang-bidang lain yang maish terkait pendidikan matematika.

Pengiriman Artikel Jurnal Matematika Tahun 2019


Naskah artikel dapat dikirim melalui email ke ejournal@p4tkmatematika.org cc idealmathedu@gmail.com paling lambat 30 April 2019.

Template pengiriman artikel da biodata dapat diunduh melalui link di bawah ini.


Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi narahubung Lestari Budi Atik (085101591707)

Demikian informasi mengenai Penerimaan Artikel Untuk Jurnal Matematika Tahun 2019. Semoga bermanfaat.