Godaan Bayi Baru Lahir Dalam Ajaran Agama Hindu

Bayi yang baru lahir seringkali menangis atau tertawa sendiri. Orang Bali, percaya bahwa bayi tersebut digoda oleh Dewa maupun dari Sang Catur Sanak si bayi. Berikut kita akan membahas tentang godaan bayi baru lahit dalam ajaran Agama Hindu.

Godaan Bayi Baru Lahir Dalam Ajaran Agama Hindu


Ketika bayi baru lahir, dalam satu minggu pertama bayi akan diganggu oleh para Dewa. Dalam kepercayaan Agama Hindu, Sang Hyang Siwa akan mengutus Dewa-Dewa untuk menggoda sang bayi. Berikut merupakan daftar Dewa yang menggoda bayi yang berumur satu minggu.


  1. Malam pertama yang datang untuk menggoda sang bayi adalah Bhatara Khala. Beliau datang dengan perwujudan "Asu Ajag". Kedatangannya ketika matahari terbenam (sandi kala). "Asu Ajag"tersebut akan datang dan menjilat-jilat si bayi. Jika bayi terkejut, maka dia akan menangis menjadi-jadi (kakab-kakab)
  2. Malan kedua yang datang untuk menggoda sang bayi adalah Dewa Brahma. Beliau datang dengan berwujud sapi. Dia akan datang menggoda dengan menjilat-jilat si bayi saat semua orang tertidur. Bila si bayi terkejut, maka dia akan menangis.
  3. Malam ketiga yang datang adalah Bhatara Wisnu. Beliau datang dengan perwujudan seperti celeng. Beliau datang saat tengah malam dan menjilati si bayi. Bila si bayi terkejut dan takut, maka dia akan menangis.
  4. Malam keempat atau yang sering disebut dengan peteng bengi, akan datang Bhatara Guru yang berwujud burung perkutut. Selanjutnya, secara berturut-turut datang Bhatara Mahadewa dengan berwujud kambing, Bhatara Yama yang datang berwujud shanggira, Bhatara Kuwera datang berwujud tikus, Bhatara Pritanjala datang berwujud burung emprit, Bhatara Lungsur datang berwujud manjangan, Bhatara Ludra datang berwujud Sapi Nandini, Bhatara Surya datang berwujud ular, dan Bhatara Chandra datang bwrsujud kucing.
Ketika digoda, bayi akan terkejut dan menangis. Namun, jika bayi tidak takut atau terkejut dan malah senang, maka dia akan tersenyum-senyum, kadang tertawa-tawa, atau tampak berbicara sendiri (makeengan).

Setelah kepus puser (seminggu setelah kelahiran si bayi), godaan akan datang lebih besar lagi. Yang datang menggoda bukan berasal dari Dewa lagi. Yang datang saat itu adalah para lelembut, roh halus, wong samar, dan gumatat-gumitit.

Namun, jangan takut. Meskipun yang datang adalah para lelembut, roh halus, wong samar, dan gumatat-gumitit tersebut merupakan perwujudan dari Catur Sanak si bayi sendiri. Catur Sanak dari si bayi meliputi:
  1. Kutilapas kethek (lutung), merupakan perwujudan dari bungkus/lamas
  2. Celeng demalung, merupakan perwujudan dari yeh nyom/ketuban
  3. Asu Ajag merupakan perwujudan dari ari-ari
  4. Kalsrenggi (banteng) merupakan perwujudan dari getih/darah
  5. Kalamurti (kebo) merupakan perwujudan dari puser/udel
  6. Kalarandin (menjangan) merupakan perwujudan dari ilu/idu/air liur
  7. Kralawelakas (kidang) merupakan perwujudan dari kunir/kunyit
  8. Tikus Jinada merupakan perwujudan dari ceplekaning ari-ari
  9. Taliwangke merupakan perwujudan dari usus ing ari-ari
Begitulah dalam ajaran agama hindu, seorang bayi mulai dari hari kelahiran sampai dengan tutug kambuhan, bulan pitung dina atau empat puluh dua hari akan selalu digoda oleh para Dewa dan saudara-saudaranya.

Sumber : Mantram Hindu

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, guru di SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali


EmoticonEmoticon