Buku Penilaian HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019

Buku Penilaian HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019 - Kemampuan peserta didik di Indonesia dalam menyelesaikan soal HOTS masih sangat rendah. Berdasarkan hasil UN tahun 2018 menunjukkan bahwa peserta didik-peserta didik masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) seperti menalar, menganalisa, dan mengevaluasi. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas peserta didik dengan menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP). Salah satu materi yang dikembangkan pada program PKP adalah Penilaian Berbasis HOTS. Materi ini bertujuan untuk membekali guru agar mampu melaksanakan penilaian berbasis HOTS sehingga peserta didik terbiasa dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya.

Buku Penilaian HOTS Terbaru


Pengertian dan Karakteristik HOTS


Kegiatan berpikir sudah dilakukan sejak manusia ada, tetapi pengertian tentang berpikir masih terus diperdebatkan berbagai kalangan, terutama kalangan pemikir pendidikan. Menurut Dewey (1859 – 1952) berpikir merupakan aktivitas psikologis ketika terjadi situasi keraguan, sedangkan Vygotsky (1896 – 1934) lebih mengaitkan berpikir dengan proses mental. Secara umum para tokoh pemikir bersepakat bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang ketika orang tersebut dihadapkan pada situasi atau suatu permasalahan yang harus dipecahkan. Berpikir selalu berkaitan dengan proses mengeksplorasi gagasan, membentuk berbagai kemungkinan atau alternatif-alternatif yang bervariasi, dan dapat menemukan solusi.

Salah satu taksonomi proses berpikir yang diacu secara luas adalah taksonomi Bloom dan telah direvisi oleh Anderson & Krathwohl (2001). Dalam taksonomi Bloom yang direvisi tersebut, dirumuskan 6 level proses berpikir, yaitu:
C 1 = mengingat (remembering )
C 2 = memahami (understanding)
C 3 = menerapkan (applying)
C 4 = menganalisis (analyzing)
C 5 = mengevaluasi (evaluating)
C 6 = mengkreasi (creating)

Mengingat (remembering) merupakan level proses berpikir paling rendah. Mengapa? Karena mengingat hanyalah memanggil kembali kognisi yang sudah ada dalam memori. Memahami (understanding) satu level lebih tinggi dibandingkan dengan mengingat. Seseorang yang memahami sesuatu akan mampu menggunakan ingatannya untuk membuat deskripsi, menjelaskan, atau memberikan contoh terkait sesuatu tersebut. Jika seseorang yang telah memahami sesuatu mampu melakukan kembali hal-hal yang dipahaminya pada situasi yang baru atau situasi yang berbeda, orang tersebut telah mencapai level berpikir aplikasi (applying).

Orang yang memiliki kemampuan menerapkan belum tentu mampu menyelesaikan masalah (problem solving). Kemampuan menerapkan masih cenderung hanya mengulangi proses yang sudah pernah dilakukan (rutin), sementara permasalahan bisa jadi selalu berbeda dan umumnya tidak dapat diselesaikan dengan cara yang sama (non rutin). Penyelesaian masalah sesungguhnya berkaitan dengan hal-hal yang non rutin. Oleh karena itu, penyelesaian masalah memerlukan level berpikir yang lebih tinggi dari mengingat, memahami, dan menerapkan. Level berpikir ini disebut higher order thinking atau tingkat berpikir lebih tinggi.

Anderson dan Krathwohl mengategorikan kemampuan proses menganalisis (analyzing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating) termasuk berpikir tingkat tinggi. Menganalisis adalah kemampuan menguraikan sesuatu ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil sehingga diperoleh makna yang lebih dalam. Menganalisis dalam taksonomi Bloom yang direvisi ini juga termasuk kemampuan mengorganisir dan menghubungkan antar bagian sehingga diperoleh makna yang lebih komprehensif. Apabila kemampuan menganalisis tersebut berujung pada proses berpikir kritis sehingga seseorang mampu mengambil keputusan dengan tepat, orang tersebut telah mencapai level berpikir mengevaluasi. Dari kegiatan evaluasi, seseorang mampu menemukan kekurangan dan kelebihan. Berdasarkan kekurangan dan kelebihan tersebut akhirnya dihasilkan ide atau gagasan-gagasan baru atau berbeda dari yang sudah ada. Ketika seseorang mampu menghasilkan ide atau gagasan baru atau berbeda itulah level berpikirnya disebut level berpikir mencipta. Seseorang yang tajam analisisnya, mampu mengevaluasi dan mengambil keputusan dengan tepat, serta selalu melahirkan ide atau gagasan-gagasan baru. Oleh karena itu, orang tersebut berpeluang besar mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapinya.

Pada pemilihan kata kerja operasional (KKO) untuk merumuskan indikator soal HOTS, hendaknya tidak terjebak pada pengelompokkan KKO. Sebagai contoh kata kerja “menentukan‟ pada Taksonomi Bloom ada pada ranah C2 dan C3. Dalam konteks penulisan soal-soal HOTS, kata kerja “menentukan‟ bisa jadi ada pada ranah C5 (mengevaluasi) apabila untuk menentukan keputusan didahului dengan proses berpikir menganalisis informasi yang disajikan pada stimulus lalu peserta didik diminta menentukan keputusan yang terbaik. Bahkan kata kerja “menentukan‟ bisa digolongkan C6 (mengkreasi) bila pertanyaan menuntut kemampuan menyusun strategi pemecahan masalah baru. Jadi, ranah kata kerja operasional (KKO) sangat dipengaruhi oleh proses berpikir apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

Brookhart (2010) sependapat dengan konsep berpikir tingkat tinggi dalam taksonomi Bloom yang direvisi Anderson dan Krathwohl di atas. Secara praktis Brookhart menggunakan tiga istilah dalam mendefinisikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), yaitu:

  1. HOTS adalah proses transfer.
  2. HOTS adalah berpikir kritis.
  3. HOTS adalah penyelesaian masalah.
HOTS sebagai proses transfer dalam konteks pembelajaran adalah melahirkan belajar bermakna (meaningfull learning), yakni kemampuan peserta didik dalam menerapkan apa yang telah dipelajari ke dalam situasi baru tanpa arahan atau petunjuk pendidik atau orang lain.

HOTS sebagai proses berpikir kritis dalam konteks pembelajaran adalah membentuk peserta didik yang mampu untuk berpikir logis (masuk akal), reflektif, dan mengambil keputusan secara mandiri. 

HOTS sebagai proses penyelesaian masalah adalah menjadikan peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan riil dalam kehidupan nyata, yang umumnya bersifat unik sehingga prosedur penyelesaiannya juga bersifat khas dan tidak rutin.

Dilihat dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat. Berdasarkan uraian di atas, keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah keterampilan berpikir logis, kritis, kreatif, dan problem solving secara mandiri. Berpikir logis adalah kemampuan bernalar, yaitu berpikir yang dapat diterima oleh akal sehat karena memenuhi kaidah berpikir ilmiah. Berpikir kritis adalah berpikir reflektif-evaluatif. Orang yang kritis selalu menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki untuk menganalisis hal-hal baru, misalnya dengan cara membandingkan atau mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya sehingga mampu menjustifikasi atau mengambil keputusan. Sementara itu, berpikir kreatif adalah kemampuan menemukan ide/gagasan yang baru atau berbeda. Dengan gagasan yang baru atau berbeda, seseorang akan mampu melakukan berbagai inovasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan nyata yang dihadapinya.

Karakteristik Instrumen Penilaian HOTS


Soal yang termasuk Higher Order Thinking memiliki ciri-ciri:

  1. transfer satu konsep ke konsep lainnya;
  2. memproses dan menerapkan informasi;
  3. mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda;
  4. menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah;
  5. menelaah ide dan informasi secara kritis.
Soal-soal HOTS sangat direkomendasikan untuk digunakan pada berbagai bentuk penilaian kelas dan Ujian Sekolah.


Download Buku Penilaian HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019


Selengkapnya mengenai Buku Penilaian HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019 bisa diunduh melalui link di bawah ini.

Download Buku Penilaian HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019 Pdf

Demikian informasi mengenai Buku Penilaian HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Buku Pembelajaran HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019

Buku Pembelajaran HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019 - Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Buku Pembelajaran HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019


Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan oleh guru yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dengan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Desain peningkatan kualitas pembelajaran ini merupakan upaya peningkatan kualitas peserta didik yang pada akhirnya meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan sebuah buku pegangan guru yang memberikan keterampilan mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik.

Apa Itu HOTS?



Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dalam bahasa umum dikenal sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS) dipicu oleh empat kondisi berikut.
  1. Sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang spesifik dan tidak dapat digunakan di situasi belajar lainnya.
  2. Kecerdasan yang tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terdiri dari lingkungan belajar, strategi, dan kesadaran dalam belajar.
  3. Pemahaman pandangan yang telah bergeser dari unidimensi, linier, hirarki atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multidimensi dan interaktif.
  4. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Menurut beberapa ahli, definisi keterampilan berpikir tingkat tinggi salah satunya dari Resnick (1987) adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. Keterampilan ini juga digunakan untuk menggarisbawahi berbagai proses tingkat tinggi menurut jenjang taksonomi Bloom. Menurut Bloom, keterampilan dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah keterampilan tingkat rendah yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu: mengingat (remembering), memahami (understanding), dan menerapkan (applying), dan kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa keterampilan menganalisis (analyzing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating). 

Pembelajaran yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi adalah pembelajaran yang melibatkan 3 aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu: transfer of knowledge, critical and creative thinking, dan problem solving. Dalam proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi tidak memandang level KD, apakah KD nya berada pada tingkatan C1, C2, C3, C4, C5, atau C6.

Download Buku Pembelajaran HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019


Lebih lengkap mengenai Buku Pembelajaran HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019, bisa di download melalui link di bawah ini. Buku ini merupakan salah satu buku materi dalam pelaksanaan PKP tahun 2019.


Demikian informasi mengenai Buku Pembelajaran HOTS Terbaru Untuk PKP Tahun 2019. Semoga buku ini bisa membantu guru dalam menyelenggarakan pembelajaran HOTS di tahun 2019.

Kumpulan Materi PKP Guru SMP Tahun 2019

Kumpulan Materi PKP Guru SMP Tahun 2019 - Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Untuk merealisasikan amanah undang-undang sebagaimana dimaksud, pada tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melaksanakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pengembangan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.

Kumpulan Materi PKP Guru SMP Tahun 2019


Program PKB melalui PKP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Program ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Pembekalan Instruktur Kab./Kota, Pembekalan Guru Inti dan selanjutnya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi di guru sasaran.

Sebagai salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan program, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar memfasilitasi kegiatan penyusunan Buku Kumpulan Materi PKP Guru SMP Tahun 2019 Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Buku ini telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Gerakan Literasi Nasional dan Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) serta berisi aktivitas-aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mendukung proses fasilitasi Pembekalan Instruktur Kab./Kota/Guru Inti. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan fasilitasi bagi para peserta pembekalan untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang program yang akan dilaksanakan.

Kumpulan Materi PKP Guru SMP Tahun 2019 bisa diunduh melalui link di bawah ini.


  1. Materi PKP PJOK SMP - Bola Voli Single
  2. Materi PKP IPS SMP  - Manusia, Tempat, dan Lingkungan
  3. Materi PKP PPKn SMP - Pancasila
  4. Materi PKP Matematika SMP - Pembelajaran Bilangan Rasional
  5. Materi PKP SBdP SMP - Pemeranan
  6. Materi PKP Bahasa Indonesia SMP - Teks Deskripsi, Cerita Imajinasi, dan Prosedur
  7. Materi PKP Bahasa Inggris SMP - Teks Khusus
  8. Materi PKP Informatika SMP - Berpikir Komputasional
  9. Materi PKP IPA SMP - Struktur dan Fungsi Makhluk Hidup
  10. Materi PKP BK SMP - Kemampuan Belajar
Demikian informasi mengenai Kumpulan Materi PKP Guru SMP Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019

Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019 - Peningkatan Kopetensi Pembelajaran (PKP) merupakan program yang diluncurkan oleh Kemendikbud di tahun 2019 ini. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru professional.

Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019


Guru profesional memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa 30% prestasi peserta didik ditentukan oleh faktor guru. Dengan demikian maka guru harus senantiasa meng-update dirinya dengan melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jika program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sebelumnya didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, berfokus pada peningkatan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogi dan profesional, maka Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi lebih berfokus pada upaya memintarkan peserta didik melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berbasis zonasi ini dilakukan mengingat luasnya wilayah Indonesia. Zonasi diperlukan guna memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, sehingga peningkatan pendidikan dapat berjalan secara masif dan tepat sasaran.

Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019 tertuang dalam Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi. Unit Pembelajaran ini disusun berdasarkan analisis Standar Kompetensi Lulusan, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, serta analisis soal-soal Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). UN dan USBN merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Hasil pengukuran capaian siswa berdasar UN ternyata selaras dengan capaian PISA maupun TIMSS. Hasil UN tahun 2018 menunjukkan bahwa siswa-siswa masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) seperti menalar, menganalisis, dan mengevaluasi. Oleh karena itu siswa harus dibiasakan dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya.

Berikut ini merupakan Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019.


  1. Bumi dan Alam Semesta
  2. Karakteristik Geografis dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam
  3. Karya Seni Rupa Dua Dimensi dan Tiga Dimensi
  4. Kasti
  5. Pancasila
  6. Pembelajaran Bilangan Asli, Cacah, dan Bulat
  7. Operasi Hitung Bilangan Bulat
  8. FPB dan KPK
  9. Akar dan Pangkat
  10. Tata Bahasa
Demikian Infomasi mengenai Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Pedoman Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Tahun 2019

Pedoman Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Tahun 2019 - Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) di tahun 2019 menyelenggarakan Program Peningkatan Kompentensi Pembelajaran (PKP). Pelaksanaan program ini dilakukan melalui zonasi. Zonasi yang dimaksud adalah dengan memanfaatkan kelompok kerja guru di wilayah misalkan Pusat Kegiatan Guru (PKG) untuk jenjang TK, Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk jenjang SD, Musyawarah Guru Bimbingan dan Pembelajaran (MGMP) untuk SMP, SMA, dan SMK. Mungkin banyak yang bertanya, apa itu PKP? Apa berbedaan dengan PKB, atau bagaimana pelaksanaan PKP tahun 2019, dalam postingan kali ini, kita akan membahas secara lengkap.

Buku PKP 2019


Apa itu PKP?


Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Pelaksanaan PKP ini berorientasi pada Higher Other Thingking Skill (HOTS).

Dalam kegiatan PKP guru akan dibekali dengan kemampuan bagaimana membuat perencanaan pembelajaran (RPP) yang  berorientasi HOTS, melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS, dan melaksanakan penilaian yang juga berorientasi HOTS. Guru-guru yang memiliki kompetensi lebih akan digunakan sebagai Narasumber/Instruktur/Guru Inti Program PKP Tahun 2019 ini.

Perbedaan PKP dengan PKB

Di tahun 2017-2018, kita mengenal Guru Pembelajar yang diluncurkan di tahun 2016. Tentu banyak yang bertanya apa perbedaan PKP dengan PKB. Berikut merupakan dua perbedaan utama PKP 2019 dengan  PKB Guru Pembelajar.

  1. PKB Guru Pembelajar berorientasi pada peningkatan kompetendi substansi/profesional guru, sedangkan PKP tahun 2019 berorientasi pada peningkatan pembelajaran (How to teach)
  2. PKB Guru Pembelajar berbasis pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015, sedangkan PKP Tahun 2019 berbasis pada hasil UN dan USBN.

Pedoman PKP Tahun 2019


Untuk mempermudah pelaksanaan PKP Tahun 2019, Dirjen GTK mengeluarkan Pedoman PKP Tahun 2019. Pedoman ini memuat:
  1. Program PKP
  2. Pelaksanaan PKP 
  3. Penilaian, Sertifikat, dan Pelaporan PKP
  4. Standar Penyelenggaraan PKP
  5. Penjaminan Mutu PKP
  6. Berbagai format penilaian pelaksanaan PKP
Bagi yang ingin memiliki Pedoman PKP Tahun 2019, bisa diunduh melalui link di bawah ini.



Juknis PKP Tahun 2019


Selain mengeluarkan Pedoman PKP Tahun 2019, Dirjen GTK juga mengeluarkan Juknis PKP Tahun 2019. Juknis PKP Tahun 2019 memuat:

GAMBARAN UMUM PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN (PKP) BERBASIS ZONASI
  1. Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
  2. Prinsip Dasar Pelaksanaan Program PKP
  3. Zona Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
  4. Mekanisme Pelaksanaan Program PKP Berbasis Zonasi
  5. Komponen Pelaksana pada Program PKP Berbasis Zonasi

PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN BERORIENTASI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM ZONASI
  1. Waktu dan Tempat
  2. Pelaksanaan Program PKP Berbasis Zonasi
  3. Pengelolaan Kelas
  4. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
  5. Peran dan Tanggungjawab
  6. Penilaian
MONITORING, EVALUASI, SERTIFIKAT DAN PELAPORAN
  1. Monitoring dan Evaluasi
  2. Perangkat Evaluasi
  3. Pelaporan
  4. Penerbitan Sertifikat dan Surat Keterangan
LAMPIRAN
  1. Lampiran 1 Format Daftar Hadir
  2. Lampiran 2 Format Penilaian Proses
  3. Lampiran 3 Format Monitoring dan Penilaian Hasil Belajar/Tagihan
  4. Lampiran 4 Indikator Evaluasi Pembelajaran Program PKP Berbasis Zonasi
  5. Lampiran 5 Format Penilaian Kompetensi Program PKP Berbasis Zonasi
  6. Lampiran 6 Sistematika Laporan Pelaksanaan  Program PKP Berbasis Zonasi
  7. Lampiran 7 Format Sertifikat Program PKP Berbasis Zonasi (Bagian Depan)
  8. Lampiran 8 Format Surat Keterangan Program PKP Berbasis Zonasi
Petunjuk Teknsi Peningkatan Kompetensi Pembelajaran bisa diunduh melalui link di bawah ini.


Buku Pegangan PKP Bagi Narasumber, Instruktur, dan Guru Inti


Bagi yang terpilih sebagai Narasumber, Instruktur ataupun Guru Inti PKP Tahun 2019, berikut ini merupakan Buku Pegangan PKP Bagi Narasumber, Instruktur, dan Guru Inti. Di dalam Buku Pegangan ini memuat materi:

KEGIATAN PEMBELAJARAN
  1. Topik Umum
  2. Topik Pokok
  3. Topik Penunjang
LEMBAR KERJA DAN RUBRIK

Buku Pegangan PKP Bagi Narasumber, Instruktur bisa diunduh melalui link di bawah ini.



Buku Pegangan Penilaian HOTS PKP Tahun 2019


HOTS merupakan orientasi dari pelaksanaan PKP Tahun 2019. Oleh karena itu, Dirjen GTK juga mengeluarkan Buku Penilaian Berorientasi HOTS. Dalam buku tersebut memuat:

PENDAHULUAN
  1. Rasional 
  2. Dasar Hukum
  3. Tujuan 
  4. Sasaran Buku Pegangan 
PENILAIAN DAN PENGEMBANGAN SOAL HOTS
  1. Deskripsi Singkat
  2. Penilaian Sikap 
  3. Penilaian Pengetahuan
  4. Pengertian HOTS
  5. Karakteristik
  6. Menggunakan bentuk soal beragam 
  7. Level Kognitif
  8. Langkah-langkah Penyusunan soal HOTS
  9. Penilaian Keterampilan 
PENUTUP

Selengkapnya mengenai Buku Pegangan Penilaian HOTS PKP Tahun 2019 dapat diunduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Pedoman Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Tahun 2019, semoga bermanfaat.

Border Ijazah SD Tahun 2019

Border Ijazah SD Tahun 2019 - Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan border ijazah SD tahun 2019. Border ijazah ini sesuai dengan border ijazah yang ada di contoh ijazah sd tahun 2019 dalam petunjuk teknis penulisan ijazah tahun 2018/2019.

Border ijazah SD Tahun 2019 bisa digunakan untuk menghiasi SHUSBN SD tahun 2019. Meskipun tidak ada ketentuan SHUSBN dibuat harus menggunakan border ijazah, namun penampilan SHUSBN jauh akan terlihat lebih resmi. 

Selama ini, SHUSBN siswa sering hilang. Salah satu penyebabnya adalah karena tampilan SHUSBN siswa tanpa border tampak biasa saja. Dengan border ijazah, siswa tentu akan lebih menjaga SHUSBN seperti mereka menjaga ijazah SD mereka.

Border Ijazah SD Tahun 2019 ini memiliki format PNG. Sehingga bisa digunakan langsung dalam SHUSBN. Berikut gambar SHUSBN SD Tahun 2019.

Border Ijazah SD Tahun 2019 PNG

Bagi yang ingin menggunakan border ijazah SD tahun 2019 ini, bisa di unduh melalui link di bawah ini.


Demikian informasi mengenai Border Ijazah SD Tahun 2019. Semoga postingan ini bermanfaat.

Contoh SHUSBN SD Tahun 2019

Contoh SHUSBN SD Tahun 2019 - Ditahun 2019 ini, bukti kelulusan siswa SD ditandai dengan Seritifikat Hasil Ujian Sekolah Berstadar Nasional (SHSUBN). Sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) USBN Tahun Pelajaran 2018/2019, SHUSBN dikeluarkan oleh masing-masing satuan pendidikan.


SHUSBN SD 2019


Tidak ada ketentuan yang diberikan dalam POS USBN 2018/2019 mengenai Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) tahun 2019 ini. Sehingga sekolah diberikan keleluasaan untuk membuat bentuk SHUSBN. Namun, SHUSBN minimal harus memuat biodata peserta didik dan nilai hasil USBN siswa tahun pelajaran 2018/2019.

Format berikut bisa dijadikan contoh dalam membuat Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) Tahun 2019. Bagian-bagian SHSUBN Tahun 2019 meliputi:


Kop Sekolah

Kop sekolah memuat logo kabupaten serta identitas satuan pendidikan penyelenggara USBN Tahun pelajaran 2018/2019.

Judul Serifikat

Judul sertifikat bisa dibuat dengan "SERTIFIKAT HASIL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (SHUSBN) SEKOLAH DASAR TAHUN PELAJARAN 2018/2019.

Nomor Sertifikat

Dibawah judul kita isi dengan nomor sertifikat. Format nomor yang digunakan adalah Kode Sertifikat/Nomor Urut Sertifikat/Kode Sekolah/Disdik. Sebagai contoh 423.7/221/1Sp.Tengah/Disdik. Kode yang digunakan dalam SHUSBN Tahun 2019 ini adalah 423.7. Karena 423.7 merupakan kode surat yang berkaitan dengan ujian. Masing-masing siswa diberikan nomor urut sertifikat yang berbeda.

Biodata Siswa

Biodata siswa yang ada di dalam SHUSBN Tahun 2019 memuat: Nama, Tempat Tanggal Lahir, Nomor Induk Siswa, NISN, Nomor Peserta Ujian Sekolah, dan Sekolah Penyelenggara Ujian.

Nilai Siswa

Untuk nilai, yang dicantumkan adalah nilai USBN tahun 2019 yang memuat tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN tahun 2018/2019 meliputi Bahasa Indonesai, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Tanda Tangan Kepala Sekolah

Untuk legalitas, pada bagian akhir diberikan tanggal dan tanda tangan kepala sekolah. Tanggal SHUSBN Tahun 2019 yang digunakan adalah tanggal 12 Juni 2019. Tanggal ini sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan siswa SD tahun 2019.

