Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 33

Hebatnya Dokter Kami

Ia adalah Dokter Rana, seorang dokter muda yang sederhana dan terampil. Ayahnya adalah mantan kepala desa kami yang telah meninggal dunia. Dokter Rana baru kembali ke desa kami dua tahun yang lalu, setelah sepuluh tahun lebih merantau ke ibukota. Ia memperoleh beasiswa di Fakultas Kedokteran dan setelah lulus ia praktik di Rumah Sakit Umum Kabupaten.

Semenjak ia pulang dan praktik di balai kesehatan desa, aku sering mendengar perbincangan warga yang heran atas keputusan Dokter Rana untuk kembali ke desa. Bukankah penghasilan sebagai dokter di kota jauh lebih besar?

Kepada ayahku, Dokter Rana bercerita bahwa cita-citanya menjadi dokter dulu muncul karena melihat kesadaran hidup sehat masyarakat desa yang sangat rendah. Sungai dipakai untuk mandi, mencuci, dan membuang hajat, lalu airnya dikonsumsi. Hasil bumi dan peternakan tidak dimanfaatkan untuk membentuk pola makan sehat. Warga lebih suka menjualnya ke kota dan
uangnya digunakan untuk membeli makanan instan.

Selama praktik di kota, Dokter Rana terbayang terus kondisi desanya. Ia merasa bahwa seharusnya ilmu yang dimilikinya sebagai seorang dokter dapat bermanfaat untuk kampung halamannya sendiri.

“Jadi Pak Andri, saya ini pulang untuk memenuhi niat saya ketika menerima beasiswa, yaitu menyejahterakan warga desa tempat saya lahir dan dibesarkan,”ujar Dokter Rana pada ayahku.

Sejak pulang, Dokter Rana memang aktif membina para remaja dan keluarga muda. Ia memberikan penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan, memasak air, pola makan sehat, dan imunisasi. Baginya, generasi muda adalah perantara terbaik untuk menyampaikan misi meningkatkan kesadaran hidup sehat masyarakat desa.

Sebagai anak kepala desa, Dokter Rana sering mendengar cerita almarhum ayahnya bahwa banyak warga takut berobat karena tidak mampu membayar. Tak ingin hal ini terjadi, maka diumumkannya bahwa warga dapat membayar jasanya dengan sampah. Ya, sampah! Sampah kering jenis apa saja yang dapat didaur ulang. Botol plastik, botol kaca, koran bekas, bahkan kemasan bekas, diterima oleh Dokter Rana. Cara ini membuat warga aktif dan bijak mengelola sampah. Sungguh kreatif dan cerdas cara Pak Dokter mendidik warga.

Seperti mendiang ayahnya, Dokter Rana menjadi sosok yang dicintai warga desa. Ia menjadi teladan melalui dedikasi, tanggung jawab, dan kerendahhatiannya dalam menolong warga. Apabila aku besar nanti, aku ingin seperti Dokter Rana. Akan ku kejar cita-cita ku menjadi guru dan aku akan kembali untuk membangun kampung halamanku.


Seorang dokter, guru, kepala sekolah, atau pemimpin lainnya memiliki tempat yang berbeda saat bekerja. Namun, kepemimpinan mereka sangat penting bagi orang-orang di sekitarnya.

1. Menurutmu, apa yang akan terjadi apabila para pemimpin tersebut tidak memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang baik?
Jawaban: Apabila para pemimpin tidak memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang baik, maka organisasi yang mereka pimpin tidak akan berjalan dengan lancar. Contohnya:

  • Jika seorang dokter tidak memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang baik, maka tingkat kesehatan masyarakat akan rendah.
  • Jika seorang guru tidak memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang baik, maka siswa-siswa yang dididiknya tidak akan berhasil menjadi siswa sukses dan berbudi pekerti.
  • Jika seorang kepala sekolah tidak memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang baik, maka sekolah yang dipimpinnya akan menjadi tidak terarah.
2. Kepada siapa saja pemimpin tersebut bertanggung jawab? Apa yang perlu disyukuri oleh seorang pemimpin?
Jawaban:

  • Pemimpin tersebut bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemerintah, masyarakat, dan diri-sendiri
  • Yang perlu disyukuri oleh seorang pemimpin adalah menjadi orang yang dipercaya mengemban tugas-tugasnya. Seorang pemimpin merupakan teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Jadi hal tersebut juga patut disyukuri.


Sampaikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelompok-kelompok lain dan gurumu.

Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 34

Berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua Pancasila, yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. 
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, serta kewajiban setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.


Berikanlah contoh penerapan nilai-nilai kemanusiaan itu dalam kehidupanmu sehari-hari.
Jawaban: Contoh penerapan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  • Tidak mengejek teman yang memiliki kekurangan
  • Melaksanakan tugas piket dengan sebaik-baiknya
  • Membantu ibu menjaga adik
  • Tidak membunyikan musik keras-keras saat ada keluarga atau tetangga yang sakit
  • Tidak menyuruh-nyuruh teman melakukan sesuatu untuk kita
  • Menyumbang untuk korban bencana alam
  • Jujur jika melakukan suatu kesalahan

2. Apa pendapatmu mengenai pelaksanaan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekitarmu?
Jawaban: Di lingkungan saya, nilai-nilai kemanusiaan sudah dilaksanakan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari beberapa contoh tindakan yang dilakukan oleh warga yaitu: menyumbang korban bencana alam, membantu tetangga yang sedang mengalami kesusahan. Jika tetangga melakukan suatu acara, masyarakat di sekitarnya juga memberikan bantuan.

Kunci Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7 Halaman 35


1. Carilah informasi mengenai peristiwa-peristiwa berikut. Carilah dari buku-buku referensi di perpustakaan sekolahmu. 2. Dari informasi yang kamu kumpulkan, buatlah laporan mengenai peran Indonesia dalam bidang politik di ASEAN.

Peran Indonesia di ASEAN
Jawaban:

KTT I ASEAN di Bali 23-24 Februari 1976
Keterangan:
Merupakan KTT pertama yang diselenggarakan oleh ASEAN. Dalam KTT tersebut, disepakati pembetukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta.
Peran Indonesia:

  1. Menjadi penyelenggara KTT ASEAN.
  2. Wakil Indonesia berhasil menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN.


Kerja Sama Antar parlemen di ASEAN
Keterangan:
Kerjasama Antar Parlemen (AIPO) merupakan badan yang didirikan untuk meningkatkan kerjasama antar parlemen negara-negara ASEAN.
Peran Indonesia:

  1. Mengusulkan pembentukan Kerjasama Antar Parlemen (1974)
  2. Mendirikan secara resmi Kerjasama Antar Parlemen (1977)

Pertemuan ke-44 Menteri Luar Negeri ASEAN (19 Juli 2011)
Keterangan:
Pertemuan ke-44 Menteri Luar Negeri ASEAN diselenggarakan di Bali pada tanggal 19 Juli 2011. Dalam pertemuan tersebut dibahasa pembentukan Institute Perdamaian dan Rekonsiliasi (AIPR).
Peran Indonesia:

  1. Menjadi tuan rumah pertemuan ke-44 menteri luar negeri ASEAN
  2. Menteri luar negeri Indonesia memimpin Pertemuan ke-44 Menteri Luar Negeri ASEAN (19 Juli 2011)



Daftar Isi Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 7

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, guru di SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali


EmoticonEmoticon