Teknik Penyusunan Soal Pilihan Ganda

Soal PG merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi memungkinkan memilih pengecoh tersebut.

Teknik Penyusunan Soal Pilihan Ganda

Keunggulan dan Keterbatasan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Beberapa keunggulan dari bentuk soal PG adalah:
  1. dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi;
  2. dapat mengukur berbagai tingkatan kognitif;
  3. mencakup ruang lingkup materi yang luas; 
  4. tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri. 
Beberapa keterbatasan dari bentuk soal PG adalah:
  1. perlu waktu lama untuk menyusun soal; 
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi; 
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban
Kaidah Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Dalam menulis soal bentuk PG, penulis soal harus memperhatikan kaidahkaidah sebagai berikut:

Materi
  1. Soal harus sesuai dengan indikator. 
  2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 
  3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Konstruksi 
  1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 
  2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. 
  3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar. 
  4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 
  5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. 
  6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawabandi atas benar”. 
  7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya. 
  8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. 
  9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Bahasa
  1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 
  2. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. 
  3. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif. 
  4. Setiap pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, guru di SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali


EmoticonEmoticon