Pas Foto

Di sebelah tanda tangan kepala sekolah, diberikan kotak untuk menempel Pas Foto siswa. Ukuran pas foto yang digunakan adalah 3x4 cm.

SHUSBN Tahun 2019 ini kemudian dicap tiga jari oleh siswa. Jari yang digunakan adalah jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kiri dari peserta didik. Cap tiga jari harus mengenai foto, tapi tidak mengenai bagian wajah. 

Stempel (cap sekolah) dibubuhkan agar mengenai foto dan tangda tangan kepala sekolah. Cap sekolah ini jangan sampai mengenai bagian wajah dari foto siswa.

Demikianlah informasi mengenai Contoh SHUSBN SD Tahun 2019. Semoga informasi ini bermanfaat.

Surat Edaran Pedoman Pengisian Ijazah Terbaru

Surat Edaran Pedoman Pengisian Ijazah Terbaru - Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran nomor 5951/D/KS/2019 Tentang PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH  PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH. Dalam surat edaran ini, ada sedikit perubahan mengenai penulisan nomor peserta ujian. Berikut merupakan Surat Edaran Pedoman Pengisian Ijazah Terbaru.

Surat Edaran Pedoman Pengisian Ijazah Terbaru


Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 0038/D/HK/2019 tentang Pedoman Bentuk, Spesifikasi Teknis, Tata cara dan Mekanisme Pengisian Blangko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 
  1. Peraturan Direktur J enderal Pendidikan Dasar dan Menengah, pada lampiran I bagian F nomor 3 tertulis: "Nomor ljazah untuk SPK pada bagian bawah halaman muka mencakup kode jenjang pendidikan, kode satuan pendidikan, kode "SPK", dan nomor seri (nomorator)".  Seharusnya: "Nomor ijazah untuk SPK pada bagian bawah halaman muka mencakup kode penerbitan, kode jenjang pendidikan, kode satuan pendidikan, kode "SPK", dan nomor seri (nomorator)". 
  2. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, pada lampiran II bagian B nomor 10 tertulis:  "Angka 10 diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 ( dua) digit berisi informasi tahun, 2 ( dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 ( dua) digit berisi informasi kode kabupaten/kota, 3 (tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Khusus untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah". Seharusnya: "Angka 10 diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 16 (enam belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 ( dua) digit berisi informasi tahun, 2 ( dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode kabupaten/kota, 4 (empat) digit berisi informasi kode sekolah, 4 (empat) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Khusus Untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah". 
Selengkapnya mengenai Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5951/D/KS/2019 Tentang PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH  PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH bisa diunduh melalui link di bawah ini.

Download Surat Edaran Pedoman Pengisian Ijazah Terbaru.

Demikian informasi mengenai Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5951/D/KS/2019 Tentang PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH  PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH. Semoga bermanfaat.


Pelatihan Online Seamolec Untuk Guru Tahun 2019

Pelatihan Online Untuk Guru Tahun 2019 - Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec) kembali menyelenggarakan pelatihan untuk guru. Pelatihan ini dilaksanakan secara online. Jadi, guru tidak perlu meninggalkan tugas mengajar di kelas. Berikut merupakan Pelatihan Online Untuk Guru yang diselenggarakan oleh Seamolec di tahun 2019.

Pelatihan Online Seamolec Untuk Guru Tahun 2019

Jenis Pelatihan Online Seamolec Tahun 2019


Untuk periode 28 Juni s.d 26 Juli 2019, Seamolec menggelar empat pelatihan yang diselenggarakan secara online. Pelatihan tersebut meliputi:

  1. Blog as Learning Media
  2. Presentation Design Using Powerpoint
  3. Infographic Design
  4. Digital Learning Material Using Whiteboard Animation

Ketentuan Pelatihan Online Seamolec Tahun 2019


Bagi guru yang ingin mengikuti pelatihan online Seamolec tahun 2019 ini, berikut merupakan mekanisme pelatihan online Seamolec tahun 2019.

  1. Pemberian materi dilaksanakan melalui video conference. Sesi diskusi (video cenference) dilaksanakan selama 7 pertemuan setiap senin, rabu, dan jumat pukul 18.00-21.00 WIB.
  2. Sertifikat senilai 32 JP diberikan kepada peserta yang memenuhi kreteria penilaian.
  3. Nama peserta yang berhasil mendaftar akan tampil di laman my course Etraining sesuai dengan judul pelatihan yang didaftarkan.
  4. Peserta diwajibkan mencermati panduan pelatihan yang dapat diunduh melalui link http://etraining.seamolec.org pada menu Guidebook.
  5. Peserta yang terdaftar akan diundang ke grup whatsapp satu hari sebelum pelatihan dimulai sesuai dengan nomor yang didaftarkan.
  6. Uji coba video conference akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2019 pukul 19.00 WIB.

