Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali

Perkembangan pariwisata di Bali ternyata membawa dampak yang sedikit mengganggu kebudayaan Bali. Salah satunya adalah banyaknya ditemukan pementasan Tari Sakral Bali yang dipertunjukkan di luar tujuan-tujuan upacara/upakara, tradisi, adat, dan keagamaan Hindu.

Tari Sakral Bali
Tari Sanghyang Dedari


Hal ini tentu sangat merisaukan. Pementasan tari sakral tidak pada tempatnya ini tentu mengakibatkan merosotnya nilai-nilai kesakralan, memudarkan keutuhan seni, aura magis, muatan taksu, serta dapat menghilangkan sumber kreativitas/penciptaan seni.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ketua PHDI Provinsi Bali, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ketua Listibiya Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali dan Rektor ISI Denpasar mengeluarkan Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali.

Melalui keputusan bersama ini, semua pihak dilarang mempertunjukkan/ mempertontonkan/ menggelarkan/ mementaskan segala jenis dan bentuk Tari Sakral Bali di luar tujuan sakral (Upacara dan Upakara Agama Hindu). Prajuru Desa Adat, lembaga pemerintah/non pemerintah, sekaa/ sanggar/ komunitas dan masyarakat Bali diharuskan melakukan langkah-langkah pencegahan, pengawasan, dan pembinaan dalam rangka penguatan dan perlindungan Tari Sakral Bali.

Apabila terjadi pelanggaran, akan diambil tindakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Jenis dan Nama Tari Sakral Bali



Berikut merupakan daftar jenis dan nama tari sakral Bali.


1. Kelompok Tari Baris Upacara

  1. Baris Katekok Jago
  2. Baris Presi
  3. Baris Gede
  4. Baris Omang
  5. Baris Bajra
  6. Baris Jojor
  7. Baris Tamiang
  8. Baris Tumbak
  9. Baris Panah
  10. Baris Goak
  11. Baris Poleng
  12. Baris Dadap
  13. Baris Pendet
  14. Baris Cina
  15. Baris Nuri
  16. Baris Irengan
  17. Baris Derma
  18. Baris Lutung
  19. Baris Kelempe
  20. Baris Cendekan
  21. Baris Jangkang
  22. Baris Gayung
  23. Baris Taruna
  24. Baris Juntal
  25. Baris Cekuntil
  26. Baris Bedil
  27. Baris Kupu-kupu
  28. Baris Cerekuak
  29. Baris Topeng
  30. Baris Demang
  31. Baris Kelemat
  32. Baris Memedi
  33. Baris Ketujeng
  34. Baris Tanglungleng
  35. Baris Tengklong
  36. Baris Midergita
  37. Baris Wayang
  38. Baris Kuning
  39. Baris Rejang
  40. Baris Sangkur
  41. Baris Nawa Sanga
  42. Baris Wong
  43. Baris Gebug
  44. Baris Jago
  45. Baris Pati
  46. Baris Krebek
  47. Baris Kakuung
  48. Baris Keris

2. Kelompok Tari Sanghyang


  1. Sanghyang Dedari
  2. Sanghyang Deling
  3. Sanghyang Bojog
  4. Sanghyang Jaran
  5. Sanghyang Lelipi
  6. Sanghyang Celeng
  7. Sanghyang Kuluk
  8. Sanghyang Sriputut
  9. Sanghyang Memedi
  10. Sanghyang Capah
  11. Sanghyang Sela Perahu
  12. Sanghyang Sampat
  13. Sanghyang Lesung
  14. Sanghyang Kekerek
  15. Sanghyang Jaran Gading
  16. Sanghyang Jaran Putih
  17. Sanghyang Teter
  18. Sanghyang Dongkang
  19. Sanghyang Penyu
  20. Sanghyang Lilit Linting
  21. Sanghyang Sembe
  22. Sanghyang Tutup
  23. Sanghyang Penyalin
  24. Sanghyang Sengkrong
  25. Sanghyang Kerek
  26. Sanghyang Topeng Legong

3. Kelompok Tari Rejang

  1. Rejang Renteng
  2. Rejang Bengkol
  3. Rejang Oyodpadi
  4. Rejang Nyannying
  5. Rejang Gecekan
  6. Rejang Deha Malon
  7. Rejang Dewa
  8. Rejang Abuang
  9. Rejang Gabor
  10. Rejang Sutri
  11. Rejang Kuning
  12. Rejang Bungaya
  13. Rejang Deha Tenganan
  14. Rejang Onying
  15. Rejang Kompol
  16. Rejang Deha Asak
  17. Rejang Lilit
  18. Rejang Alus
  19. Rejang Luk Penyalin
  20. Rejang Grenggong
  21. Rejang Glibag Ganjil
  22. Rejang Sari
  23. Rejang Sutri
  24. Rejang Pusung
  25. Rejang Gelung
  26. Rejang Serati

4. Kelompok Tari Barong Upacara


  1. Barong Brutuk
  2. Barong Ket
  3. Barong Bangkal
  4. Barong Macan
  5. Barong Kidang
  6. Barong Asu
  7. Barong Singa
  8. Barong Gajah
  9. Barong Landung
  10. Barong Dawang-Dawang
  11. Barong Kedingkling

5. Tari Pendet Upacara
6. Tari Kincang-Kincung
7. Tari Sraman
8. Tari Abuang/Mabuang
9. Tari Gayung


Download Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali



Keputusan Bersama Ketua PHDI Provinsi Bali, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ketua Listibiya Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali dan Rektor ISI Denpasar mengeluarkan Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali bisa diunduh melalui link di bawah ini.

Download Keputusan Bersama Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali

Demikian informasi mengenai Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali. Semoga bermanfaat.

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, guru di SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali