Penulisan Gabungan Kata Sesuai EYD Terbaru

Penulisan Gabungan Kata Sesuai EYD Terbaru

Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Misalnya: duta besar, model linear, kambing hitam, persegi panjang, orang tua, rumah sakit jiwa, simpang empat, meja tulis, mata acara, cendera mata.

Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-istri pejabat, anak istri-pejabat, ibu-bapak kami, ibu bapak-kami, buku-sejarah baru, buku sejarah-baru.

Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran. Misalnya: bertepuk tangan, menganak sungai, garis bawahi, sebar luaskan.

Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai. Misalnya: dilipatgandakan, menggarisbawahi, menyebarluaskan, penghancurleburan, pertanggungjawaban

Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai. Misalnya: acapkali, hulubalang, radioaktif, adakalanya, kacamata, saptamarga, apalagi, kasatmata, saputangan, bagaimana, kilometer, saripati, barangkali, manasuka, sediakala, beasiswa, matahari, segitiga, belasungkawa, olahraga, sukacita, bilamana, padahal, sukarela, bumiputra, peribahasa, syahbandar, darmabakti, perilaku, wiraswasta, dukacita, puspawarna.

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, guru di SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali


EmoticonEmoticon