Pendaftaran Pelatihan Online Seamolec Tahun 2019


Bagi guru yang ingin mengikuti pelatihan online ini bisa mengakses http://etraining.seamolec.org. Persyaratan dan pendaftaran ada di dalam laman tersebut.

Demikianlah informasi mengenai Pelatihan Online Seamolec Untuk Guru Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Aturan Seragam Hitam Setiap Hari Kamis Untuk ASN Di Lingkungan Kemendagri

Aturan Seragam Hitam Setiap Hari Kamis Untuk ASN Di Lingkungan Kemendagri - Setelah munculnya Pro dan kontra tentang Surat Edaran Kemendagri Nomor 025/4660/SJ tanggal 12 Juni 2019 tentang Penggunaan Pakaian Dinas dan Atribut bagi ASN, Kemendagri melalui Kepala Pusat Penerangan Dalam Negeri, Bachtiar mengeluarkan pernyataan. Menurutnya, peraturan tentang penggunaan pakaian hitam setiap hari kamis, diperuntukkan untuk ASN yang ada di lingkungan Kemendagri.

Aturan Seragam Hitam Setiap Hari Kamis Untuk ASN Di Lingkungan Kemendagri


Seperti dilansir dalam situs, www.kemendagri.go.id, Bachtiar menjelaskan bahwa peraturan mengenai penggunaan pakaian dinas yang tertuang dalam point ketiga yang berbunyi "Khusus pada hari kamis menggunakan pakaian baju dan celana/rok warna hitam" dibuat untuk pegawai ASN yang ada di lingkungan Kemendagri. Bagi ASN di daerah, pakaian hari kamis sesuai dengan peraturan pemerintah daerah (Pemda) di masing-masing daerah.

Berikut merupakan bunyi Surat Edaran Kemendagri Nomor 025/4660/SJ tanggal 12 Juni 2019 tentang Penggunaan Pakaian Dinas dan Atribut bagi ASN secara lengkap.

Dalam rangka meningkatkan tertib, disiplin, keseragaman, dan kerapihan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), bersama ini dimintakan perhatian seluruh PNS hal-hal berikut:

  1.  Dalam penggunaan pakaian dinas seluruh PNS tetap mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang perubahan ketiga Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, dengan menggunakan mutz dan atribut sebagaimana terlampir.
  2. Dalam pelaksanaan upacara/apel agar PNS yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dikumpulkan dalam satu barisan tersendiri, masing-masing atasan mengingatkan jajaran dibawahnya dan memberikan pembinaan;
  3. Khusus pada hari kamis menggunakan pakaian baju dan celana/rok warna hitam; dan
  4. Pengaturan penggunaan tanda bintang dan melati akan ditetapkan segera sambil menunggu diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
Demikian informasi mengenai Aturan Seragam Hitam Setiap Hari Kamis Untuk ASN Di Lingkungan Kemendagri. Semoga bermanfaat.



Aplikasi Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) Tahun 2019

Aplikasi Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) Tahun 2019 - SHUSBN atau Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional adalah tanda siswa telah lulus mengikuti USBN tahun 2019. Dalam POS Ujian 2018/2019, SHUSBN paling sedikit berisikan biodata siswa dan nilai USBN setiap mata pelajaran yang diujikan dalam USBN tahun 2019. SHUSBN diterbitkan oleh sekolah (satuan pendidikan) penyelenggara USBN.

Untuk mempermudah membuat SHUSBN tahun 2019, dalam kesempatan ini kami akan mebagikan Aplikasi Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) Tahun 2019. Aplikasi ini sangat sederhana, namun sangat membantu dalam pembuatan SHUSBN. Berikut merupakan tampilan aplikasi SHUSBN 2019.


Petunjuk Pengisian Aplikasi SHUSBN Tahun 2019


Aplikasi SHUSBN SD Tahun 2019 merupakan aplikasi excell yang terdiri atas 2 tab. Tab pertama DATA berfungsi untuk mengisi data SHUSBN SD 2019, dan tab kedua digunakan saat kita ingin mencetak SHUSBN SD 2019.


Keterangan:
  1. Nomor SHUSBN merupakan nomor yang dikeluarkan oleh satuan pendidikan. Masing-masing siswa memperoleh nomor yang berbeda.
  2. Nama Siswa diisi dengan menggunakan Nama Siswa. Pastikan nama siswa sesuai dengan akta kelahiran siswa.
  3. Tempat dan Tanggal Lahir diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa. Data ini juga diisi sesuai dengan akta kelahiran siswa.
  4. NIS diisi dengan Nomor Induk Siswa. Dalam menulis angka, pastikan membubuhkan tanda ' sebelum angka. Misalkan '2678.
  5. Nomor Peserta Ujian berisi Nomor Peserta Ujian siswa.
  6. Nilai diisi dengan nilai perolehan siswa.

