Eksperimen Tuas

A. TUJUAN PERCOBAAN
Melalui percobaan siswa dapat mengungkapkan bahwa tuas dapat mempermudah mengangkat suatu benda. 

B. PENGERTIAN YANG DITANAMKAN 
Benda berat dapat terasa lebih ringan jika diangkat dengan menggunakan tuas (pengungkit) Besar kecilnya gaya (tuasa) untuk mengangkat beban dapat diatur dengan mengubah posisi titik tumpu tuas. Apabila panjang lengan beban lebih pendek dari pada panjang lengan tuas maka tuasa (gaya) akan lebih kecil/ringan dari pada beban. 

C. BAHAN 
Bahan Pengajaran Untuk Siswa Tuas 
(pengungkit) dapat mempermudah mengangkat sesuatu benda, artinya untuk mengangkat sesuatu benda akan lebih mudah jika digunakan tuas. 

Pada percobaan, lengan neraca berfungsi sebagai tuas. Benda yang akan diangkat adalah kubus kayu dan kubus almunium di dalam mangkok neraca. Lengan neraca digantungkan pada kait mangkok neraca yang berisi kubus kayu dan almunium digantungkan pada ujung lengan neraca. Makin jauh jarak antara kait dan gantungan mangkok neraca makin besar tenaga yang digunakan untuk menekan ujung lengan neraca agar kubus kayu dan kubus almunium dalam mangkok neraca dapat terangkat. Sebaliknya makin dekat jarak antara kait dan gantungan mangkok neraca makin kecil tenaga yang digunakan untuk mengangkat kubus kayu dan kubus al ini uminium dalam mangkok neraca 

Penjelasan Tambahan Untuk Guru 
Pengungkit (tuas) memiliki bagian utama yaitu 
  • Titik Beban (TB) 
  • Titik Kuasa (TK) 
  • Titik Tumpu (TT) 
  • Lengan Beban (LB) 
  • Lengan Kuasa (LK) 
  • Berat Beban (BB) 
  • Berat Kuasa (BK)
Eksperimen Tuas

Hubungan antara hesar kuasa, hesar beban suatu pengungkit dinyatakan: hasil kali lengan heban (LB) x berat beban (BB)  = hasil kali lengan kuasa (LK) x beban kuasa (BK) 

Untuk memperkecil kuasa/gaya untuk mengangkat beban dapat dilakukan dengan memperpanjang lengan kuasa/memperpendek lengan heban.

ALAT DAN BAHAN BELAJAR MENGAJAR
Alat yang diperlukan untuk mengajarkan bahan pengajaran ini terdin dari:

  1. Tiang keseimhangan 
  2. Dudukan neraca beralur 
  3. Lengan neraca beralur 
  4. Penggantung pirng neraca 
  5. Piring neraca 
  6. Neraca pegas 
  7. Kubus almunium 
  8. Kotak Kit IPA 
Eksperimen Tuas

E. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Persiapan

  1. Guru memeriksa kelengkapan alat yang diperlukan 
  2. Guru mencoba melakukan percoban yang akan didemonstrasikan di kelas. 
  3. Guru menyiapkan Lembar Pengamatan yang digunakan.
Kegiatan Utama

Guru mengungkapkan beberapa kenyataan dalam kehidupan sehari hari seperti 

  • Untuk menggulingkan batu yang besar cukup dengan menggunakan linggis
  • Untuk mengelindingkan kayu besar cukup menggunakan tongkat kecil. 
  • Untuk menimba air di sumur orang sering menggunakan galah yang disanggah didekat ujungnya dimana tali ember terikat. 
Untuk menjelaskan kemudahan itu terjadi, guru mengajak siswa memperhatikan dan menelaah demonstrasi yang akan dilakukan guru. Guru menjelaskan sambil meragakan pengangkatan beban tanpa menggunakan tuas untuk memperlihatkan bahwa pegas akan meregang bila diberi beban atau ditarik. Makin berat beban makin panjang regangannya.


Eksperimen Tuas

Langkah 1
Merakit neraca dengan cara:

  1. Meletakkan tiang keseimbangan tegak lurus (herdiri) di atas meja atau kotak kit. 
  2. Memasukkan lengan neraca beralur kedalam dudukan neraca. belas. 
  3. Meletakkan dudukan neraca di atas tiang keseimbangan pada lubang ke empat belas
  4. Meletakkan piring neraca pada penggantung piring neraca. 
  5. Mengaitkan penggantung piring neraca pada ujung kiri lengan neraca beralur. 
Meletakkan neraca yang telah dirakit itu ke atas bejana serba guna. Hal ini dilakukan karena pada ujung kanan lengan neraca beralur akan digantungkan sebuah neraca pegas (lihat gambar 4).