Cara Print SHUSBN Tahun 2019


Jika seluruh data sudah diisi, selanjutnya kita akan mencetak SHUSBN SD Tahun 2019. Untuk melakukan hal tersebut, silakan klik tab SHUSBN. Kemudian pada kotak biru masukkan nomor siswa yang akan dicetak SHUSBN nya, kemudian tekan enter. Perhatikan gambar berikut.


Download SHUSBN SD Tahun 2019


Bagi yang ingin menggunakan aplikasi ini, bisa diunduh secara gratis melalui link di bawah ini. 


Bila ada masalah, bisa menghubungi kami di:

Whatshapp : 082340573763
Email : nanggusde@gmail.com

Demikian informasi mengenai Aplikasi Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019

Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019 - Di tahun pelajaran 2019/2020, SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali membuka Penerimaan Pesertad Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020. Berikut merupakan Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019.

PPDB SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019


Jadwal PPDB SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019


Adapun jadwal penerimaan peserta didik baru di tahun pelajaran 2019/2020 seperti tabel di bawah ini.

TANGGAL KEGIATAN
24 s.d 28 Juni 2019 Pendaftaran
1 Juli 2019 Pengumuman Diterima
2 s.d 5 Juli 2019 Pendaftaran Kembali

Persyaratan PPDB SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019


Persyaratan pendaftaran PPDB SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 seperti di bawah ini.
  1. Calon peserta didik baru yang berusia 7 tahun atau lebih.
  2. Calon peserta didik baru berusia paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan (dibuktikan dengan akta kelahiran ).
  3. Pengecualian syarat usia paling rendah 6 tahun sebagaimana dimaksud pada angka 2 yaitu berusia paling rendah 5 Lima tahun 6(enam ) bulan pada tanggal 1 juli tahun berjalan diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa ( Bakat istimewa atau kesiapan belajar ) dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari Psikilog Profesional,yang disesuaikan dengan daya tampung sekolah.
  4. Melampirkan foto copy KK dan Akta Kelahiran yang dilegalisir

Jalur PPDB SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019


Di tahun 2019, penerimaan peserta didik baru menggunakan tiga jalur meliputi:
  1. Zonasi,
  2. Prestasi
  3. Perpindahan orangtua/wali

Demikian informasi Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri 1 Semarapura Tengah Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Cara Membulatkan Angka di Excell Yang Benar

Cara Membulatkan Angka di Excell Yang Benar - Sebagai guru, kita tentu sering memanfaatkan Excell untuk melakukan pengolahan data. Kegiatan yang sering dilakukan adalah mengolah nilai ulangan dan mengolah nilai rapor. Namun, ternyata banyak guru yang mengalami kesulitan bagaimana cara membulatkan Angka di Excell. Berikut kita akan membahasnya.

Sebagian orang tentu pernah membulatkan angka di excell. Fitur yang sering digunakan adalah dengan mempergunakan Decrease Decimal. Perhatikan gambar berikut ini.

Cara Membulatkan Angka di Excell Yang Benar

Apakah cara ini salah? Jawabannya adalah salah. Jika angka tersebut kita gunakan untuk perhitungan selanjutnya, tentu hasilnya akan berbeda. Misalkan nilai ulangan siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia 7,25 jika dibulatkan satu angka dibelakang koma akan menjadi 7,3. Nilai IPA siswa 6,57 jika dibulatkan akan menjadi 6,6. Nilai Matematika 8,05 dibulatkan menjadi 8,1. Jika kita membulatkan dengan fitur Decrease Decimal, maka hasil penjumlahan untuk ketiga mata pelajaran tersebut ternyata hasilnya 21,9. Harusnya penjumlahan tersebut menghasilkan 22,0. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini. (Silakan dicoba di excell untuk membuktikan)

Cara Membulatkan Angka di Excell Yang Benar

Pertanyaannya,bagaiman cara membulatkan angka di excell yang benar? Kita akan bahas berikut ini.

Cara membulatkan di excell dengan menggunakan rumus ROUND. Cara menggunakan adalah dengan mengetikkan =ROUND(angka yang akan dibulatkan;pembulatan). Pembulatan yang dimaksud di sini adalah satu angka di belakang koma, dua angka, dan seterusnya.

Misalkan angka pada contoh di atas adalah nilai Bahasa Indonesia 7,25. Kita ketikkan =ROUND(B1;1). B1 adalah letak angka, dan 1 adalah jumlah angka di belakang desimal. Setelah itu, silakan enter. Maka hasilnya akan menjadi 7,3. Lakukan hal yang sama untuk IPA dan Matematika. Jika sudah, silakan dijumlahkan. Tentu nilainya akan benar.

Demikian postingan mengenai Cara Membulatkan Angka di Excell Yang Benar. Semoga bermanfaat.