Meletakkan kubus aluminium di atas piring neraca.

Mengaitkan neraca pegas pada ujung kanan lengan neraca (lubang ke 14).

Menarik neraca pegas ke bawah sehingga beban yang tergantung pada lengan sebelah kir terangkat. Usahakan hal ini hingga letak lengan neraca mendatar (horizontal)

Eksperimen Tuas

Suruhan Guru

Selanjutnya guru menugaskan wakil tiap kelompok untuk mengukur regangan pegas dengan melihat skala yang ada pada neraca pegas. Hasil pengukuran regangan pegas tersebut dituliskan pada Lembar Pengamatan nomor 1 (satuan hasil pengukuran dalam mm)

Kemudian siswa diminta membandingkan jarak antara penggantung piring neraca dengan dudukan neraca beralur (tanda A-B) dan jarak antara dudukan neraca beralur dengan neraca pegas (tanda B-C)

Langkah 2

Guru memindahkan dudukan neraca beralur pada lubang kedua belas.
Guru menarik pegas ke bawah.
Guru menugaskan kepada wakil masing-masing kelompok untuk mengukur panjang regangan pegas sambil membandingkan jarak antara kait di mana lengan neraca tergantung dan ujung lengan neraca dimana piring neraca tergantung dengan jaraknya pada langkah 1.
Eksperimen Tuas

Pertanyaan Guru:

  1. Regangan pegas mana yang lebih panjang? 
  2. Jarak gantungan mana yang lebih panjang ?
Suruhan guru.
Tuliskan jawaban pada Lembar Pengamatan nomor 2.

Langkah 3
Guru memindahkan dudukan lengan neraca pada lubang kesepuluh.
Guru menarik pegas ke bawah.
Guru menugasi lagi wakil dari masing-masing kelompok untuk melakukan pengukuran regangan pegas sambil memperhatikan dan membandingkan jarak antara kait di mana engan neraca tergantung dan ujung lengan neraca di mana piring neraca tergantung, dengan jaraknya pada langkah 2.
Eksperimen Tuas

Pertanyaan Guru

  1. Regangan pegas mana yang lebih panjang?
  2. Jarak gantungan mana yang lebih panjang? 
Suruhan Siswa:
Tuliskan jawaban pada Lembar Pengamatan nomor 3.

Langkah 4
Guru menugasi masing-masing kelompok membuat kesimpulan 1, 2 dan 3. Kesimpulan dituliskan pada Lembar Pengamatan nomor 4.

Langkah 5
Guru mengumpulkan semua lembar Pengamatan yang sudah dikerjakan oleh masing-masing kelompok untuk dibahas secara klasikal. Dalam pembahasan ini guru memperbaiki kesalahan kesalahan yang dilakukan, menyempurnakan rumusan-rumusan yang kurang tepat dan memberi penegasan/perekanan pada hal-hal yang dianggap penting.

Kegiatan pemantapan

  1. Siswa ditugasi mengungkapkan contoh-contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan prinsip tuas. 
  2. Siswa ditugaskan mempraktekkan prinsip tuas di kelas, misalnya mengangkat meja
  3. Guru menuliskan di papan tulis ringkasan isi pelajaran yang baru disajikan untuk disalin oleh siswa ke dalam buku catatannya masing-masing.
F LEMBAR PENGAMATAN

  1. Panjang regangan pegas ketika piring neraca digantungkan pada lubang keempat belas adalah ...mm. Pada saat itu titik gantung piring neraca dengan dudukan lengan neraca berjarak ... alur Sedangkan jarak pegas ke dudukan lengan neraca ... alur
  2. Panjang regangan pegas ketika piring neraca digantungkan pada lubang kedua belas adalah ... mm. Pada saat itu titik gantung piring neraca dengan dudukan lengan neraca berjarak ... alur dangkan jarak pegas ke dudukan lengan neraca ... alur. 
  3. Panjang regangan pegas ketika piring neraca digantungkan pada lubung kesepuluh adalah .....Pada saat itu titik gantung piring neraca dengan dudukan lengan neraca berjarak ... alur. Sedangkan jarak pegas ke dudukan lengan neraca alur ... alur.
  4. Berdasarkan hasil pengamatan pada langkah 1, 2 dan 3 dapat ditarik kesimpulan bahwa...

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, guru di SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali


EmoticonEmoticon